Kanal24, Malang – Program mobilitas mahasiswa menjadi salah satu cara Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) memperkuat hubungan akademik dengan perguruan tinggi luar negeri. Melalui UTP Student Mobility Program 2026, mahasiswa Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia berkesempatan mengenal lingkungan akademik UB sekaligus berinteraksi dengan mahasiswa setempat.
Kegiatan UTP Student Mobility Program 2026 berlangsung di Hall UBTV, Gedung Balai Senat Lantai 3, Universitas Brawijaya, Jumat (2/10/2026). Program ini menjadi bagian dari kerja sama Fakultas Vokasi UB dengan UTP di Seri Iskandar, Malaysia, yang telah berjalan melalui program mobilitas mahasiswa dan kolaborasi riset.
Baca Juga:
Vokasi UB Kembangkan SADEWA DESA Berbasis AI dan IoT
Perkuat Mobilitas Mahasiswa UB dan UTP
Ketua Pelaksana UTP Student Mobility Program 2026, Agung Budi Leksono, SE., MM., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program internasional yang rutin dilakukan Fakultas Vokasi UB.
Menurutnya, kerja sama dengan UTP telah berlangsung melalui berbagai kegiatan akademik. Kolaborasi tersebut mencakup riset bersama serta program mobilitas mahasiswa inbound dan outbound.

“Ini adalah kegiatan internasional yang sering dilaksanakan di Vokasi untuk mempererat kerja sama antara Universitas Brawijaya, khususnya Fakultas Vokasi, dengan universitas-universitas yang ada di luar negeri,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, hubungan yang telah terjalin juga memberikan peluang bagi mahasiswa UB untuk memperoleh pengalaman akademik di UTP. Fakultas Vokasi UB bahkan berencana mengirim mahasiswa ke UTP pada November mendatang.
Program mobilitas mahasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk keberlanjutan kerja sama kedua perguruan tinggi. Interaksi langsung juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan budaya negara mitra.
Kolaborasi Riset Terus Dikembangkan
Selain mobilitas mahasiswa, kerja sama Fakultas Vokasi UB dan UTP juga mencakup bidang riset. Agung menyebut kedua institusi telah menjalankan sejumlah riset bersama dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kolaborasi riset menjadi salah satu bidang yang masih dapat dikembangkan. Fakultas Vokasi UB berharap kerja sama tersebut dapat melahirkan lebih banyak kegiatan akademik yang mengakomodasi kepentingan kedua universitas.
“Harapannya ke depan juga semakin berkembang, terutama kegiatan-kegiatan atau kolaborasi riset yang mungkin bisa mengakomodir semua tujuan-tujuan dari kedua universitas,” jelasnya.
Agung menilai hubungan Fakultas Vokasi UB dengan UTP selama ini telah berjalan dengan baik. Karena itu, kegiatan student mobility menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan.
Pengembangan kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pertukaran mahasiswa. Riset bersama juga menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring akademik antara UB dan UTP.
Mahasiswa UTP Dapat Pengalaman Baru di Malang
Bagi mahasiswa UTP, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru selama berada di Malang. Salah satunya dirasakan Nazmi Farhan Bin Ezwanddy, mahasiswa program Computer Science UTP.
Nazmi mengatakan ketertarikannya mengikuti program tersebut tidak terlepas dari kesempatan untuk merasakan lingkungan dan fasilitas yang tersedia di UB. Selama berada di Malang, ia juga memperoleh pengalaman baru melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Salah satu hal yang berkesan baginya adalah keramahan masyarakat yang ditemuinya.
Nazmi juga mengaku terkesan dengan fasilitas yang tersedia di lokasi kegiatan. Pengalaman tersebut membuatnya tertarik untuk kembali mengikuti program serupa apabila terdapat kesempatan.

“Saya rasa sangat happy sebab dapat datang ke sini. Agak terpegun juga dengan fasilitas yang ada di sini,” ujarnya.
UTP Student Mobility Program 2026 menjadi bagian dari keberlanjutan hubungan Fakultas Vokasi UB dan UTP. Selain memberikan pengalaman lintas negara bagi mahasiswa, program tersebut membuka ruang bagi penguatan mobilitas mahasiswa dan pengembangan kolaborasi riset kedua perguruan tinggi. (ndr)














