Kanal24, Malang – Padatnya aktivitas sehari-hari sering membuat waktu tidur menjadi hal yang mudah dikorbankan. Tugas, kegiatan sekolah atau kuliah, penggunaan gawai, hingga kebiasaan tidur larut malam dapat membuat waktu istirahat berkurang. Padahal, tidur menjadi bagian penting dari keseharian yang membantu tubuh dan pikiran memulihkan diri setelah beraktivitas.
Kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya seseorang tidur, tetapi juga kenyamanan dan keteraturan waktu istirahat. Karena itu, memperbaiki pola tidur dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari mengatur jadwal tidur hingga menciptakan lingkungan kamar yang nyaman.
Baca juga:
Cara Hemat Anak Kos Tanpa Harus Mengorbankan Kebutuhan Sehari-hari
Kenali Kebutuhan Tidur Tubuh
Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda berdasarkan usia. Remaja umumnya membutuhkan sekitar 8–10 jam tidur setiap malam, sedangkan orang dewasa membutuhkan sekitar 7–9 jam. Kebutuhan tersebut penting untuk menunjang konsentrasi, kondisi emosional, dan aktivitas sehari-hari.

Bagi pelajar dan mahasiswa, kesibukan akademik sering menjadi alasan waktu tidur berkurang. Kebiasaan mengerjakan tugas hingga larut malam atau menggunakan gawai sebelum tidur dapat membuat waktu istirahat semakin mundur.
Kurang tidur juga dapat membuat tubuh terasa lelah ketika bangun. Konsentrasi dan produktivitas pada hari berikutnya dapat ikut terganggu. Karena itu, tidur sebaiknya tidak terus-menerus dianggap sebagai aktivitas yang bisa dikorbankan ketika jadwal sedang padat.
Bangun Rutinitas Sebelum Tidur
Salah satu cara meningkatkan kualitas tidur adalah membangun rutinitas yang konsisten. Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari agar tubuh terbiasa mengenali waktu istirahat.
Penggunaan ponsel menjelang tidur juga dapat dikurangi. Waktu sebelum tidur dapat dialihkan dengan kegiatan yang lebih menenangkan, seperti membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau mempersiapkan kebutuhan untuk keesokan hari.
Kondisi kamar turut memengaruhi kenyamanan. Ruangan yang terlalu terang, bising, atau panas dapat membuat seseorang lebih sulit beristirahat. Menjaga kamar tetap nyaman dan tenang dapat membantu tubuh bersiap memasuki waktu tidur.
Bagi yang terbiasa tidur siang, durasinya juga perlu diperhatikan. Tidur siang terlalu lama atau terlalu sore dapat membuat rasa kantuk pada malam hari berkurang.
Jaga Kebiasaan Sepanjang Hari
Kualitas tidur malam juga dipengaruhi aktivitas sepanjang hari. Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran dan mendukung pola tidur. Namun, olahraga berat terlalu dekat dengan waktu tidur sebaiknya dihindari apabila membuat tubuh semakin terjaga.
Pola makan juga tidak kalah penting. Makan dalam jumlah besar menjelang tidur dapat membuat tubuh masih aktif mencerna makanan. Konsumsi minuman berkafein pada sore atau malam hari juga sebaiknya dibatasi karena dapat mengganggu rasa kantuk.
Selain faktor fisik, kondisi pikiran juga perlu diperhatikan. Stres dan kecemasan dapat membuat seseorang sulit merasa tenang ketika sudah berada di tempat tidur. Menuliskan hal yang perlu dilakukan keesokan hari atau melakukan aktivitas relaksasi dapat membantu mengurangi pikiran yang terus berputar.
Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Pada akhirnya, tidur berkualitas tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Konsistensi menjaga jadwal tidur, mengurangi gawai sebelum tidur, menciptakan kamar yang nyaman, aktif bergerak, dan memperhatikan pola makan dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan tidur yang lebih sehat.(ffn)













