Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Living Lab UB Olah Jeruk Selorejo Jadi Produk Bernilai Tambah

Einid Shandy by Einid Shandy
October 31, 2026
in Pendidikan, Riset Inovasi
0
Living Lab UB Olah Jeruk Selorejo Jadi Produk Bernilai Tambah

Stand Living Lab UB Pamerkan Ragam Olahan Jeruk

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Buah jeruk tidak hanya dapat dinikmati sebagai buah segar. Di tangan tim Selorejo Integrated Citrus Circular Bioeconomy Living Lab, komoditas tersebut dikembangkan menjadi beragam produk dengan fungsi berbeda. Mulai dari minuman serbuk, teh kulit jeruk, hingga produk perawatan tubuh, berbagai hasil olahan itu diperkenalkan kepada pengunjung melalui sebuah stand pameran.

Ragam produk tersebut menjadi salah satu inovasi yang ditampilkan dalam pameran Living Lab Summit 2026 di Auditorium Pandhita Majapahit Universitas Brawijaya (UB), Jumat (30/10/2026). Berangkat dari potensi pertanian Desa Selorejo, Kabupaten Malang, tim memperkenalkan pemanfaatan buah dan kulit jeruk melalui pendekatan ekonomi sirkular untuk menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah.

Baca Juga:
UB Perkuat Kesehatan Mental Dosen dan Tenaga Kependidikan

Ragam Produk Jeruk Hadir di Stand Living Lab

Pengunjung dapat mengenal sejumlah produk hasil pengembangan tim melalui stand tersebut. Produk yang diperkenalkan meliputi Nutrisel atau minuman serbuk jeruk instan, teh kulit jeruk, marmalade, lip balm, lip scrub, hingga eco-enzyme.

Perwakilan tim Living Lab, Rahel Laureneagle Wijaya, menjelaskan bahwa pengembangan produk tersebut berangkat dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan komoditas jeruk di Desa Selorejo. Tim tidak hanya mengolah sari buah, tetapi juga memanfaatkan kulit jeruk sebagai bahan untuk menghasilkan produk turunan.

Perwakilan tim Living Lab, Cecillia Sekar – Rahel Laureneagle Wijaya. (Yordan/UBTV)

Dalam pengembangannya, sari jeruk dimanfaatkan untuk membuat Nutrisel, sedangkan kulitnya diolah menjadi beberapa produk, seperti teh, marmalade, lip balm, lip scrub, dan eco-enzyme. Pemanfaatan bagian buah yang berbeda ini menjadi salah satu penerapan pendekatan zero waste yang diperkenalkan melalui program tersebut.

Ragam produk yang dipajang memperlihatkan bahwa komoditas pertanian dapat dikembangkan melampaui bentuk penjualan bahan segar. Jeruk tidak hanya dimanfaatkan sebagai buah konsumsi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan maupun produk perawatan tubuh.

Keberagaman hasil olahan tersebut menjadi bagian penting dari pengenalan program kepada pengunjung. Melalui stand pameran, tim menunjukkan bahwa pemanfaatan satu komoditas dapat dikembangkan ke berbagai bentuk produk dengan memaksimalkan bagian buah yang masih bisa diolah.

Mengangkat Potensi Jeruk Desa Selorejo

Program tersebut memiliki nama Pengembangan Citrus Circular Living Lab sebagai Model Ekonomi Sirkular Berbasis Agrowisata Berkelanjutan di Desa Selorejo Kabupaten Malang. Pengembangannya berangkat dari karakteristik Selorejo sebagai kawasan agrowisata sekaligus wilayah budidaya jeruk.

Menurut Rahel, salah satu hal yang menjadi perhatian tim adalah keberadaan buah jeruk afkir atau buah yang tidak memenuhi standar penjualan. Buah tersebut masih berpotensi dimanfaatkan, tetapi memiliki nilai jual lebih rendah dibandingkan jeruk yang memenuhi kriteria pasar.

Kondisi tersebut mendorong tim mengembangkan alternatif pengolahan agar jeruk dapat dimanfaatkan menjadi produk lain. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, bagian buah yang masih bisa digunakan diarahkan menjadi bahan baku produk turunan. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan hasil pertanian yang sebelumnya belum memiliki nilai jual setara dengan buah berkualitas pasar.

