Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Jejak Soto Kambing Malangan Dicatat Lewat Diskusi Film dan Buku

Einid Shandy by Einid Shandy
February 10, 2026
in Gaya Hidup, Hiburan
0
Jejak Soto Kambing Malangan Dicatat Lewat Diskusi Film dan Buku

Semangkuk Lumintu, Merawat Warisan Soto Kambing Malang (Yordan/Kanal24)

12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang — Kuliner tidak hanya berhenti pada urusan rasa, tetapi juga menyimpan memori sosial, sejarah, dan identitas kultural sebuah kota. Kesadaran inilah yang menjadi ruh dalam Diskusi Video Dokumenter & Diseminasi Buku Semangkuk Lumintu ing Brantas: Seruput Kisah Soto Kambing Malangan, yang digelar di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini mempertemukan riset, film, dan penulisan sebagai upaya merawat tradisi kuliner lokal agar tidak hilang ditelan zaman.

Buku Semangkuk Lumintu ing Brantas merupakan hasil kolaborasi Nedi Putra dan Ary Budianto, yang mencoba menempatkan soto kambing Malangan bukan sekadar hidangan, melainkan sebagai praktik budaya yang hidup dan diwariskan lintas generasi. Melalui diskusi dan pemutaran video dokumenter, publik diajak memahami lapisan-lapisan cerita di balik semangkuk soto.

Baca juga:
Mengenal Virus Nipah, Ancaman Zoonosis dengan Risiko Kematian Tinggi

Nedi Putra AW, videografer dokumenter sekaligus penulis buku Semangkuk Lumintu ing Brantas (Yordan/Kanal24)

Nedi Putra menjelaskan, penulisan buku ini berangkat dari kegelisahan akan minimnya pencatatan serius tentang soto kambing Malangan. Menurutnya, selama ini banyak tulisan kuliner berhenti pada ulasan rasa atau popularitas, tanpa pendalaman historis dan sosiokultural. “Kami ingin mencatat mengapa soto kambing Malangan itu penting dan mengapa ia perlu ditulis,” ujarnya. Dari proses penelusuran, tim penulis menemukan bahwa soto memiliki akar panjang, termasuk pengaruh peranakan Tionghoa, yang kemudian bertransformasi sesuai konteks lokal Malang.

Keunikan lain yang disorot adalah jejaring kekerabatan antarpedagang soto kambing Malangan. Banyak warung yang bertahan hingga generasi ketiga dan keempat, meski sebagian lainnya telah hilang. Nedi mencontohkan kawasan-kawasan yang dahulu dikenal sebagai sentra soto kambing, namun kini nyaris tak berjejak. “Kalau tidak ditulis, generasi berikutnya hanya akan mendengar cerita,” katanya. Ia menegaskan, buku ini lahir sebagai upaya dokumentasi agar tradisi tidak lenyap bersama para maestro yang telah berhenti berjualan.

Soto Kambing Malangan

Dari sisi cita rasa, soto kambing Malangan memiliki ciri khas tersendiri. Penggunaan koya menjadi penanda penting, sekaligus menunjukkan adaptasi selera lokal. Menariknya, meski Jawa Timur identik dengan rasa asin, soto kambing Malangan justru banyak menggunakan kecap manis. Perpaduan ini menghadirkan rasa yang unik, berbeda dari wilayah Mataraman seperti Solo atau Yogyakarta. Selain itu, penggunaan jeroan—yang kini sering dibatasi atas pertimbangan kesehatan—menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas soto kambing Malangan.

Dalam diskusi, Nedi juga mengulas alasan historis mengapa jeroan menjadi komponen utama. Pada masa lalu, makanan berkuah dianggap mewah, sementara jeroan lebih terjangkau dan melimpah. “Kuah memudahkan distribusi isi, lebih adil dan mengenyangkan,” jelasnya. Faktor ekonomi dan budaya ini kemudian membentuk karakter soto kambing Malangan yang dikenal hingga kini.

Melalui buku ini, Nedi berharap pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terdorong untuk menghidupkan kembali warung-warung tradisional. Konsep “lumintu” yang diangkat bermakna tidak besar namun berkelanjutan. “Warung-warung ini mungkin tidak pernah benar-benar ramai, tapi selalu bertahan,” ujarnya. Ia berharap semakin banyak orang datang, sehingga tradisi tetap hidup dan berdenyut.

Buku Semangkuk Lumintu ing Brantas “Sruput Kisah Soto Kambing Malangan” (Yordan/Kanal24)

Lebih jauh, Nedi membuka ruang bagi riset lanjutan. Buku ini, menurutnya, baru menelaah aspek sosial budaya, sementara sisi lain seperti gizi, rantai pasok, hingga kajian daging kambing masih terbuka luas. “Kami berharap akan lahir tulisan-tulisan lain dari berbagai sudut pandang,” katanya.

Diskusi video dokumenter dan diseminasi buku ini menegaskan bahwa merawat kuliner berarti merawat ingatan kolektif. Di tengah arus modernisasi dan tren kuliner instan, pencatatan seperti ini menjadi penting agar warisan rasa Malang tetap dikenali, dipahami, dan dilanjutkan oleh generasi mendatang.(Din/Qrn)

Post Views: 106
Tags: KANAL24kanal24.co.idLintas SejarahNedi Putra AWRekomendasi BukuReview BukuSejarahSemangkuk LumintuSemangkuk Lumintu ing BrantasSoto KambingSoto Kambing Malanguniversitas brawijaya
Previous Post

ORDIK Pascasarjana FILKOM UB Perkuat Pondasi Akademik

Next Post

Disertasi FH UB Soroti Perdagangan Pengaruh Parpol

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Disertasi FH UB Soroti Perdagangan Pengaruh Parpol

Disertasi FH UB Soroti Perdagangan Pengaruh Parpol

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
SmartGerdX : Skrining GERD Digital, Bukti Hilirisasi Riset UB

SmartGerdX : Skrining GERD Digital, Bukti Hilirisasi Riset UB

February 11, 2026
Prof. Mashudi Tawarkan Nutrisi Presisi untuk Tingkatkan Produksi Susu Nasional

Prof. Mashudi Tawarkan Nutrisi Presisi untuk Tingkatkan Produksi Susu Nasional

February 11, 2026
UB Perkuat Humas Hadapi Krisis Digital dan Reputasi Global

UB Perkuat Humas Hadapi Krisis Digital dan Reputasi Global

February 11, 2026
Menuju Go Green, Kolega Prof Riyanto Haribowo Kirim Ucapan dalam Bentuk Bibit Pohon

Menuju Go Green, Kolega Prof Riyanto Haribowo Kirim Ucapan dalam Bentuk Bibit Pohon

February 11, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025