Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Otomatisasi AI Diprediksi Ubah 36 Juta Pekerjaan, Ini 10 Sektor Terdampak

Einid Shandy by Einid Shandy
October 13, 2026
in Gaya Hidup
0
Otomatisasi AI Diprediksi Ubah 36 Juta Pekerjaan, Ini 10 Sektor Terdampak

AI mengubah pekerjaan administrasi dan perkantoran

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan mengubah kebutuhan tenaga kerja dalam satu dekade mendatang. Laporan McKinsey Global Institute yang dirilis pada 29 September 2026 memperkirakan adopsi AI dan teknologi otomatisasi lainnya dapat menurunkan permintaan terhadap pekerjaan yang ada di Amerika Serikat hingga 36 juta posisi pada 2035.

Meski demikian, perubahan tersebut tidak serta-merta berarti seluruh pekerjaan yang terdampak akan hilang. Sebagian pekerja diperkirakan tetap berada di bidangnya dengan pola kerja yang berubah, sementara sebagian lainnya perlu beralih ke kelompok pekerjaan berbeda. Kondisi ini menuntut pekerja, perusahaan, dan pemerintah mempersiapkan keterampilan baru agar mampu menghadapi perubahan pasar kerja.

Sepuluh Kelompok Pekerjaan yang Terdampak Otomatisasi

Berdasarkan laporan McKinsey Global Institute yang dikutip Liputan6, tingkat dampak otomatisasi berbeda-beda menurut kelompok pekerjaan. Perhitungannya mencakup jumlah pekerja, perkiraan jam kerja yang berpotensi diotomatisasi atau ditingkatkan secara signifikan, serta proyeksi penurunan permintaan tenaga kerja akibat otomatisasi.

Berikut sepuluh kelompok pekerjaan yang disebut dalam laporan tersebut:

  1. Dukungan kantor dan administrasi – sekitar 18 juta pekerja penuh waktu, dengan 81 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan tenaga kerja 38 persen.
  2. Pertanian, perikanan, dan kehutanan – sekitar 400.000 pekerja, dengan 76 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 43 persen.
  3. Teknologi dan analitik – sekitar 5,2 juta pekerja, dengan 70 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 22 persen.
  4. Manufaktur dan produksi – sekitar 8,5 juta pekerja, dengan 68 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 25 persen.
  5. Perdagangan ritel dan penjualan – sekitar 13,3 juta pekerja, dengan 67 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 27 persen.
  6. Bisnis dan keuangan – sekitar 10,5 juta pekerja, dengan 62 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 18 persen.
  7. Layanan makanan – sekitar 13,7 juta pekerja, dengan 60 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 31 persen.
  8. Seni, media, dan hiburan – sekitar 1,9 juta pekerja, dengan 58 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 13 persen.
  9. Transportasi dan logistik – sekitar 13,8 juta pekerja, dengan 55 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 30 persen.
  10. Instalasi dan perbaikan – sekitar 6,1 juta pekerja, dengan 54 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 15 persen.

Angka tersebut merupakan proyeksi untuk pasar tenaga kerja Amerika Serikat, bukan gambaran langsung kondisi ketenagakerjaan Indonesia. Persentase jam kerja yang terdampak juga tidak sama dengan persentase pekerja yang pasti kehilangan pekerjaan.

AI Mengubah Cara Kerja, Bukan Sekadar Menghapus Profesi

Direktur McKinsey Global Institute, Tanguy Catlin, menjelaskan bahwa meningkatnya otomatisasi tidak selalu berbanding lurus dengan penurunan kebutuhan tenaga kerja. Pada sejumlah profesi, AI justru dapat mengambil alih tugas tertentu sehingga pekerja memiliki lebih banyak waktu untuk menjalankan fungsi yang membutuhkan pertimbangan manusia.

Kolaborasi manusia dan robot dalam dunia kerja

Bidang hukum menjadi salah satu contohnya. Meski sekitar 47 persen jam kerja di bidang tersebut diperkirakan berpotensi terdampak otomatisasi, penurunan permintaan tenaga kerjanya diproyeksikan sebesar 18 persen.

AI dapat membantu pekerjaan seperti penelusuran dokumen dan riset awal. Namun, interpretasi hukum, pertimbangan etis, strategi penanganan perkara, serta pengambilan keputusan tetap membutuhkan penilaian dan tanggung jawab profesional.