Pengembangan ini juga berkaitan dengan potensi agrowisata Desa Selorejo. Selain menawarkan pengalaman wisata, kawasan tersebut memiliki peluang untuk memperkenalkan produk khas berbasis hasil pertanian lokal. Produk olahan jeruk diharapkan dapat menjadi alternatif oleh-oleh bagi pengunjung sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat.

Produk yang diperkenalkan meliputi Nutrisel atau minuman serbuk jeruk instan, teh kulit jeruk, marmalade, lip balm, lip scrub, hingga eco-enzyme.

Meski demikian, proses produksi masih menghadapi tantangan ketersediaan bahan baku. Produksi jeruk mengikuti musim panen sehingga tim perlu menyesuaikan pengadaan bahan dengan periode ketersediaan hasil pertanian. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pengembangan produksi agar proses pengolahan dapat disesuaikan dengan ketersediaan komoditas di lapangan.

Tim Siapkan Pengembangan Bersama Masyarakat

Pengenalan berbagai produk melalui stand Living Lab Summit 2026 menjadi bagian dari proses pengembangan program. Ke depan, tim berencana memperluas penerapan inovasi melalui pendampingan kepada masyarakat Desa Selorejo.

Rahel menyampaikan bahwa pendampingan akan diarahkan pada pengenalan proses diversifikasi jeruk kepada kelompok penerima manfaat. Dalam pelaksanaannya, tim berencana melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai mitra pengembangan.

Melalui pendampingan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mempelajari cara mengolah jeruk menjadi berbagai produk turunan. Pengetahuan yang dikembangkan dalam program Living Lab nantinya berpeluang diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat setempat.

Selain penguatan keterampilan produksi, tim juga menyiapkan sejumlah tahapan untuk mendukung kesiapan produk sebelum dipasarkan lebih luas. Informasi nilai gizi dan persyaratan perizinan menjadi bagian yang masih perlu dilengkapi. Langkah ini diperlukan agar produk yang dikembangkan memiliki kesiapan dari sisi informasi produk dan ketentuan pemasaran.

Pengembangan program juga perlu memperhatikan kesinambungan bahan baku, proses produksi, serta keterlibatan masyarakat. Dengan demikian, inovasi yang diperkenalkan melalui pameran tidak berhenti pada tahap demonstrasi produk, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut bersama kelompok masyarakat di Desa Selorejo.

Melalui stand Selorejo Integrated Citrus Circular Bioeconomy Living Lab, pengunjung Living Lab Summit 2026 diperkenalkan pada berbagai alternatif pemanfaatan komoditas jeruk. Ragam produk yang ditampilkan menjadi gambaran pengembangan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang diversifikasi hasil pertanian dan penguatan produk khas Desa Selorejo. (gal)

Post Views: 52
Tags: agrowisatadesa selorejoDRPM UBekonomi sirkulargalangKabupaten MalangKANAL24kanal24.co.idLiving Lab Summit 2026Nutriselproduk olahan jerukRiset dan InovasiSelorejo Integrated Citrus Circular Bioeconomy Living Labuniversitas brawijayaZero Waste
Previous Post

Hujan Guyur Jatim, BMKG Tegaskan Musim Kemarau Belum Berakhir

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Living Lab UB Olah Jeruk Selorejo Jadi Produk Bernilai Tambah

Living Lab UB Olah Jeruk Selorejo Jadi Produk Bernilai Tambah

October 31, 2026
Hujan Guyur Jatim, BMKG Tegaskan Musim Kemarau Belum Berakhir

Hujan Guyur Jatim, BMKG Tegaskan Musim Kemarau Belum Berakhir

October 30, 2026
Living Lab Summit UB Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat

Living Lab Summit UB Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat

October 30, 2026
UB Trail Run 2026 Ajak Pelari Berpartisipasi dalam Pelestarian Hutan

UB Trail Run 2026 Ajak Pelari Berpartisipasi dalam Pelestarian Hutan

October 30, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025