Kanal24, Malang – Jam istirahat di sekolah biasanya diisi dengan makan, bermain, atau berbincang bersama teman. Namun, bagaimana jika waktu tersebut digunakan anak untuk tidur siang?
Kebiasaan tidur siang di sekolah mulai diterapkan di sejumlah satuan pendidikan. Langkah ini menjadi perhatian karena waktu istirahat tidak hanya dipandang sebagai jeda dari kegiatan belajar, tetapi juga kesempatan bagi anak memulihkan energi.
Bagi anak yang menjalani aktivitas sejak pagi hingga siang, rasa lelah dan kantuk bisa muncul sebelum seluruh kegiatan sekolah selesai. Tidur sejenak dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan waktu pemulihan sebelum mereka kembali belajar.
Baca Juga:
Hobi Jadi Cuan, Ini 8 Aktivitas Gen Z yang Bisa Menghasilkan Uang
Tidur Siang Jadi Jeda dari Padatnya Aktivitas
Rutinitas anak sekolah tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Setelah mengikuti pembelajaran, sebagian siswa masih memiliki kegiatan tambahan, tugas, hingga aktivitas ekstrakurikuler.
Kondisi tersebut membuat waktu istirahat menjadi bagian penting dalam keseharian anak. Ketika tubuh mulai lelah, kemampuan untuk mempertahankan perhatian juga dapat ikut menurun.
Karena itu, sejumlah sekolah mencoba memberikan kesempatan kepada siswa untuk beristirahat atau tidur siang. Waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal dan kondisi sekolah agar tidak mengganggu proses pembelajaran.
Tidur siang pun tidak harus berlangsung lama. Istirahat singkat dapat menjadi pilihan ketika anak membutuhkan waktu untuk mengurangi rasa lelah pada siang hari.
Bukan Pengganti Tidur Malam
Meski dapat menjadi waktu pemulihan, tidur siang tidak bisa menggantikan kebutuhan tidur pada malam hari. Anak tetap membutuhkan pola tidur yang cukup dan teratur sesuai usianya.
Kurang tidur dapat membuat anak lebih mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan kurang berenergi saat menjalani aktivitas. Karena itu, kebiasaan tidur malam yang baik tetap menjadi perhatian utama.
Orang tua juga perlu memperhatikan durasi tidur siang anak. Tidur terlalu lama atau terlalu dekat dengan waktu tidur malam berpotensi membuat anak lebih sulit tidur pada malam hari.
Dengan demikian, tidur siang sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti waktu tidur utama.
Sekolah Perlu Sesuaikan dengan Kebutuhan Anak
Penerapan tidur siang di sekolah juga tidak berarti setiap anak harus tidur. Kebutuhan istirahat setiap siswa dapat berbeda. Sekolah dapat menyediakan waktu tenang bagi siswa untuk beristirahat. Lingkungan yang bersih, nyaman, dan aman juga diperlukan agar waktu istirahat dapat berlangsung dengan baik.
Bila diterapkan secara tepat, tidur siang dapat menjadi bagian dari pola sekolah yang lebih memperhatikan kebutuhan anak. Belajar tidak selalu berarti terus berada dalam aktivitas. Ada kalanya anak justru membutuhkan jeda agar dapat kembali mengikuti pembelajaran dengan kondisi yang lebih siap.
Pada akhirnya, tidur siang di sekolah bukan sekadar soal tidur di tengah aktivitas belajar. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa waktu istirahat juga memiliki tempat dalam mendukung keseharian dan kenyamanan anak di sekolah. (ndr)













