Kanal24, Malang – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan mengubah kebutuhan tenaga kerja dalam satu dekade mendatang. Laporan McKinsey Global Institute yang dirilis pada 29 September 2026 memperkirakan adopsi AI dan teknologi otomatisasi lainnya dapat menurunkan permintaan terhadap pekerjaan yang ada di Amerika Serikat hingga 36 juta posisi pada 2035.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak serta-merta berarti seluruh pekerjaan yang terdampak akan hilang. Sebagian pekerja diperkirakan tetap berada di bidangnya dengan pola kerja yang berubah, sementara sebagian lainnya perlu beralih ke kelompok pekerjaan berbeda. Kondisi ini menuntut pekerja, perusahaan, dan pemerintah mempersiapkan keterampilan baru agar mampu menghadapi perubahan pasar kerja.
Sepuluh Kelompok Pekerjaan yang Terdampak Otomatisasi
Berdasarkan laporan McKinsey Global Institute yang dikutip Liputan6, tingkat dampak otomatisasi berbeda-beda menurut kelompok pekerjaan. Perhitungannya mencakup jumlah pekerja, perkiraan jam kerja yang berpotensi diotomatisasi atau ditingkatkan secara signifikan, serta proyeksi penurunan permintaan tenaga kerja akibat otomatisasi.
Berikut sepuluh kelompok pekerjaan yang disebut dalam laporan tersebut:
- Dukungan kantor dan administrasi – sekitar 18 juta pekerja penuh waktu, dengan 81 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan tenaga kerja 38 persen.
- Pertanian, perikanan, dan kehutanan – sekitar 400.000 pekerja, dengan 76 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 43 persen.
- Teknologi dan analitik – sekitar 5,2 juta pekerja, dengan 70 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 22 persen.
- Manufaktur dan produksi – sekitar 8,5 juta pekerja, dengan 68 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 25 persen.
- Perdagangan ritel dan penjualan – sekitar 13,3 juta pekerja, dengan 67 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 27 persen.
- Bisnis dan keuangan – sekitar 10,5 juta pekerja, dengan 62 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 18 persen.
- Layanan makanan – sekitar 13,7 juta pekerja, dengan 60 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 31 persen.
- Seni, media, dan hiburan – sekitar 1,9 juta pekerja, dengan 58 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 13 persen.
- Transportasi dan logistik – sekitar 13,8 juta pekerja, dengan 55 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 30 persen.
- Instalasi dan perbaikan – sekitar 6,1 juta pekerja, dengan 54 persen jam kerja berpotensi terdampak dan proyeksi penurunan permintaan 15 persen.
Angka tersebut merupakan proyeksi untuk pasar tenaga kerja Amerika Serikat, bukan gambaran langsung kondisi ketenagakerjaan Indonesia. Persentase jam kerja yang terdampak juga tidak sama dengan persentase pekerja yang pasti kehilangan pekerjaan.
AI Mengubah Cara Kerja, Bukan Sekadar Menghapus Profesi
Direktur McKinsey Global Institute, Tanguy Catlin, menjelaskan bahwa meningkatnya otomatisasi tidak selalu berbanding lurus dengan penurunan kebutuhan tenaga kerja. Pada sejumlah profesi, AI justru dapat mengambil alih tugas tertentu sehingga pekerja memiliki lebih banyak waktu untuk menjalankan fungsi yang membutuhkan pertimbangan manusia.

Bidang hukum menjadi salah satu contohnya. Meski sekitar 47 persen jam kerja di bidang tersebut diperkirakan berpotensi terdampak otomatisasi, penurunan permintaan tenaga kerjanya diproyeksikan sebesar 18 persen.
AI dapat membantu pekerjaan seperti penelusuran dokumen dan riset awal. Namun, interpretasi hukum, pertimbangan etis, strategi penanganan perkara, serta pengambilan keputusan tetap membutuhkan penilaian dan tanggung jawab profesional.
Perubahan serupa berpotensi terjadi pada sektor administrasi, keuangan, media, dan teknologi. Karena itu, dampak AI perlu dilihat berdasarkan perubahan tugas dan kebutuhan keterampilan, bukan hanya berdasarkan nama profesi.
Sebagian Pekerja Perlu Beralih ke Bidang Baru
Laporan tersebut memperkirakan sekitar 11 juta pekerja di Amerika Serikat perlu berpindah kelompok pekerjaan dalam satu dekade mendatang. Angka itu setara dengan sekitar tujuh persen tenaga kerja yang menjadi dasar analisis.
Perpindahan pekerjaan tidak selalu berlangsung mudah. Sebagian pekerja mungkin dapat beralih ke posisi serupa dengan persyaratan yang relatif mudah dipenuhi. Namun, sebagian lainnya berpotensi membutuhkan pelatihan tambahan, sertifikasi baru, bahkan perpindahan tempat tinggal untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Catlin menekankan bahwa transisi tersebut memerlukan respons sistemik. Perusahaan dan pemerintah perlu mendukung pengembangan keterampilan serta membuka jalur pelatihan yang dapat diakses pekerja.
Dukungan ini menjadi penting agar perubahan teknologi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pekerja untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja yang baru.
Keterampilan Manusia Tetap Penting di Era AI
Di tengah perkembangan otomatisasi, pekerja disarankan memperkuat keterampilan yang mendukung kemampuan beradaptasi. Catlin menyoroti pentingnya pemecahan masalah, komunikasi interpersonal, kolaborasi, pemikiran kritis, rasa ingin tahu, serta kemauan untuk terus belajar.
Keterampilan tersebut dapat membantu pekerja memanfaatkan AI sebagai alat bantu sekaligus menghadapi persoalan yang tidak cukup diselesaikan melalui proses otomatis. Kemampuan menilai hasil kerja AI, memahami konteks, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab juga menjadi semakin relevan.
Perubahan pasar kerja akibat AI pada akhirnya membutuhkan kesiapan bersama. Pekerja perlu meningkatkan kompetensi, perusahaan perlu menyediakan dukungan transisi, dan pemerintah perlu memperkuat akses terhadap pelatihan serta pendidikan keterampilan.
Dengan pendekatan tersebut, otomatisasi tidak hanya dipandang sebagai ancaman terhadap pekerjaan, tetapi juga sebagai perubahan yang perlu dikelola agar manfaat teknologi dapat dirasakan lebih luas. (nid)














