Kanal24, Malang – Kehilangan orang yang dicintai menjadi pengalaman yang sulit diterima. Namun, bagaimana jika sosok yang telah pergi justru kembali melalui tubuh orang lain? Pertanyaan tersebut menjadi awal dari konflik dalam novel Naoko karya penulis Jepang, Keigo Higashino.
Pada Jumat, (02/10/2026), novel Naoko kembali menarik perhatian pembaca melalui rekomendasi buku Gramedia. Cerita berpusat pada Sugita Heisuke yang kehilangan istrinya, Naoko, dalam kecelakaan bus. Putrinya, Monami, selamat tetapi mengalami koma. Setelah sadar, Monami menunjukkan ingatan dan perilaku yang membuat Heisuke merasa Naoko hadir kembali dalam tubuh putrinya.
Baca Juga:
Review Novel 3726 MDPL, Romansa Pendakian Rinjani yang Bikin Baper
Kecelakaan yang Mengubah Kehidupan Keluarga
Sebelum kecelakaan, Heisuke menjalani kehidupan sederhana bersama Naoko dan Monami. Kehidupan keluarga tersebut berubah ketika kecelakaan merenggut nyawa Naoko dan membuat Monami berada dalam kondisi kritis.
Situasi menjadi semakin rumit setelah Monami sadar dari koma. Secara fisik, ia tetap merupakan putri Heisuke. Namun, sejumlah ingatan dan perilakunya justru menyerupai Naoko.
Heisuke kemudian dihadapkan pada kondisi yang sulit dipahami. Ia harus menerima kenyataan bahwa istrinya telah meninggal, sekaligus menghadapi sosok yang terasa begitu akrab dalam tubuh anaknya.
Konflik tersebut membuat kehidupan keluarga mereka tidak lagi berjalan seperti sebelumnya. Hubungan antara Heisuke dan Monami juga berubah karena kehadiran kesadaran yang dianggap sebagai Naoko.
Premis ini menjadi pintu masuk Higashino untuk membangun cerita yang tidak hanya mengandalkan unsur misteri. Perubahan dalam keluarga menjadi sumber persoalan yang terus berkembang sepanjang cerita.
Misteri Identitas dalam Tubuh Monami
Pertanyaan terbesar dalam Naoko bukan hanya mengenai bagaimana kejadian tersebut dapat terjadi. Novel ini juga mengajak pembaca mempertanyakan arti identitas seseorang.
Jika ingatan, kebiasaan, dan kepribadian seseorang masih melekat, apakah identitasnya tetap sama ketika tubuhnya berubah?
Pertanyaan tersebut membuat hubungan Heisuke dan Monami menjadi semakin kompleks. Heisuke harus menentukan bagaimana memperlakukan sosok yang secara fisik merupakan anaknya, tetapi memiliki banyak hal yang mengingatkannya pada sang istri.
Monami juga menghadapi persoalan tersendiri. Ia harus menjalani kehidupan dengan tubuh yang bukan lagi sekadar tubuhnya sendiri dalam pandangan orang-orang di sekitarnya.
Higashino membangun ketegangan melalui situasi tersebut. Misteri tidak hanya muncul dari sebuah kejadian yang sulit dijelaskan, tetapi juga dari konsekuensi yang harus dihadapi setiap tokoh.
Gramedia menggambarkan Naoko sebagai cerita yang membawa persoalan cinta, kehilangan, dan identitas. Konflik keluarga menjadi bagian penting dari perjalanan cerita tersebut.
Keigo Higashino Padukan Misteri dan Drama Keluarga
Naoko pertama kali diterbitkan di Jepang pada 1998 dengan judul Himitsu. Novel ini kemudian meraih Japan Mystery Writers Award pada 1999. Ceritanya juga diadaptasi menjadi film Jepang berjudul Secret pada tahun yang sama.
Keigo Higashino dikenal melalui karya-karya misterinya yang kerap menghadirkan persoalan manusia di balik sebuah teka-teki. Dalam Naoko, pendekatan tersebut terlihat melalui konflik keluarga yang menjadi pusat cerita.
Berbeda dari misteri yang berfokus pada pencarian pelaku, ketegangan dalam novel ini tumbuh dari pertanyaan tentang hubungan dan identitas. Pembaca tidak hanya dibuat penasaran dengan kejadian yang dialami keluarga Heisuke, tetapi juga diajak mengikuti dampaknya.
Hubungan antara Heisuke dan Monami menjadi bagian penting dari perkembangan cerita. Perubahan tersebut membuat persoalan sederhana dalam kehidupan sehari-hari terasa semakin rumit.
Naoko akhirnya menghadirkan perpaduan antara misteri dan drama keluarga. Cerita tentang kehilangan dikembangkan melalui situasi yang tidak biasa, sekaligus membuka pertanyaan mengenai batas antara tubuh, ingatan, dan identitas.
Bagi pembaca yang menyukai novel Jepang dengan misteri psikologis dan konflik emosional, Naoko menawarkan cerita dengan premis yang berbeda. Novel ini tidak hanya mengandalkan teka-teki, tetapi juga menghadirkan persoalan keluarga yang menjadi inti perjalanan para tokohnya. (ndr)













