Kanal24, Malang – Kemampuan menulis karya ilmiah menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa Magister Kenotariatan (MKN), terutama ketika memasuki tahap penelitian dan penyusunan tugas akhir. Namun, menulis artikel jurnal tidak hanya membutuhkan kemampuan menuangkan hasil penelitian, tetapi juga pemahaman mengenai substansi, teknis penulisan, pemilihan jurnal, hingga strategi agar artikel dapat diterima untuk dipublikasikan.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam gathering MKN Universitas Brawijaya (UB) Jakarta yang digelar di kampus utama UB, Malang. Salah satu agenda kegiatan berupa pelatihan penulisan jurnal yang menghadirkan Prof. Dhiana Puspitawati, S.H., LL.M., Ph.D. sebagai pemateri. Mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan artikel ilmiah, pemilihan jurnal yang sesuai, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirimkan naskah untuk publikasi.
Baca juga:
Brawijaya SDG Summit 2026 Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak
Menulis Jurnal Tak Sekadar Ubah Tesis
Prof. Dhiana menjelaskan bahwa penulisan artikel jurnal memiliki dua aspek utama yang perlu diperhatikan mahasiswa, yakni substansi dan teknis. Keduanya menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menentukan kualitas sebuah artikel ilmiah.

Pada tahap awal, aspek teknis menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Mahasiswa harus memastikan artikel yang disusun sesuai dengan tujuan dan cakupan jurnal yang dituju. Setiap jurnal memiliki ketentuan tersendiri mengenai format, sistematika penulisan, gaya sitasi, hingga batasan tertentu dalam penyajian artikel.
Selain itu, aspek plagiarisme juga menjadi perhatian penting. Mahasiswa perlu memastikan artikel yang dikirim merupakan karya yang disusun secara akademik dan tidak memiliki kemiripan yang bermasalah dengan karya lain.
Dhiana juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengubah keseluruhan isi tesis menjadi artikel jurnal. Penelitian yang telah dilakukan dapat dikembangkan menjadi beberapa tulisan dengan mengambil bagian atau fokus tertentu yang memiliki pembahasan lebih spesifik.
Misalnya, sebuah penelitian yang memiliki beberapa rumusan masalah tidak harus menjadikan seluruh rumusan masalah tersebut sebagai satu artikel. Mahasiswa dapat memilih satu aspek penelitian yang memiliki nilai analisis kuat untuk kemudian dikembangkan menjadi artikel tersendiri.
Pentingnya Menentukan Signifikansi Penelitian
Selain persoalan teknis, substansi menjadi bagian yang tidak kalah penting. Mahasiswa perlu mampu menjelaskan mengapa penelitian yang dilakukan penting untuk dibahas.
Menurut Dhiana, artikel ilmiah perlu memiliki signifikansi penelitian yang jelas. Artinya, mahasiswa harus dapat menunjukkan alasan ilmiah mengapa suatu persoalan layak diteliti dan apa kontribusi yang dapat diberikan melalui penelitian tersebut.
Hal ini menjadi penting karena artikel jurnal tidak seharusnya hanya dibuat untuk memenuhi kewajiban akademik atau mengejar kelulusan. Penelitian juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan akademik dan kelembagaan.
Mahasiswa juga perlu memiliki kepekaan dalam menemukan persoalan penelitian. Informasi yang diperoleh dari internet maupun media sosial tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa suatu persoalan belum pernah diteliti.
Penelusuran terhadap penelitian terdahulu tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan kajian yang sudah ada. Dengan demikian, mahasiswa dapat menemukan celah penelitian sekaligus menentukan posisi tulisan yang akan dibuat.
Kenali Jurnal Sebelum Kirim Artikel
Pemilihan jurnal menjadi tahap penting lainnya dalam proses publikasi. Mahasiswa perlu mengetahui karakteristik jurnal yang dituju sebelum mengirimkan artikel.
Kesesuaian antara topik penelitian dengan fokus dan cakupan jurnal menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Artikel yang substansinya tidak sesuai dengan bidang jurnal berpotensi tidak dapat melanjutkan proses penilaian meskipun penelitian yang dilakukan memiliki kualitas akademik.
Selain itu, mahasiswa juga perlu berhati-hati terhadap jurnal predator. Jurnal semacam ini dapat menawarkan proses publikasi dengan cara yang tidak memenuhi standar publikasi ilmiah yang semestinya. Karena itu, kemampuan mengenali karakteristik jurnal menjadi bagian dari keterampilan publikasi yang perlu dikuasai mahasiswa.
Dalam proses tersebut, mahasiswa dapat memanfaatkan sumber literatur yang telah disediakan UB. Akses terhadap berbagai database akademik dan sumber hukum dapat membantu mahasiswa memperkuat landasan penelitian sekaligus menemukan referensi yang relevan.
Pelatihan penulisan jurnal dalam gathering MKN UB Jakarta diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan naskah. Mahasiswa juga didorong memahami keseluruhan proses publikasi, mulai dari menentukan fokus penelitian, menyusun artikel sesuai standar ilmiah, memilih jurnal yang tepat, hingga mempersiapkan naskah untuk dikirimkan.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya MKN UB Jakarta meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi karya ilmiah yang dapat berkontribusi pada pengembangan pengetahuan di bidang kenotariatan dan hukum.(ffn)














