Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) kembali menghadirkan seni pewayangan sebagai medium pendidikan karakter melalui Pagelaran Wayang Kulit Kontemporer Karakter Brawijayan 2026. Tahun ini, lakon Mutiara Kerang Kencana akan dipentaskan di Gedung Samantha Krida UB, Sabtu (3/10/2026).
Pagelaran dijadwalkan berlangsung pukul 18.00–21.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Karakter Brawijayan dan Globalizing Universitas Brawijaya (GUB) bersama Sanggar Seni Gumelaring Sasangka Aji.
Melalui pagelaran tersebut, UB berupaya menghadirkan nilai-nilai Karakter Brawijayan melalui seni dan budaya Nusantara yang dekat dengan masyarakat sekaligus relevan dengan kehidupan generasi saat ini.
Wayang tidak hanya ditempatkan sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan nilai, mengajak penonton melakukan refleksi, serta mempertemukan warisan budaya dengan pendidikan karakter.

Berlanjut dari Dewa Ruci
Pagelaran Mutiara Kerang Kencana menjadi bagian dari rangkaian Karakter Brawijayan yang sebelumnya menggunakan pewayangan sebagai medium penyampaian nilai.
Pada 2024, lakon Dewa Ruci digunakan untuk merefleksikan perjalanan manusia dalam menemukan makna kehidupan dan membangun hati yang suci. Pagelaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan Karakter Brawijayan melalui seni pewayangan.
Pesan tersebut kemudian dibawa ke ruang internasional pada 2025 melalui pagelaran Dewa Ruci di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
Saat itu, wayang juga menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus media untuk memperkenalkan nilai kejujuran, integritas, kerja keras, semangat pantang menyerah, dan keberanian kepada pelajar serta masyarakat Indonesia di luar negeri.
Memasuki 2026, perjalanan tersebut dilanjutkan melalui lakon Mutiara Kerang Kencana.
Perjalanan Bima Menemukan Mutiara Brawijaya
Lakon Mutiara Kerang Kencana membawa penonton mengikuti perjalanan Bima yang bersinggungan dengan pencarian jiwa suci, kebajikan, keberagaman, serta tanggung jawab menjaga kehidupan dan alam.
Kisah tersebut juga memuat refleksi mengenai keserakahan, keberanian mengakui kesalahan, pemulihan, serta kesadaran spiritual.
Kerang Kencana menjadi bagian penting dalam perjalanan Bima. Namun, makna cerita tidak berhenti pada benda ataupun kekuatan yang terdapat di dalamnya.
Perjalanan Bima diarahkan pada kesadaran bahwa kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh ego, harta, maupun jabatan. Kemuliaan justru berkaitan dengan keberanian mengakui kesalahan, kesucian jiwa, serta kesadaran spiritual untuk terhubung dengan Tuhan dan menumbuhkan karakter luhur.
Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan semangat Karakter Brawijayan sebagai kekhasan Universitas Brawijaya.
Peraturan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 108 Tahun 2023 menempatkan Karakter Brawijayan sebagai kekhasan UB yang menjadi aliran berpikir, rujukan, dan contoh baik dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi.
Melalui pagelaran tahun ini, seni pewayangan kembali ditempatkan sebagai tontonan sekaligus tuntunan. Penonton tidak hanya diajak menikmati cerita, gamelan, tokoh, dan visual pertunjukan, tetapi juga menemukan nilai yang dapat direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari.
Lakon Mutiara Kerang Kencana akan dipentaskan pada 3 Oktober 2026 di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Pertunjukan tersebut menjadi kelanjutan upaya Karakter Brawijayan menjadikan seni budaya sebagai ruang untuk memperkenalkan dan merefleksikan nilai karakter kepada sivitas akademika maupun masyarakat. (nid)














