Skema Urun Dana Alternatif Pendanaan UKM Jatim

Produk UMKM (sukana kanal24)

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mendukung metode urun dana atau crowdfunding sebagai salah satu laternatif untuk pendanaan UMKM.

"Di tengah Pandemi Covid-19, sumber pendanaan untuk penguatan modal menjadi salah satu kendala bagi UMKM. Sehingga UMKM yang membutuhkan dana hingga maksimal 10 Miliar untuk modal ini bisa kemudian menawarkan pendanaan kepada publik," ujar Emil Selasa (17/5/2022).

Layanan crowdfunding yang disebut oleh Wagub Jatim ini merupakan skema urun dana yang disokong oleh perusahaan-perusahaan dan investor di Jatim. Crowdfunding ini telah resmi diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ini adalah sebuah terobosan di dunia teknologi finansial atau fintech yang memang telah resmi diatur oleh OJK.  kita juga harus bicara bagaimana pasar modal harus lebih membumi," katanya.

Sebagaimana Wagub Emil katakan, Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) menyampaikan bahwa ada penerbit securities crowdfunding (SCF) yang akan membuka toko UMKM hasil urun dana dengan para investor. Adalah Toko Aneka Truss di Driyorejo, Gresik, yang didirikan dengan bantuan crowdfunding dan dibuka serta diresmikan hari ini.
Pada kesempatan itu, Wagub Emil berharap agar model-model seperti ini dapat membangkitkan perekonomian di Jatim. Dari dibukanya toko ini, akan ada efek bola salju positif yang memicu munculnya toko-toko dengan pendanaan serupa.

"Dari toko-toko seperti inilah ekonomi jatim bergerak, karena 57,81% dari perekonomian jatim ini adalah kontribusi UMKM. 1/6 ekonomi indonesia dari jatim, kita harus berpihak pada UMKM. Yang kita saksikan hari ini adalah contoh yang saya harap dapat menghasilkan snowball efek," tegasnya.

Emil beraspirasi bahwa pembukaan ini akan membuat banyak wirausaha bisa mewujudkan idenya. Harapannya akan ada sebanyak 9.8 juta UMKM lainnya di Jatim dapat mengikuti dan termotivasi.

"Ini potensi yg luar biasa. Ekosistemnya besar untuk diakses oleh pelaku crowdfunding. Ini akan jadi model baru yang menarik di mana penerbit di Jatim dapat berkontribusi dengan lebih lagi. Bagaimana pelaku usaha di Jatim dapat membuka bisnisnya untuk layanan urun dana. Dan bagaimana modal satu juta rupiah dapat ikut urun saham dengan tanggung jawab tata kelola sebagai penerbit," tambahnya.(sdk)

Bagikan