Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Festival Kampoeng Boedoyo Ketawanggede Jadi Ruang Globalisasi Program UB

Einid Shandy by Einid Shandy
September 28, 2026
in Regional
0
Festival Kampoeng Boedoyo Ketawanggede Jadi Ruang Globalisasi Program UB

Festival Kampoeng Boedoyo Ketawanggede Jadi Ruang Globalisasi Program UB

13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Lorong-lorong padat Kelurahan Ketawanggede, Kota Malang, berubah menjadi ruang perjumpaan budaya, teknologi, dan riset. Di kawasan lingkar luar Universitas Brawijaya (UB), tradisi lokal dipadukan dengan inovasi digital untuk membangun lingkungan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Transformasi tersebut berlangsung melalui Festival Kampoeng Boedoyo Ketawanggede ke-4 pada 25–28 September 2026. Kegiatan melibatkan lebih dari 90 lapak UMKM dari tiga wilayah RW. Festival mengangkat tema “Punokawan Balik Kampoeng: Soko Sobo Donya” dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan sebagai living lab UB.

Baca Juga:
Limbah Pertanian di Kediri Diolah Jadi Pakan dan Pupuk oleh FT UB

Living Lab Dorong Dampak Global dari Akar Rumput

Konsep living lab menjadi salah satu pendekatan UB dalam menghubungkan riset kampus dengan kebutuhan masyarakat. Ketawanggede dikembangkan sebagai ruang penerapan inovasi yang dapat diuji langsung bersama warga.

Melalui pendekatan tersebut, berbagai bidang keilmuan diarahkan untuk memberi dampak nyata. Salah satunya melalui edukasi pangan dan gizi bagi pelaku usaha kuliner di sekitar kampus.

Akademisi dan peneliti UB mendampingi warga dalam pengolahan makanan yang lebih sehat. Pendampingan mencakup penggunaan minyak goreng, komposisi makanan, serta pemenuhan gizi yang lebih seimbang.

Program ini menunjukkan bahwa riset tidak berhenti pada ruang akademik. Pengetahuan yang dihasilkan kampus diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat sekitar.

Dr. Mofid, Ketua Tim Kawasan Lingkar Kampus (KLK) UB, menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan living lab.

“Tolok ukur sejati kami sangat mendasar: setelah seluruh panggung dibongkar, apakah kedai warga tetap konsisten menyajikan makanan sehat? apakah kesehatan dan kesejahteraan warga membaik? Keberlanjutan adalah inti dari living lab ini.”

Teknologi dan Budaya Jadi Bagian Program Global UB

Festival juga memperlihatkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperkuat ekosistem masyarakat. Kolaborasi dengan Google Education Partner menghadirkan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha mikro.

Salah satu penerapannya terlihat melalui penggunaan pembayaran nontunai berbasis QRIS. Warga juga mendapatkan penguatan literasi mengenai keamanan transaksi digital dan pemanfaatan data penjualan.

Teknologi kemudian dipadukan dengan pendekatan budaya melalui video mapping dan digital storytelling. Dinding permukiman dimanfaatkan sebagai ruang visual yang menampilkan narasi seni dan budaya.

Anak-anak juga dikenalkan dengan permainan logika berbasis board game. Permainan tersebut mendorong kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama.

Perpaduan tersebut memperlihatkan arah pengembangan kawasan yang tidak hanya mengandalkan teknologi. Identitas budaya masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam membangun ruang publik yang inklusif.

Ketawanggede Disiapkan sebagai Immersion Destination

Bagi UB, pengembangan Ketawanggede memiliki keterkaitan dengan agenda globalisasi perguruan tinggi. Kawasan sekitar kampus tidak hanya diposisikan sebagai lingkungan pendukung aktivitas akademik, tetapi juga sebagai ruang yang menunjukkan dampak sosial dari inovasi.

Melalui konsep immersion destination, tamu, peneliti, dan delegasi internasional dapat melihat penerapan inovasi secara langsung di masyarakat. Mereka dapat berinteraksi dengan warga, melihat aktivitas UMKM, serta mengenal perpaduan budaya lokal dan teknologi.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya UB memperluas makna globalisasi. Capaian internasional tidak hanya dibangun melalui aktivitas akademik, tetapi juga melalui kontribusi terhadap masyarakat.

Ketua Panitia Festival Kampoeng Boedoyo Ketawanggede ke-4, Yanto, mengatakan keterlibatan warga menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut.

“Tema Punokawan Balik Kampoeng adalah janji moral kita bersama. Setinggi apa pun ilmu yang kita cari di luar sana, ia harus kembali untuk memakmurkan tetangga di sekeliling kita.”

Festival Kampoeng Boedoyo Ketawanggede menunjukkan bagaimana kawasan lokal dapat menjadi ruang penerapan program global UB. Dari lingkungan sekitar kampus, inovasi akademik, teknologi, dan budaya dipertemukan untuk menciptakan dampak yang dapat dikenalkan lebih luas.(ffn)

Post Views: 49
Tags: Festival Kampoeng Boedoyofifaglobalisasi UBKANAL24kanal24.co.idKetawanggedeLiving Lab UBuniversitas brawijaya
Previous Post

PDIH UB Bekali Mahasiswa MKN Jakarta Akses Sumber Hukum

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Festival Kampoeng Boedoyo Ketawanggede Jadi Ruang Globalisasi Program UB

Festival Kampoeng Boedoyo Ketawanggede Jadi Ruang Globalisasi Program UB

September 28, 2026
PDIH UB Bekali Mahasiswa MKN Jakarta Akses Sumber Hukum

PDIH UB Bekali Mahasiswa MKN Jakarta Akses Sumber Hukum

September 28, 2026
MKN UB Jakarta Bekali Mahasiswa Strategi Tembus Jurnal Ilmiah

MKN UB Jakarta Bekali Mahasiswa Strategi Tembus Jurnal Ilmiah

September 28, 2026
Limbah Pertanian di Kediri Diolah Jadi Pakan dan Pupuk oleh FT UB

Limbah Pertanian di Kediri Diolah Jadi Pakan dan Pupuk oleh FT UB

September 28, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025