Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Anak Makin Pendiam? Bisa Jadi Bukan Karena Tak Percaya Orang Tua

Einid Shandy by Einid Shandy
September 12, 2026
in Gaya Hidup
0
Anak Makin Pendiam? Bisa Jadi Bukan Karena Tak Percaya Orang Tua

Bukan Tak Percaya, Ini Alasan Anak Enggan Bercerita (AI)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Anak yang dulu mudah bercerita tentang sekolah, teman, hingga hal-hal kecil di rumah bisa tiba-tiba berubah menjadi lebih pendiam. Pertanyaan sederhana mulai dijawab singkat, sementara waktu lebih banyak dihabiskan sendiri. Bagi orang tua, perubahan ini sering menimbulkan kekhawatiran sekaligus pertanyaan: apakah anak mulai tidak percaya kepada keluarga?

Tidak selalu demikian. Sikap tertutup bisa muncul karena anak belum merasa cukup aman untuk menceritakan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan. Takut dimarahi, dihakimi, dibandingkan dengan orang lain, hingga khawatir mengecewakan orang tua dapat membuat anak memilih diam. Karena itu, semakin sering anak dituntut untuk terbuka belum tentu membuat mereka semakin mudah bercerita.

Baca Juga:
Scan, Bayar, Selesai: Begini QRIS Mengubah Gaya Transaksi Gen Z

Respons Orang Tua Bisa Menentukan

Keterbukaan anak tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering orang tua mengajukan pertanyaan. Cara orang tua merespons ketika anak mulai bercerita justru dapat menentukan apakah percakapan berikutnya akan berlanjut atau berhenti.

Ketika cerita anak langsung disambut dengan kemarahan, ceramah panjang, atau sederet pertanyaan, mereka dapat merasa bahwa berbicara hanya akan membuat situasi semakin rumit. Akhirnya, diam dianggap sebagai pilihan yang lebih aman.

Hal ini bukan berarti orang tua tidak boleh memberikan nasihat. Masalahnya terletak pada waktu dan cara penyampaiannya. Anak yang sedang mencoba mengungkapkan masalah sering kali membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan terlebih dahulu, bukan langsung memberikan penilaian.

Perasaan seperti takut, malu, kecewa, atau bingung juga tidak selalu mudah dijelaskan anak. Karena belum mampu mengungkapkannya melalui kata-kata, perubahan sikap bisa menjadi cara mereka menunjukkan bahwa ada sesuatu yang sedang dirasakan.

Jangan Terburu-buru Melabeli Anak

Anak yang lebih banyak diam tidak otomatis sedang mengalami masalah. Setiap anak memiliki karakter dan cara berkomunikasi yang berbeda. Ada yang nyaman bercerita secara langsung, sementara lainnya membutuhkan waktu lebih lama sebelum mau membuka diri.

Yang perlu diperhatikan adalah perubahan dari kebiasaan sebelumnya. Jika anak yang biasanya aktif tiba-tiba menarik diri, enggan berinteraksi, sering menghindari percakapan, atau menunjukkan perubahan perilaku dalam waktu cukup lama, orang tua perlu memberikan perhatian lebih.

Pendekatan yang terlalu cepat menyimpulkan seperti “kamu sekarang berubah” atau “kamu sudah tidak mau cerita lagi” justru dapat membuat anak semakin defensif. Lebih baik, orang tua menunjukkan perhatian tanpa membuat anak merasa sedang diperiksa.

Ciptakan Rumah sebagai Tempat Aman

Membangun kembali komunikasi tidak harus dimulai dengan percakapan serius. Orang tua dapat memanfaatkan momen sederhana seperti makan bersama, perjalanan, menonton film, atau melakukan aktivitas yang disukai anak.

Ketika anak mulai bercerita, berikan kesempatan untuk menyelesaikan ceritanya. Hindari langsung memotong dengan nasihat atau membandingkan pengalaman mereka dengan pengalaman orang lain.

Kalimat sederhana seperti, “Kalau belum siap cerita sekarang, tidak apa-apa,” dapat memberikan ruang bagi anak untuk menentukan kapan mereka siap berbicara. Sikap tersebut menunjukkan bahwa orang tua tetap hadir tanpa memaksa.

Orang tua juga dapat menunjukkan bahwa membicarakan perasaan bukan sesuatu yang memalukan. Dengan terbuka mengenai rasa lelah, kecewa, atau khawatir secara proporsional, orang tua dapat memberi contoh bahwa emosi merupakan bagian wajar dari kehidupan.

Pada akhirnya, keterbukaan anak tidak lahir dari pertanyaan yang terus diulang. Ia tumbuh dari rasa aman yang dibangun sedikit demi sedikit. Ketika anak tahu bahwa ceritanya akan didengar tanpa langsung dihakimi, rumah bukan hanya menjadi tempat pulang, tetapi juga tempat pertama untuk mencari pertolongan. (gal)

Post Views: 30
Tags: anak tertutupanak tidak mau berceritagalanghubungan keluargaKANAL24kanal24.co.idkomunikasi orang tua dan anakpola asuh
Previous Post

Dari Teman Jadi Pasangan, Ini yang Perlu Dipertimbangkan

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Anak Makin Pendiam? Bisa Jadi Bukan Karena Tak Percaya Orang Tua

Anak Makin Pendiam? Bisa Jadi Bukan Karena Tak Percaya Orang Tua

September 12, 2026
Dari Teman Jadi Pasangan, Ini yang Perlu Dipertimbangkan

Dari Teman Jadi Pasangan, Ini yang Perlu Dipertimbangkan

September 12, 2026
Benarkah Perbedaan Bikin Hubungan Langgeng?

Benarkah Perbedaan Bikin Hubungan Langgeng?

September 12, 2026
Tidur Berkualitas Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

Tidur Berkualitas Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

September 12, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025