Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Agens Hayati Mampu Atasi Patek Pada Tanaman Cabai di Blitar

Adam Kukuh Kurniawan by Adam Kukuh Kurniawan
August 4, 2023
in Politik
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KANAL24, Blitar – Penyakit antraknosa atau dikenal dengan patek sampai kini masih menjadi momok bagi petani cabai, karena bisa menyebabkan gagal panen. Parahnya, cabai yang sudah siap panen membusuk dan menurun produksinya.

Penyakit patek merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman cabai dan banyak menyebabkan kerugian bagi petani. Kehilangan hasil produksi cabai akibat serangan penyakit ini diperkirakan mencapai 20–90 persen, terutama di musim penghujan. Penyakit patek pada cabai disebabkan cendawan Colletotrichum capsici.

Penyakit ini dapat menyerang semua fase buah cabai, baik saat fase cabai masih muda maupun fase sudah masak. Kasus serangan penyakit patek ini menimpa petani cabai di Kabupaten Blitar. Petugas Pengamat OPT Kabupaten Blitar melaporkan banyak tanaman cabai terserang penyakit antraknosa.

Lahan yang banyak terserang adalah milik anggota Kelompok Tani Mangun Karyo, Desa Binangun, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Untuk membantu petani, UPTD BPTPH Provinsi Jawa Timur bersama Laboratorium PHP Tulungagung melakukan gerakan pengendalian penyakit patek (antraknosa) menggunakan agens pengendali hayati Trichoderma diselingi Plant Growth Promoting Rhyzobacteria (PGPR). Upaya ini diaplikasikan setiap dua hari sekali.

ā€œBantuan bahan pengendalian tersebut diharapkan dapat mengurangi serangan patek sekaligus mengurangi penggunaan pestisida kimia,ā€ ujar Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, dalam keterangannya, Rabu (12/8/2020).

Prihasto menjelaskan, bentuk bantuan ini hanya sebagai stimulan saja agar petani dapat beralih dari budidaya konvensional berbahan kimia ke budidaya ramah lingkungan. “Tentunya dengan mengaplikasikan agens hayati dan pestisida nabati,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf meminta UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (PHP) dan Laboratorium Agens Hayati (LAH) agar lebih intensif lagi melakukan gerakan pengendalian OPT ramah lingkungan. Caranya dengan menggunakan bahan pengendalian OPT ramah lingkungan dan terus menyebarluaskannya ke petani.

“Diharapkan penerapan budi daya cabai ramah lingkungan di Kabupaten Blitar dapat meningkat sehingga petani sedikit demi sedikit dapat mengurangi ketergantungan pada penggunaan pestisidia kimia sintetik,ā€ kata Yanti. (sdk)

Post Views: 275
Previous Post

Jelang Pilkada Serentak, Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas dan Wanteror

Next Post

Baru 30,5% Tol Semarang-Demak Dikebut

Adam Kukuh Kurniawan

Adam Kukuh Kurniawan

Next Post

Baru 30,5% Tol Semarang-Demak Dikebut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

January 20, 2026
Seni Ukir Salju Indonesia di Panggung Dunia

Seni Ukir Salju Indonesia di Panggung Dunia

January 20, 2026
Doktor Fapet UB Teliti Rumput Gajah Merah untuk Pakan Fungsional Ruminansia

Doktor Fapet UB Teliti Rumput Gajah Merah untuk Pakan Fungsional Ruminansia

January 20, 2026
UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

January 20, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025