Kanal24, Malang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (BEM FH UB) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pengembangan karier mahasiswa tanpa mengesampingkan peran utama mahasiswa sebagai agen kajian dan aksi. Fokus ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mahasiswa FH UB dalam mempersiapkan masa depan profesional, khususnya melalui penguatan akses magang dan pengembangan kompetensi, sembari tetap menjaga keseimbangan antara fungsi advokasi, akademik, dan kolaborasi dengan fakultas.
Komitmen tersebut disampaikan usai Pelantikan Pengurus Lembaga Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya pada Selasa (07/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di Hall Rudi Margono & Didik Farkhan dan menjadi penanda dimulainya masa kepengurusan baru organisasi kemahasiswaan di lingkungan FH UB, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa.
Baca juga:
Menaker Soroti Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Kampus Perkuat Link and Match Industri

Arah Gerak BEM Pascapelantikan
Presiden BEM FH UB, Muhammad Alfajar, menyampaikan bahwa sebelum pelantikan, pihaknya telah melakukan diskusi dengan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan terkait arah gerak Fakultas Hukum ke depan. Dalam diskusi tersebut, disampaikan bahwa dari sisi prestasi, mahasiswa FH UB telah menunjukkan capaian yang baik. Namun, masih terdapat tantangan dalam pengembangan karier mahasiswa yang perlu mendapat perhatian lebih serius.
Menurut Alfajar, BEM FH UB akan memfokuskan program kerja pada pengembangan karier mahasiswa, tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama mahasiswa dalam kajian dan aksi. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi advokasi, akademik, serta kolaborasi dengan pihak fakultas.
Komunikasi sebagai Landasan Program
Wakil Presiden BEM FH UB, Jona Binsar Gracia, menekankan bahwa setiap perancangan program akan diawali dengan komunikasi yang intensif. BEM akan terlebih dahulu menggali situasi dan permasalahan yang ada, termasuk yang berkaitan dengan vokasi dan kebutuhan mahasiswa di lingkungan fakultas.
Ia juga menyampaikan bahwa pimpinan fakultas, khususnya Dekan FH UB, menyambut baik berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Harapannya, aspirasi tersebut tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan dan program konkret.
Isu Magang dan Masa Depan Karier
Lebih lanjut, Muhammad Alfajar menyoroti isu magang sebagai salah satu permasalahan utama yang dirasakan mahasiswa Fakultas Hukum. Menurutnya, sebagai mahasiswa di salah satu fakultas hukum terbaik di Indonesia, mahasiswa memiliki harapan besar untuk memperoleh karier yang baik setelah lulus.
Isu magang inilah yang kemudian menjadi landasan BEM FH UB dalam berdiskusi dengan Wakil Dekan III guna mencari solusi yang mampu menjawab kebutuhan mahasiswa. BEM berkomitmen untuk terus mengawal isu tersebut agar pengembangan karier mahasiswa dapat berjalan seiring dengan penguatan kapasitas akademik.
Melalui kepengurusan baru ini, BEM FH UB berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara mahasiswa dan fakultas. Dengan komunikasi yang terbuka dan program yang terarah, organisasi mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi sekaligus motor penggerak perubahan, demi menciptakan lingkungan akademik yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan tantangan dunia kerja. (nid/cay)














