Kanal24, Malang – Fenomena pekerja dengan lebih dari satu pekerjaan atau double job semakin meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi. Banyak pekerja kini tidak lagi mengandalkan satu kantor sebagai satu-satunya sumber penghasilan, melainkan membagi energi dan waktu untuk memastikan stabilitas finansial tetap terjaga.
Tekanan Ekonomi dan Lonjakan Biaya Hidup
Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan beban cicilan mendorong pekerja mencari pemasukan tambahan. Pertumbuhan upah yang tidak selalu selaras dengan inflasi membuat daya beli masyarakat tertekan. Dalam kondisi ini, pekerjaan sampingan bukan lagi pilihan sekunder, tetapi kebutuhan.
Tren Global Pekerja Berganda
Secara internasional, tren pekerja dengan multiple jobs juga meningkat. Data dari Federal Reserve Economic Data menunjukkan angka pekerja berganda mencapai titik tertinggi dalam dua dekade terakhir pasca pandemi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ketidakpastian kerja bersifat global.
Struktur Pasar Kerja Indonesia
Di Indonesia, praktik serupa tampak dari tingginya jam kerja tenaga kerja nasional. Data dari Badan Pusat Statistik mencatat sebagian pekerja bekerja lebih dari 48 jam per minggu. Akademisi dari Universitas Gadjah Mada menilai tingginya sektor informal dan keterbatasan pekerjaan bergaji layak mendorong pekerja mencari penghasilan tambahan.
Pergeseran Makna Loyalitas Kerja
Kesetiaan pada satu perusahaan kini tidak lagi identik dengan keamanan finansial. Risiko pemutusan hubungan kerja dan efisiensi membuat banyak pekerja memilih mendiversifikasi sumber penghasilan sebagai bentuk mitigasi risiko ekonomi.
Risiko Kesehatan dan Tantangan Ke Depan
Meski menawarkan tambahan pemasukan, double job berpotensi memicu kelelahan dan burnout jika tidak dikelola dengan baik. Tantangan ke depan adalah bagaimana pekerja mampu menyeimbangkan produktivitas dan kesehatan, sementara perusahaan dan pemerintah perlu merespons perubahan pola kerja ini dengan kebijakan yang adaptif.
Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam dunia kerja modern, keamanan finansial kini lebih ditentukan oleh fleksibilitas dan kemampuan adaptasi, bukan sekadar lama bekerja di satu kantor. (wan)













