Kanal24, Malang – Apotek Arjasa yang dikelola oleh Apoteker Fransisko menjadi salah satu tempat magang bagi program Internasional Summer School Pharmacy (ISSP). Kegiatan magang ini melibatkan pengelolaan farmasi, bahan medis habis pakai, alat kesehatan, serta pelayanan farmasi klinis.
Semua kegiatan apotek dilakukan berdasarkan standar pelayanan informasi yang diatur dalam PMK 73 tahun 2016 yang telah diterapkan di apotek setiap harinya.

Peserta magang yang terdiri dari 11 mahasiswa, yaitu 4 dari Kamboja dan 7 dari Indonesia, diperkenalkan dengan praktik apoteker di apotek di Indonesia.
“Kami akan mentransfer ilmu farmasi, peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan obat, serta cara berkomunikasi yang baik dengan pasien kepada peserta magang. Semua ini akan dibumbui dengan konsep apotekerpreneur,” kata Fransisko, Kamis (11/07/2024).
Program magang ini berlangsung selama lima hari, dari Senin hingga Jumat 08 hingga 12 Juli 2024. Harapannya adalah agar mahasiswa, terutama mahasiswa S1, dapat lebih mengenal apa itu apotek dan bagaimana berpraktik dengan baik dan benar di apotek.
“Apotek ini bukan hanya tempat bekerja, tetapi tempat praktek. Artinya, apoteker yang ada di apotek adalah profesional yang melakukan segala sesuatu sesuai dengan keilmuannya, dibatasi oleh peraturan perundang-undangan dan didokumentasikan dengan baik,” tambah Fransisko.
Mahasiswa juga akan diperkenalkan dengan manajemen apotek, termasuk penyusunan business plan untuk mendirikan apotek agar dapat bertahan dan maju.
“Kami ingin mereka tidak bingung lagi apa yang harus dilakukan setelah lulus. Mereka akan dibekali ilmu yang cukup untuk berpraktik dan mengelola apotek dengan baik,” jelasnya.

Dengan adanya program magang ini, diharapkan mahasiswa S1 dapat memiliki gambaran yang jelas mengenai dunia apoteker dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Kami berharap bisa menularkan semangat dan pengetahuan yang kami miliki kepada mereka,” tutup Fransisko. (nid/yor)