Kanal24, Malang – Jalur pendakian tidak selalu ramah untuk kaki. Tanah licin, bebatuan, akar pohon dan tanjakan panjang bisa menjadi tantangan tersendiri selama perjalanan. Dalam kondisi seperti itu, sepatu menjadi salah satu perlengkapan penting untuk menjaga kaki tetap nyaman selama menempuh jalur.
Karena itu, memilih sepatu gunung perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter medan. Pilihannya pun beragam, mulai dari model dengan harga lebih terjangkau hingga sepatu dengan fitur yang menunjang aktivitas outdoor. Berikut tiga rekomendasi yang bisa menjadi pertimbangan sebelum berangkat mendaki.
Baca Juga:
Manfaat Lari Malam untuk Kesehatan: Lebih dari Sekadar Bakar Kalori
RUBTRACK Serva, Pilihan Terjangkau
RUBTRACK Serva menjadi salah satu pilihan bagi pendaki yang mencari sepatu gunung dengan harga lebih terjangkau. Model mid-cut membuat sepatu menutup area hingga sekitar mata kaki, sementara bagian upper menggunakan bahan suede.

Bagian outsole menggunakan TPR atau thermoplastic rubber. Produk ini juga memiliki desain yang fleksibel dan ringan sehingga dapat menunjang pergerakan selama aktivitas luar ruang. RUBTRACK Serva tersedia dalam ukuran 37 hingga 44 dengan harga referensi sekitar Rp289 ribu.
Salomon XT-6 Goretex, Model Low-Cut
Salomon XT-6 Goretex Triple Black hadir dengan model low-cut yang memberikan keleluasaan bergerak. Bagian upper menggunakan kombinasi nylon dan mesh, sedangkan outsole berbahan rubber.

Sepatu ini dilengkapi toecap yang membantu melindungi bagian depan kaki. Agile Chassis System juga menjadi salah satu fitur yang mendukung stabilitas dan kenyamanan ketika digunakan untuk aktivitas outdoor maupun kegiatan sehari-hari.
Model ini tersedia dalam ukuran 39 hingga 44 dengan harga referensi sekitar Rp2,599 juta. Harganya berada di atas dua pilihan lainnya sehingga dapat dipertimbangkan oleh pengguna yang membutuhkan sepatu dengan fitur dan desain yang lebih lengkap.
Eiger WS X-Tyranno 1.0, Andalkan Grip
Eiger WS X-Tyranno 1.0 dapat menjadi pilihan bagi pendaki yang membutuhkan perlindungan dan daya cengkeram pada medan yang beragam. Sepatu ini menggunakan upper berbahan suede leather dan polymesh dengan model mid-cut.

Bagian dalam menggunakan insole OrthoLite yang empuk dan ringan. Sementara itu, outsole berbahan Vibram menjadi salah satu fitur utama yang memberikan daya cengkeram pada berbagai kondisi medan. Sepatu ini tersedia dalam ukuran 36 hingga 41 dengan harga referensi sekitar Rp1,079 juta.
Selain memilih model, pendaki tetap perlu menyesuaikan sepatu dengan karakter jalur dan beban bawaan. Untuk trek ringan hingga sedang, model low-cut atau mid-cut dengan bobot ringan dapat memberikan fleksibilitas. Sementara pada medan lebih terjal, perlindungan area pergelangan kaki dan daya cengkeram outsole menjadi pertimbangan penting.
Pada akhirnya, tidak ada satu sepatu yang otomatis cocok untuk semua pendaki. Ukuran, kenyamanan, kondisi medan, cuaca dan kebutuhan perjalanan tetap perlu diperhatikan sebelum membeli. Dengan perlengkapan yang sesuai, persiapan mendaki dapat dilakukan lebih matang sehingga perjalanan terasa lebih nyaman. (gal)













