Kanal24 – Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kerugian ekonomi terbesar akibat bencana iklim di dunia. Laporan yang dirangkum oleh Earth.Org menyebutkan, total kerugian dari berbagai bencana cuaca ekstrem sepanjang tahun ini mencapai sekitar 120 miliar dolar AS.
Angka tersebut berasal dari akumulasi dampak perubahan iklim yang memicu gelombang panas ekstrem, badai tropis, hujan lebat, banjir besar, hingga kebakaran hutan di berbagai kawasan dunia. Earth.Org mengutip laporan lembaga kemanusiaan Christian Aid yang menegaskan bahwa frekuensi dan intensitas bencana terus meningkat seiring naiknya suhu global.
Salah satu bencana dengan kerugian terbesar pada 2025 adalah kebakaran hutan di Los Angeles yang diperkirakan menimbulkan kerusakan lebih dari 60 miliar dolar AS. Selain kerusakan fisik, bencana ini juga berdampak serius pada kesehatan masyarakat akibat polusi udara dan gangguan layanan publik.
Di kawasan Asia, kombinasi badai tropis dan hujan ekstrem menyebabkan banjir besar di sejumlah negara Asia Selatan dan Asia Tenggara. Dalam laporan tersebut, Aceh disebut sebagai salah satu wilayah yang terdampak banjir hebat akibat curah hujan ekstrem pada akhir 2025. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, pemukiman warga, serta memaksa ribuan orang mengungsi.
Bencana serupa juga melanda wilayah India, Pakistan, dan China, sementara badai tropis di kawasan Karibia turut masuk dalam daftar bencana paling merugikan tahun ini. Earth.Org mencatat bahwa wilayah Asia menjadi salah satu kawasan dengan dampak paling luas akibat perubahan iklim global.
Meski angka kerugian mencapai 120 miliar dolar AS, laporan tersebut menegaskan bahwa jumlah itu hanya mencakup kerusakan yang diasuransikan. Kerugian riil di lapangan diyakini jauh lebih besar karena tidak memasukkan dampak sosial seperti kehilangan mata pencaharian, kerusakan lingkungan jangka panjang, hingga trauma psikologis masyarakat terdampak.
Earth.Org juga menyoroti bahwa 2025 termasuk dalam jajaran tahun terpanas yang pernah tercatat. Kenaikan suhu global berkontribusi langsung terhadap meningkatnya risiko cuaca ekstrem, memperkuat urgensi upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara global.
Laporan ini menjadi peringatan bahwa tanpa langkah serius menekan emisi gas rumah kaca dan memperkuat ketahanan bencana, dunia akan terus menghadapi kerugian ekonomi dan kemanusiaan yang semakin besar. Termasuk bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, yang memiliki banyak wilayah rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Sumber: Laporan Earth.Org ā2025 One of Costliest Years for Climate Disasters: Report














