Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Riset Jangan Berhenti di Jurnal, Ubah Jadi Buku

Einid Shandy by Einid Shandy
August 27, 2026
in Pendidikan
0
Riset Jangan Berhenti di Jurnal, Ubah Jadi Buku

Riset Jangan Berhenti di Jurnal, Ubah Jadi Buku. (Yordan/UBTV)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Hasil penelitian tidak harus berakhir sebagai naskah akademik yang tersimpan di jurnal. Di balik istilah dan bahasa ilmiah, ada gagasan yang bisa dikembangkan menjadi buku agar pengetahuan tersebut lebih dekat dengan masyarakat.

Upaya membawa hasil riset ke pembaca umum menjadi salah satu bahasan dalam Workshop Legacy Book Fair 2026 bertajuk “Menjadi Penulis Muda di Era Artificial Intelligence” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), Rabu (26/8/2026). Workshop ini mempertemukan perspektif akademisi dan penerbit mengenai peluang serta tantangan mengolah riset menjadi buku populer.

Baca Juga:
UB Dorong Keterbukaan Informasi Jadi Budaya, Mahasiswa Ikut Dilibatkan

Menjembatani Bahasa Akademik

Dosen FH UB Prof. Dr. Moh Fadli, S.H., M.Hum mengatakan hasil penelitian penting untuk dibawa ke ruang publik karena tidak semua masyarakat terbiasa dengan bahasa akademik.

Dosen FH UB Prof. Dr. Moh Fadli, S.H., M.Hum . (Yordan/UBTV)

Menurutnya, bahasa ilmiah yang baku dan penuh istilah dapat membuat masyarakat kesulitan menangkap pesan penelitian. Karena itu, diperlukan penyesuaian bahasa agar gagasan dalam riset dapat dipahami pembaca umum.

“Kalau bahasanya terlalu ilmiah, masyarakat daya tangkapnya mungkin tidak menjangkau. Jadi perlu diadaptasikan dengan bahasa sosial,” ujar Prof. Fadli.

Ia menjelaskan, mengubah bahasa penelitian menjadi bahasa yang lebih sederhana membutuhkan pekerjaan tambahan. Penulis harus tetap memahami isi riset agar penyampaian yang lebih ringan tidak membuat pembaca salah menangkap maksud penelitian.

Menurut Prof. Fadli, kemampuan tersebut juga membutuhkan proses. Penulis muda perlu terus berlatih untuk menemukan cara menyampaikan gagasan akademik dengan bahasa yang lebih komunikatif.

Tiga Pertimbangan Penerbit

Senior Editor Intrans Publishing Andung Eko Wijayanto mengatakan hasil penelitian yang akan diolah menjadi buku perlu memenuhi sejumlah pertimbangan dari sisi penerbit.

Senior Editor Intrans Publishing Andung Eko Wijayanto. (Yordan/UBTV)

Ada tiga aspek utama yang diperhatikan, yakni daya tarik tema, kebaruan atau novelty, dan segmentasi pembaca. Ketiganya menjadi bahan pertimbangan sebelum editor memutuskan pengembangan sebuah naskah.

“Apakah buku itu menarik atau tidak. Kemudian ada terkait isi kebaruan, novelty. Apakah ada kebaruan? Apakah tema yang disampaikan up to date atau tidak?” jelas Andung.

Ia mencontohkan isu hukum pidana lingkungan yang sedang menjadi perhatian. Tema yang berkaitan dengan persoalan aktual dan memiliki literatur yang belum banyak diterbitkan dinilai berpotensi menarik minat pembaca.

Setiap naskah yang dikirimkan ke penerbit, lanjut Andung, akan melalui proses review. Editor kemudian berkoordinasi dengan penulis untuk membahas pengembangan naskah sesuai tema dan segmentasi pembaca.

AI dan Tantangan Orisinalitas

Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan juga menjadi perhatian dalam perkembangan dunia penerbitan. Andung mengatakan pemanfaatan AI perlu dilihat dari sisi kepantasan serta konsekuensi yang muncul terhadap karya penulis.

Menurutnya, penerbit memiliki standar operasional yang berkaitan dengan penggunaan AI dan tingkat plagiarisme. Standar tersebut menjadi bagian dari pertimbangan sebelum sebuah naskah diterbitkan.

“Kalau AI itu, Mas, patokannya adalah pantas atau tidak pantasnya,” kata Andung.

Karena itu, penulis perlu memahami konsekuensi penggunaan AI terhadap naskah yang mereka hasilkan. Terlebih, karya yang telah diterbitkan akan dibaca dan dinilai oleh masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi tersebut, Andung mengajak penulis muda untuk tidak ragu memulai. Ia menyarankan penulis menuangkan gagasan yang dimiliki sekaligus memilih penerbit yang sesuai dengan karakter karyanya.

“Jangan takut menulis. Silakan menulis apa saja yang dipikirkan dan tolong pilih penerbit yang kira-kira bisa mengakomodir keinginan dari penulis,” ujarnya.

Prof. Fadli turut mendorong mahasiswa untuk membiasakan diri menulis. Menurutnya, kesulitan pada tahap awal merupakan bagian dari proses yang perlu dilalui hingga menulis menjadi kebiasaan.

“Harus nulis. Apapun adanya harus nulis. Awalnya akan sulit, tapi ketika sudah terbiasa enggak masalah,” ujar Prof. Fadli. (gal)

Post Views: 53
Tags: AIartificial intelligencebuku populerFh UBgalangIntrans PublishingKANAL24kanal24.co.idLegacy Book Fair 2026Penulis MudaRiset Mahasiswauniversitas brawijaya
Previous Post

Pendanaan InsaIntek: CoE CBSA FTAB UB Wujudkan Ekosistem Ekonomi Sirkular Maggot BSF di Malang Raya

Next Post

FH UB Bekali Mahasiswa Kenotariatan Tembus Jurnal SINTA 2

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
FH UB Bekali Mahasiswa Kenotariatan Tembus Jurnal SINTA 2

FH UB Bekali Mahasiswa Kenotariatan Tembus Jurnal SINTA 2

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
FH UB Bekali Mahasiswa Kenotariatan Tembus Jurnal SINTA 2

FH UB Bekali Mahasiswa Kenotariatan Tembus Jurnal SINTA 2

August 27, 2026
Riset Jangan Berhenti di Jurnal, Ubah Jadi Buku

Riset Jangan Berhenti di Jurnal, Ubah Jadi Buku

August 27, 2026
Pendanaan InsaIntek: CoE CBSA FTAB UB Wujudkan Ekosistem Ekonomi Sirkular Maggot BSF di Malang Raya

Pendanaan InsaIntek: CoE CBSA FTAB UB Wujudkan Ekosistem Ekonomi Sirkular Maggot BSF di Malang Raya

August 27, 2026
Mengenal Peran Strategis PPID Universitas Brawijaya sebagai Gerbang Pembuka Informasi

Mengenal Peran Strategis PPID Universitas Brawijaya sebagai Gerbang Pembuka Informasi

August 27, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025