Kanal24, Malang – Dunia kerja bergerak cepat. Kampus yang tak mampu mengikuti ritmenya akan tertinggal. Di tengah tuntutan itu, kolaborasi Universitas Brawijaya (UB) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BrilianNext menjadi sinyal kuat: rekrutmen talenta kini tak lagi konvensional.
Digelar dalam format Networking Night for Top Graduates di BRI Kantor Cabang Malang Soehat, BrilianNext bukan sekadar forum temu industri dan lulusan terbaik. Program ini memangkas tahapan seleksi masuk BRI dari yang biasanya tujuh hingga sembilan tahap menjadi hanya dua hingga empat tahap. Sebuah akselerasi yang jarang terjadi dalam pola rekrutmen korporasi besar.
SEVP Human Capital BRI, Steven A. Yudiyanto, menegaskan bahwa persaingan kerja hari ini tidak lagi bertumpu pada IPK semata. Di hadapan top graduates UB, ia menekankan pentingnya personal branding sebagai fondasi karier.
Baca juga:
UPT UB Green Campus Benchmarking Konsep Zero Waste Campus ke Undip

“Membangun personal branding ada tiga hal. Yang pertama membangun networking. Yang kedua membangun unique value propositions. Yang ketiga membangun integritas,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa harus memiliki learning agility sebagai modal masa depan. Emotional intelligence, mental agility, growth mindset, dan grit menjadi empat pilar utama yang menurutnya menentukan daya tahan dan daya saing talenta muda di industri.
Pesan ini sekaligus menggeser paradigma lama: gelar akademik adalah pintu masuk, tetapi karakter dan kapasitas adaptiflah yang menentukan keberlanjutan karier.
Di sisi lain, Universitas Brawijaya melihat BrilianNext sebagai lompatan strategis dalam kemitraan kampus dan industri. Direktur Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA UB), Karuniawan Puji Wicaksono, SP.,MP.,Ph.D., menyebut program ini sebagai terobosan konkret.
“Tahap seleksi biasanya 7 sampai 9 kali. Kerja sama BrilianNext ini memangkas menjadi 4 sampai 2 seleksi. Jadi langsung masuk BRI, tapi dari top talent UB,” jelasnya.
UB sendiri memiliki sistem pemetaan lulusan terbaik melalui jejaring Wakil Dekan bidang kemahasiswaan di setiap fakultas. Model penjaringan ini memungkinkan rekomendasi talenta dilakukan lebih terstruktur dan terukur.
Data internal juga menunjukkan hampir 20 persen karyawan BRI berasal dari UB. Fakta ini mempertegas posisi UB sebagai salah satu talent pool strategis bagi industri perbankan nasional.
Momentum malam itu semakin menguat ketika dua lulusan UB menerima golden ticket untuk langsung melaju ke tahap wawancara akhir. Alicia Suharta mengaku tak menyangka namanya diumumkan.
“Benar-benar sangat tidak menyangka… dapat kesempatan maju langsung ke tahap interview besok,” katanya.

Hal senada disampaikan Putu Eva Silvia Dewi yang menyebut pemberitahuan dilakukan secara mendadak, sehingga persiapan harus dilakukan cepat, baik secara mental maupun fisik.
BrilianNext menjadi lebih dari sekadar program rekrutmen. Ia merepresentasikan arah baru kemitraan kampus dan industri: seleksi yang lebih ringkas, akses yang lebih cepat, dan kolaborasi yang lebih strategis.
Bagi UB, tantangannya jelas. Menjamin lulusan tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara karakter dan kompetensi. Bagi BRI, langkah ini menunjukkan keberanian membuka jalur khusus bagi talenta yang telah terkurasi.
Dari Malang, pesan itu menguat: talenta kampus kini tidak lagi menunggu peluang. Industri datang menjemput.(Din/Yor)














