Kanal24, Malang – Kontribusi lulusan Universitas Brawijaya di sektor perbankan nasional semakin terukur. Direktur Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA UB) menyebut, hampir 20 persen karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berasal dari UB. Angka ini memperkuat posisi Brawijaya dalam peta penyedia talenta industri keuangan.
Data tersebut mencerminkan hubungan jangka panjang antara kampus dan industri. Serapan yang konsisten menunjukkan adanya kesesuaian standar kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan.
SEVP Human Capital BRI, Steven A. Yudiyanto, menekankan pentingnya kesiapan adaptif mahasiswa dalam menghadapi dinamika industri.
“Bangun learning agility. Emotional intelligence, mental agility, growth mindset, dan grit. Itu modal kalian ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, kombinasi empat aspek tersebut menjadi fondasi pengembangan karier di sektor perbankan yang kompetitif. Perusahaan menilai bukan hanya kemampuan teknis, tetapi kapasitas bertumbuh dalam sistem kerja yang dinamis.
Direktur DPKA UB, Karuniawan Puji Wicaksono, SP.,MP.,Ph.D., menegaskan kedekatan UB dan BRI terbangun dari rekam jejak kualitas lulusan.
“Kira-kira hampir 20 persen karyawan BRI itu dari UB dan UB diakui sebagai talenta-talenta yang luar biasa sehingga hubungan kami dengan BRI cukup dekat selama ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanggung jawab kampus tidak berhenti pada proses akademik. Serapan kerja menjadi bagian dari indikator keberhasilan pembinaan mahasiswa.
“Tugas berat bagi kami untuk menjamin bahwa anak-anak UB harus cepat dapat pekerjaan yang layak,” tegasnya.
Dalam lanskap pendidikan tinggi nasional, angka kontribusi ke industri besar menjadi parameter daya saing yang semakin relevan. Kampus berlomba membangun ekosistem pembinaan yang terukur, memperkuat jejaring industri, dan memastikan lulusannya siap kerja.
Kontribusi hampir seperlima SDM di BRI memperlihatkan posisi kompetitif UB di antara perguruan tinggi nasional. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kualitas dan memperluas kontribusi di sektor industri lainnya. (Din/Yor)













