Kanal24, Malang – Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 menjadi tahaOrientasi Pascasarjana FILKOM UB Perkuat Fondasi Riset dan Inovasi
Kanal24, Malang – Peningkatan mutu riset dan inovasi di perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari kesiapan mahasiswa pascasarjana sejak awal menempuh pendidikan. Kesadaran inilah yang menjadi dasar digelarnya Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, yang berlangsung di Ruang F11.3 Gedung F Lantai 11 FILKOM UB (9/2/2026).
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., menegaskan bahwa orientasi menjadi fase krusial dalam membentuk pola pikir dan kesiapan akademik mahasiswa pascasarjana. Menurutnya, tahap awal ini menentukan bagaimana mahasiswa mengelola waktu, membangun komunikasi dengan pembimbing, hingga menyusun perencanaan riset secara sistematis.
Baca juga:
Sekolah Aktivis FH UB Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa

“Orientasi pendidikan ini adalah awal yang menentukan bagi mahasiswa pascasarjana, karena di situ akan diletakkan pondasi yang kuat, mulai dari bagaimana mereka mengelola waktu, berkomunikasi dengan pembimbing, sampai menyusun risetnya,” ujar Prof. Imam.
Ia menjelaskan, melalui orientasi ini mahasiswa memperoleh gambaran komprehensif mengenai mekanisme pendidikan pascasarjana, termasuk kewajiban akademik dan luaran riset yang harus dicapai. Untuk mahasiswa program magister, selain menempuh mata kuliah, mereka dituntut menghasilkan publikasi ilmiah. “Mahasiswa S2 wajib melakukan riset dan publikasi, minimal di jurnal internasional Sinta 2 atau jurnal Universitas Brawijaya,” jelasnya.
Sementara itu, untuk program doktor, tuntutan akademik lebih tinggi dengan riset yang bersifat advance. “Mahasiswa doktor harus menghasilkan setidaknya dua publikasi di jurnal terindeks Scopus atau jurnal bereputasi lainnya sebagai syarat kelulusan,” tambah Prof. Imam.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi riset antara mahasiswa dan dosen sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi akademik universitas. “Mahasiswa harus tekun belajar dan berkolaborasi dengan dosen untuk menghasilkan riset yang inovatif dan memiliki kebaruan, sehingga dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM, menilai orientasi pascasarjana bukan sekadar pengenalan akademik, tetapi juga pembekalan strategis agar mahasiswa siap berprestasi. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami lingkungan akademik sejak awal agar dapat merencanakan studi secara matang.

“ORDIK ini memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa tentang lingkungan, kurikulum, dan syarat kelulusan. Perencanaan itu sangat penting, karena ketika kita membuat perencanaan yang baik, kita sedang merencanakan untuk berhasil,” tegas Tri Astoto.
Ia juga mengungkapkan bahwa FILKOM UB tengah mereorientasi arah pengembangan riset dengan fokus pada Smart Digital Innovation sebagai payung besar pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Arah penelitian S2 dan S3 di FILKOM akan kita dorong ke smart digital innovation, sesuai karakteristik Fakultas Ilmu Komputer,” jelasnya.
Melalui orientasi ini, FILKOM UB berharap mahasiswa pascasarjana mampu menyiapkan diri sebagai peneliti yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan riset lintas disiplin dan inovasi digital. Orientasi ini menjadi langkah awal membangun budaya riset yang terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan di lingkungan Universitas Brawijaya.














