Kanal24, Malang – Sudah makan tiga kali sehari, masih sempat ngemil, bahkan menambah porsi, tetapi angka timbangan tak kunjung berubah. Kondisi ini mungkin terdengar menyenangkan bagi sebagian orang, tetapi bagi mereka yang ingin menaikkan berat badan, situasi tersebut justru bisa membingungkan. Tidak sedikit yang kemudian menganggap metabolisme tubuh menjadi satu-satunya penyebab sulitnya menambah berat badan.
Padahal, berat badan seseorang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keseimbangan energi, aktivitas fisik, faktor genetik, hingga kondisi kesehatan tertentu. Kebiasaan makan dalam jumlah banyak belum tentu menjamin berat badan meningkat. Di sisi lain, tubuh yang terlihat kurus juga tidak selalu menunjukkan kondisi kesehatan yang buruk. Penilaian status berat badan perlu mempertimbangkan tinggi badan, usia, komposisi tubuh, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Baca Juga:
10 Prompt Gemini AI untuk Foto Close-Up Elegan dan Natural
Metabolisme dan Aktivitas Fisik Berpengaruh
Salah satu faktor yang memengaruhi berat badan adalah keseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang digunakan tubuh. Seseorang mungkin merasa sudah makan dalam porsi besar, tetapi asupan kalorinya belum tentu melebihi kebutuhan energi harian.
Aktivitas fisik juga memiliki peran penting. Orang yang memiliki mobilitas tinggi, rutin berolahraga, atau menjalani pekerjaan dengan aktivitas fisik berat membutuhkan energi lebih banyak. Jika asupan makanan tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, berat badan akan sulit bertambah.
Selain itu, faktor genetik turut memengaruhi bentuk tubuh dan kecenderungan seseorang dalam mempertahankan berat badan. Pola makan yang tidak teratur juga dapat menjadi penyebab, terutama ketika seseorang sering melewatkan waktu makan atau kurang memperhatikan kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi.
Gangguan Kesehatan Bisa Menjadi Penyebab
Tubuh yang sulit bertambah berat tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan makan. Dalam beberapa kondisi, masalah kesehatan tertentu dapat memengaruhi metabolisme maupun kemampuan tubuh menyerap nutrisi.
Salah satunya adalah hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan. Kondisi ini dapat meningkatkan metabolisme sehingga seseorang mengalami penurunan berat badan meskipun nafsu makannya meningkat. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi jantung berdebar, mudah berkeringat, dan tubuh terasa gelisah.
Gangguan pencernaan yang memengaruhi penyerapan nutrisi juga perlu diperhatikan. Selain itu, diabetes dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak disengaja. Gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, dan mudah lelah juga perlu diwaspadai. Meski demikian, gejala tersebut tidak dapat dijadikan dasar diagnosis tanpa pemeriksaan medis.
Apabila berat badan terus menurun tanpa perubahan pola makan maupun aktivitas, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa. Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.
Tingkatkan Berat Badan dengan Cara Sehat
Bagi yang ingin menaikkan berat badan, memperbaiki pola makan menjadi langkah awal yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menambah asupan kalori secara bertahap melalui makanan bergizi. Sebagai panduan umum, orang dewasa dapat mempertimbangkan tambahan sekitar 300–500 kalori per hari, dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.
Frekuensi makan juga dapat ditambah melalui tiga kali makan utama dan camilan bergizi di sela waktu makan. Pilihan makanan seperti telur, ikan, ayam, susu, yoghurt, kacang-kacangan, alpukat, serta sumber karbohidrat dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein.
Selain memperhatikan asupan makanan, latihan kekuatan seperti angkat beban sesuai kemampuan dapat membantu membangun massa otot. Kualitas tidur dan konsistensi pola makan juga tidak kalah penting dalam menjaga kondisi tubuh.
Jika berat badan sulit meningkat, berada di bawah rentang sehat, atau justru terus menurun tanpa sebab yang jelas, konsultasi dengan dokter maupun ahli gizi dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
Pada akhirnya, memiliki tubuh sehat bukan sekadar persoalan gemuk atau kurus. Kecukupan nutrisi, komposisi tubuh, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan tetap menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. (ndr)













