Kanal24 – Konsistensi kinerja Bank Mandiri kembali tercermin dari langkah korporasi yang berdampak langsung bagi pemegang saham. Emiten berkode BMRI ini menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 senilai triliunan rupiah, menegaskan fundamental perusahaan yang tetap kokoh di tengah dinamika ekonomi global dan penyesuaian kebijakan moneter.
Bank Mandiri menyalurkan dividen interim kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1/2026). Langkah ini mencerminkan fundamental perseroan yang tetap solid, likuiditas yang terjaga, serta konsistensi kinerja Bank Mandiri dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham, sekaligus memperkuat peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri membagikan dividen interim sebesar Rp100,- (seratus Rupiah) per saham kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 7 Januari 2026. Total nilai dividen interim yang disalurkan mencapai Rp9,3 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa kebijakan pembagian dividen tersebut telah mempertimbangkan kekuatan permodalan dan likuiditas perusahaan. Menurutnya, kinerja keuangan yang terjaga memberikan ruang yang cukup bagi Bank Mandiri untuk terus menopang ekspansi bisnis ke depan.
“Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham, sejalan dengan pengelolaan kinerja dan fundamental perseroan yang tetap solid,” ujar Riduan, dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).
Pembagian dividen interim ini juga menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri kepada negara, mengingat Danantara Indonesia merupakan pemegang saham terbesar perseroan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya optimalisasi nilai investasi pemerintah sekaligus penguatan peran Bank Mandiri dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Riduan menambahkan, hingga akhir November 2025, kinerja keuangan Bank Mandiri tetap menunjukkan tren positif. Fungsi intermediasi perbankan tercatat tumbuh di atas rata-rata industri, mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan.
Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.452 triliun hingga November 2025. Capaian ini menegaskan komitmen Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.584 triliun, dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di kisaran 91 persen. Kondisi tersebut mencerminkan likuiditas yang sehat sekaligus ruang ekspansi yang masih terbuka.
Sementara itu, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 mencapai Rp2.120 triliun, memperkuat posisi perseroan dalam menopang pertumbuhan jangka menengah.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat kontribusi perseroan bagi perekonomian nasional melalui sinergi ekosistem Mandiri Group dan akselerasi di berbagai sektor usaha, sehingga kinerja Bank Mandiri tetap unggul dan bertumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Riduan.














