Kanal24, Malang – Kolaborasi perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu upaya untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan teknologi otomotif. Melalui penelitian berbasis kendaraan, mahasiswa dapat mempelajari teknologi secara langsung, mengembangkan kompetensi lintas disiplin, dan merancang inovasi yang berpotensi diterapkan di industri.
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) memperkuat kolaborasi tersebut melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan penyerahan hibah kendaraan riset dari Hyundai di Gedung Dekanat FT UB, Jumat (23/10/2026). Kerja sama ini turut membuka peluang pengembangan riset, diskusi teknologi, program magang, dan rekrutmen langsung bagi mahasiswa serta lulusan baru.
Baca Juga:
Samator Group Bekali Mahasiswa FT UB Hadapi Dunia EPC
Hibah Kendaraan Buka Peluang Riset Otomotif
Dekan FT UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menjelaskan bahwa kendaraan hibah dapat dimanfaatkan sebagai sarana penelitian dan pengembangan teknologi otomotif. Dua kendaraan yang disebutkan dalam kegiatan tersebut ialah Hyundai Palisade dan Stargazer. Sementara itu, penambahan kendaraan listrik direncanakan untuk mendukung pengembangan riset berikutnya.
Menurut Hadi, penelitian dapat melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, terutama teknik mesin, teknik elektro, dan informatika. Kolaborasi tersebut memungkinkan mahasiswa mengkaji sistem kendaraan secara lebih menyeluruh, mulai dari komponen mekanis hingga sistem elektronik dan pengolahan data.
Salah satu peluang penelitian ialah pengembangan teknologi untuk memprediksi kesehatan dan memperpanjang usia pakai baterai kendaraan listrik. Persoalan ini penting karena baterai merupakan komponen bernilai tinggi yang membutuhkan penanganan khusus setelah masa pakainya berakhir.
Selain kesehatan baterai, mahasiswa berpeluang meneliti efisiensi energi, keandalan kendaraan, dan ergonomi. Hadi menilai pengembangan tersebut dapat mendorong lahirnya solusi teknologi yang lebih efisien, aman, dan terjangkau.
Rekrutmen Langsung Perluas Peluang Karier
Kolaborasi FT UB dan Hyundai tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga pengembangan kompetensi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Head of HR & GA PT Hyundai Motors Indonesia sekaligus Asia Pacific Head of HR Development Hyundai Motor Company, Rita Nurmala, menjelaskan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari program jangka panjang perusahaan.
Rita menekankan bahwa pengembangan teknologi perlu berjalan seiring dengan pengembangan sumber daya manusia. Universitas menjadi salah satu mitra strategis untuk menyiapkan tenaga profesional sekaligus mendorong lahirnya inovator baru.

“Pengembangan teknologi apa pun itu diawali dengan pengembangan manusia,” ujar Rita.
Ia menjelaskan bahwa program kemitraan mencakup kesempatan magang selama tiga hingga enam bulan. Peserta yang menunjukkan kinerja baik berpeluang melanjutkan karier sebagai karyawan tetap berdasarkan evaluasi dan kebutuhan perusahaan.
Hyundai juga menjalankan skema rekrutmen langsung di sejumlah universitas mitra. Dalam kegiatan di FT UB, sekitar 300 orang telah mendaftar untuk mengikuti rangkaian program. Sekitar 95 persen di antaranya telah mengonfirmasi kehadiran untuk mengikuti diskusi dan kegiatan rekrutmen.
Melalui skema ini, mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru berkesempatan mengenal kebutuhan industri sekaligus mengikuti proses seleksi secara langsung. Kesempatan tersebut dapat menjadi bagian dari persiapan memasuki dunia profesional, meskipun penerimaan tetap bergantung pada hasil seleksi perusahaan.
Kolaborasi Kampus dan Industri Dorong Inovasi
Hadi menambahkan bahwa FT UB telah memiliki pengalaman dalam pengembangan kendaraan hemat energi dan prototipe berbasis energi alternatif. Pengembangan tersebut melibatkan mahasiswa lintas disiplin, mulai dari teknik mesin dan elektro hingga informatika.
Pengalaman itu menjadi modal untuk mengembangkan penelitian berbasis kendaraan hibah. Mahasiswa dapat mempelajari teknologi yang tersedia, mengidentifikasi persoalan teknis, dan merancang kemungkinan pengembangan berdasarkan hasil penelitian.
Peluang riset juga mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memprediksi kondisi baterai, pengembangan sistem kendaraan, serta peningkatan aspek keselamatan dan ergonomi. Hasil penelitian yang telah mencapai tingkat kesiapan teknologi tertentu berpotensi dikembangkan lebih lanjut menuju tahap komersialisasi.
Rita menegaskan bahwa hibah kendaraan tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menciptakan teknologi baru.
“Gunanya memang untuk menciptakan inovator-inovator baru di Indonesia, bukan cuma sebagai pekerja,” kata Rita.
Melalui kolaborasi ini, FT UB dan Hyundai berupaya menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan industri otomotif. Dukungan sarana penelitian dan akses terhadap peluang pengembangan karier diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, serta mendorong lahirnya inovasi teknologi dari perguruan tinggi. (ndr)














