Kanal24, Malang – Penguasaan teknologi kendaraan listrik membutuhkan proses pembelajaran yang tidak berhenti pada pemahaman teori di ruang kelas. Mahasiswa juga perlu terlibat langsung dalam perancangan, pembuatan komponen, pengujian sistem, hingga penyelesaian persoalan teknis yang muncul selama pengembangan.
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) mengembangkan ruang pembelajaran tersebut melalui Elektroformula Brawijaya, sebuah inisiatif mahasiswa Departemen Teknik Elektro yang mengembangkan micro EV dan gokart listrik. Dalam peluncuran kendaraan di Lobby Dekanat FTUB, Selasa (27/10/2026), Dekan FTUB, dosen, dan salah satu pendiri workshop menyoroti pentingnya penguasaan teknologi, pengembangan keterampilan mahasiswa, serta dukungan berkelanjutan dari alumni.
Baca Juga:
FT UB dan Hyundai Perluas Kerja Sama Pengembangan Teknologi Otomotif
Workshop Berkembang dari Inisiatif Mahasiswa
Dekan FTUB, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menjelaskan bahwa kegiatan workshop Elektroformula telah dirintis sejak sebelum pandemi COVID-19, sekitar 2019. Inisiatif tersebut berawal dari kreativitas mahasiswa Departemen Teknik Elektro yang tertarik mengembangkan teknologi kendaraan listrik.

Seiring perkembangannya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengerjakan proyek yang menggabungkan berbagai aspek rekayasa. Pengembangan yang dilakukan mencakup desain menggunakan perangkat lunak, pengerjaan komponen elektronik dan mekanikal, serta sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS).
Menurut Hadi, pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan teknis sekaligus keterampilan nonteknis. Kerja sama, komunikasi, dan pengelolaan pembiayaan menjadi bagian dari kemampuan yang diperlukan agar proyek dapat berjalan dengan baik.
Dosen Departemen Teknik Elektro FTUB, Waru Djuriatno, S.T., M.T., juga berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengikuti kompetisi, tetapi benar-benar menguasai teknologi kendaraan listrik dan proses pembuatannya. Penguasaan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mendukung kemandirian teknologi pada masa mendatang.
Dukungan Alumni Perlu Diperkuat
Keberlanjutan program juga menjadi perhatian Kuncoro Wastuwibowo, CEO Arunika Ecosystem sekaligus salah satu pendiri workshop Elektro Brawijaya. Ia mengaku bangga melihat perkembangan workshop yang dahulu dimulai dari kegiatan robotika berskala kecil hingga menghasilkan proyek kendaraan listrik.
Menurut Kuncoro, peluncuran micro EV dan gokart listrik menjadi kesempatan untuk menunjukkan perkembangan mahasiswa sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Dukungan tidak hanya dibutuhkan dalam pengembangan teknis, tetapi juga dalam membangun hubungan dengan alumni dan mitra di luar kampus.
Ia berharap semakin banyak alumni terlibat untuk mendukung kegiatan mahasiswa. Kolaborasi tersebut berpotensi memperkuat pengembangan proyek, membuka peluang kerja sama bisnis, dan membantu mahasiswa mengembangkan inovasi secara berkelanjutan.
Hadi juga menyoroti pentingnya dukungan pendanaan. Menurutnya, pengembangan kendaraan membutuhkan biaya, sementara dukungan yang tersedia masih perlu diperkuat. Keterlibatan alumni dan sponsor menjadi salah satu peluang untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Kemandirian Teknologi Menjadi Tujuan Jangka Panjang
Bagi Waru, pengembangan kendaraan listrik melalui proyek mahasiswa merupakan kesempatan untuk memahami teknologi secara menyeluruh, bukan hanya menggunakan komponen yang sudah tersedia. Pengalaman dalam merancang dan membuat kendaraan dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan kemampuan rekayasa yang lebih mandiri.
Kuncoro berharap semangat inovasi yang tumbuh di kampus tidak berhenti ketika mahasiswa lulus. Ia mendorong mahasiswa membawa pengalaman tersebut ke dunia profesional dan meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya.
Pandangan tersebut menempatkan Elektroformula tidak hanya sebagai tim kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang berpotensi melahirkan kemampuan teknis dan budaya kolaborasi. Dukungan dosen, fakultas, alumni, dan mitra menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan.
Melalui pengembangan micro EV dan gokart listrik, Elektroformula Brawijaya berupaya memperkuat pengalaman mahasiswa dalam teknologi kendaraan listrik. Ke depan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari prestasi kompetisi, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa menguasai teknologi, mengembangkan solusi, dan meneruskan inovasi setelah menyelesaikan pendidikan. (ffn)