Perubahan serupa berpotensi terjadi pada sektor administrasi, keuangan, media, dan teknologi. Karena itu, dampak AI perlu dilihat berdasarkan perubahan tugas dan kebutuhan keterampilan, bukan hanya berdasarkan nama profesi.

Sebagian Pekerja Perlu Beralih ke Bidang Baru

Laporan tersebut memperkirakan sekitar 11 juta pekerja di Amerika Serikat perlu berpindah kelompok pekerjaan dalam satu dekade mendatang. Angka itu setara dengan sekitar tujuh persen tenaga kerja yang menjadi dasar analisis.

Perpindahan pekerjaan tidak selalu berlangsung mudah. Sebagian pekerja mungkin dapat beralih ke posisi serupa dengan persyaratan yang relatif mudah dipenuhi. Namun, sebagian lainnya berpotensi membutuhkan pelatihan tambahan, sertifikasi baru, bahkan perpindahan tempat tinggal untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Catlin menekankan bahwa transisi tersebut memerlukan respons sistemik. Perusahaan dan pemerintah perlu mendukung pengembangan keterampilan serta membuka jalur pelatihan yang dapat diakses pekerja.

Dukungan ini menjadi penting agar perubahan teknologi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pekerja untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja yang baru.

Keterampilan Manusia Tetap Penting di Era AI

Di tengah perkembangan otomatisasi, pekerja disarankan memperkuat keterampilan yang mendukung kemampuan beradaptasi. Catlin menyoroti pentingnya pemecahan masalah, komunikasi interpersonal, kolaborasi, pemikiran kritis, rasa ingin tahu, serta kemauan untuk terus belajar.

Keterampilan tersebut dapat membantu pekerja memanfaatkan AI sebagai alat bantu sekaligus menghadapi persoalan yang tidak cukup diselesaikan melalui proses otomatis. Kemampuan menilai hasil kerja AI, memahami konteks, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab juga menjadi semakin relevan.

Perubahan pasar kerja akibat AI pada akhirnya membutuhkan kesiapan bersama. Pekerja perlu meningkatkan kompetensi, perusahaan perlu menyediakan dukungan transisi, dan pemerintah perlu memperkuat akses terhadap pelatihan serta pendidikan keterampilan.

Dengan pendekatan tersebut, otomatisasi tidak hanya dipandang sebagai ancaman terhadap pekerjaan, tetapi juga sebagai perubahan yang perlu dikelola agar manfaat teknologi dapat dirasakan lebih luas. (nid)

Post Views: 43
Tags: AIDunia KerjaKANAL24kanal24.co.idKecerdasan Buatanketerampilan digitalMcKinsey Global InstituteotomatisasiPasar Kerjapekerjaan masa depanTenaga KerjaTransformasi Digitaluniversitas brawijaya
Previous Post

FH UB Dorong Pendekatan Sosio-Legal untuk Kaji Kejahatan Transnasional

Next Post

FAST UB Perkuat Pendampingan Mahasiswa lewat Dosen dan Konselor Sebaya

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
FAST UB Perkuat Pendampingan Mahasiswa lewat Dosen dan Konselor Sebaya

FAST UB Perkuat Pendampingan Mahasiswa lewat Dosen dan Konselor Sebaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
FAST UB Perkuat Pendampingan Mahasiswa lewat Dosen dan Konselor Sebaya

FAST UB Perkuat Pendampingan Mahasiswa lewat Dosen dan Konselor Sebaya

October 13, 2026
Otomatisasi AI Diprediksi Ubah 36 Juta Pekerjaan, Ini 10 Sektor Terdampak

Otomatisasi AI Diprediksi Ubah 36 Juta Pekerjaan, Ini 10 Sektor Terdampak

October 13, 2026
FH UB Dorong Pendekatan Sosio-Legal untuk Kaji Kejahatan Transnasional

FH UB Dorong Pendekatan Sosio-Legal untuk Kaji Kejahatan Transnasional

October 13, 2026
Karhutla Kalimantan dan Sumsel Sulit Padam, Bara Gambut Jadi Tantangan

Karhutla Kalimantan dan Sumsel Sulit Padam, Bara Gambut Jadi Tantangan

October 13, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025