Kanal24, Malang — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan dan pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri 2026. Kepastian tersebut disampaikan menyusul hasil pemantauan neraca pangan nasional yang menunjukkan stok sejumlah komoditas pangan strategis masih mencukupi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan langkah antisipatif guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, terutama pada periode meningkatnya konsumsi seperti Ramadan dan Idulfitri. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca juga:
UMP 2026 Masih Jauh dari Kebutuhan Hidup Layak
Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional periode Januari hingga Maret 2026, sejumlah komoditas utama seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, serta daging sapi dan kerbau tercatat berada pada level aman, bahkan beberapa di antaranya mengalami surplus produksi.
Stok Beras dan Protein Hewani dalam Kondisi Aman
Untuk komoditas beras, ketersediaan nasional diproyeksikan jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat. Produksi dalam negeri yang ditopang musim panen awal tahun, ditambah cadangan pemerintah, dinilai mampu memenuhi permintaan hingga pasca-Idulfitri. Kondisi serupa juga terlihat pada komoditas protein hewani.
Daging ayam ras dan telur ayam ras tercatat memiliki pasokan yang cukup besar dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional. Surplus ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil dan mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen. Sementara itu, pasokan daging sapi dan kerbau juga terpantau dalam kondisi aman berkat dukungan stok impor dan produksi dalam negeri.
Intervensi Pemerintah Jaga Stabilitas Harga
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Bapanas juga mengintensifkan berbagai program intervensi untuk menjaga stabilitas harga pangan. Salah satu upaya yang terus digencarkan adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah. Program ini bertujuan menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Sepanjang awal tahun 2026, pelaksanaan GPM tercatat meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, BUMN pangan, serta pelaku usaha, dengan fokus pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging ayam.
Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas beras juga terus dijalankan melalui penyaluran beras ke pasar-pasar tradisional dan ritel modern. Langkah ini diharapkan mampu meredam gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Pengawasan Distribusi dan Harga Diperketat
Memasuki periode Ramadan, pemerintah turut memperketat pengawasan terhadap distribusi dan harga pangan di seluruh rantai pasok. Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat produsen, distributor, hingga pedagang eceran guna memastikan kepatuhan terhadap harga acuan dan mencegah praktik penimbunan.
Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait juga melakukan pemantauan rutin di berbagai daerah untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi, termasuk akibat cuaca ekstrem atau kendala logistik. Upaya ini diharapkan dapat menjamin kelancaran pasokan pangan hingga ke tingkat konsumen.
Optimisme Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Dengan ketersediaan stok yang memadai, intervensi pasar yang aktif, serta pengawasan distribusi yang diperketat, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional dapat terjaga selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah-langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjamin kecukupan pangan, tetapi juga menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Bapanas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan respons cepat terhadap dinamika di lapangan, sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara aman, merata, dan berkelanjutan. (nid)












