Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Anak Bukan Proyek dan Target Ambisi Orang Tua

Einid Shandy by Einid Shandy
January 11, 2026
in Gaya Hidup
0
Anak Bukan Proyek dan Target Ambisi Orang Tua
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang — Di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat, banyak anak tumbuh dalam tekanan ekspektasi orang tua yang tidak selalu mereka pahami. Harapan agar anak selalu berprestasi, unggul di sekolah, dan mampu memenuhi standar tertentu kerap disampaikan sebagai bentuk kasih sayang. Namun, di balik niat baik tersebut, tekanan yang berlebihan justru berpotensi mengikis kebebasan, kesehatan mental, dan proses tumbuh kembang anak.Fenomena ini semakin terlihat di lingkungan perkotaan, ketika keberhasilan anak sering kali diukur dari nilai akademik, peringkat kelas, hingga deretan sertifikat lomba. Anak pun tidak jarang diposisikan sebagai perpanjangan ambisi orang tua, bukan sebagai individu yang memiliki keunikan, minat, dan batas kemampuan masing-masing.

Ekspektasi Tinggi yang Tak Selalu Sejalan

Banyak orang tua meyakini bahwa tuntutan dan target tinggi akan membentuk anak menjadi pribadi tangguh dan sukses. Sayangnya, ketika ekspektasi tersebut disampaikan tanpa empati dan dialog, anak justru merasa tertekan dan takut gagal. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa cinta dan penerimaan hanya datang ketika berhasil memenuhi standar tertentu. Kondisi ini membuat anak lebih fokus mengejar hasil dibanding memahami proses belajar. Kesalahan kecil dipandang sebagai kegagalan besar, sementara keberhasilan sering kali dianggap belum cukup. Dalam jangka panjang, pola asuh semacam ini berpotensi menumbuhkan rasa cemas, rendah diri, hingga kehilangan kepercayaan pada kemampuan sendiri.

Dampak Psikologis yang Tak Terlihat

Tekanan dari lingkungan keluarga dapat memberikan dampak yang tidak selalu langsung terlihat. Anak yang terus berada di bawah tuntutan tinggi cenderung mengalami stres berkepanjangan, mudah lelah secara emosional, dan kesulitan mengekspresikan perasaan. Beberapa anak memilih diam dan menuruti keinginan orang tua, sementara yang lain menunjukkan penolakan melalui perilaku agresif atau penarikan diri. Selain itu, tekanan akademik yang berlebihan juga dapat menghambat perkembangan sosial anak. Waktu bermain dan bereksplorasi berkurang karena dipenuhi jadwal belajar dan les tambahan. Padahal, aktivitas bermain memiliki peran penting dalam membentuk kreativitas, empati, serta kemampuan memecahkan masalah secara alami.

Anak sebagai Individu, Bukan Proyek

Pakar tumbuh kembang anak menekankan bahwa setiap anak memiliki ritme dan potensi yang berbeda. Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau standar sosial tertentu justru berisiko mengaburkan keunikan mereka. Anak tidak seharusnya diperlakukan sebagai proyek pencapaian yang harus selalu menunjukkan hasil konkret. Pendekatan pengasuhan yang sehat menempatkan orang tua sebagai pendamping, bukan pengendali penuh. Anak perlu merasa aman untuk mencoba, gagal, dan belajar tanpa rasa takut dihakimi. Dukungan emosional, apresiasi terhadap usaha, serta komunikasi dua arah menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri anak.

Membangun Harapan yang Lebih Manusiawi

Ekspektasi bukanlah hal yang sepenuhnya keliru. Orang tua tetap memiliki harapan terhadap masa depan anak. Namun, harapan tersebut perlu disesuaikan dengan kapasitas, minat, dan kondisi emosional anak. Alih-alih menuntut kesempurnaan, orang tua dapat membantu anak menetapkan tujuan realistis dan merayakan setiap kemajuan kecil. Memberi ruang bagi anak untuk mengenali diri sendiri, menentukan minatnya, dan mengekspresikan emosi secara jujur akan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan emosional. Anak yang merasa diterima tanpa syarat cenderung lebih berani mencoba hal baru dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih tenang. Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, anak membutuhkan lebih dari sekadar dorongan untuk berprestasi. Mereka membutuhkan kehadiran orang tua yang mendengarkan, memahami, dan mendukung tanpa tekanan berlebihan. Dengan pengasuhan yang lebih empatik dan manusiawi, anak dapat tumbuh bukan hanya sebagai individu yang cerdas, tetapi juga sebagai pribadi yang bahagia dan utuh.(tia)

Post Views: 106
Tags: AnakBukanTargetAmbisiHakAnakUntukBerkembangKANAL24kanal24.co.iduniversitas brawijaya
Previous Post

Karita Malang Hadir Kembali dengan Konsep Fashion Keluarga di Jalan Kawi

Next Post

Posyandu Disabilitas Kian Meluas Nasional

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Posyandu Disabilitas Kian Meluas Nasional

Posyandu Disabilitas Kian Meluas Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

January 17, 2026
Guru Besar HI UB: Menimbang Arah Baru Palestina Merdeka

Konsistensi Iran Melawan AS

January 17, 2026
The Handmaid’s Tale: Dystopia yang Menyentak Realitas

The Handmaid’s Tale: Dystopia yang Menyentak Realitas

January 17, 2026
Gaya Kasual Nyaman Dominasi Fashion Gen Z 2026

Gaya Kasual Nyaman Dominasi Fashion Gen Z 2026

January 17, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025