Tips Penulisan Jurnal Karya Ilmiah Yang Efektif

Dr.Agr.Sc. Hagus Tarno, SP., MP. dalam kegiatan Pendidikan dan pelatihan penulisan jurnal bidang Kewirausahan

Kanal24, Malang - Bagian sentral dalam penulisan jurnal karya ilmiah adalah metodologi dan hasil penelitian. Hal ini disampaikan Dr.Agr.Sc. Hagus Tarno, SP., MP. Wakil Dekan III (Wadek III) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) dalam penyampaian materi Pendidikan dan pelatihan penulisan jurnal bidang Kewirausahan pada Rabu (10/8/2022).

Pada kegiatan tersebut, Hagus memaparkan terkait faktor-faktor penting dalam penulisan karya ilmiah dan cara penulisan karya ilmiah yang efektif. Dalam pemaparannya dia menyebutkan 4 faktor penting ketika menuliskan penelitian yang berkualitas.

Pertama adalah koherensi (Coherence). Faktor koherensi dikaitkan pada setiap informasi yang dituliskan di bagian-bagian struktur penulisan. Hagus, menjelaskan bahwa dalam menuliskan informasi yang diberikan pada setiap bagian, penulis tidak boleh memberikan informasi yang tumpang tindih dan melakukan pengulangan informasi.

Kedua, faktor organisasi (Organization).Pada faktor ini,  Hagus menekankan pada struktur penulisan yang mengikuti ketentuan dan kaidah-kaidah yang dimiliki setiap jurnal. Dia menambahkan bahwasannya masing-masing jurnal memiliki struktur organisasi yang berbeda, sehingga tulisan pun harus ditempatkan dibagian dan tempat yang sesuai.

Ketiga adalah faktor relevansi (Relevance). Relevansi dalam penulisan karya ilmiah harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh jurnal dan berfokus pada cakupan yang ada di dalam jurnal tersebut, seperti jumlah kata dan laporan data. Dia menjelaskan bahwa untuk penulisan essay hanya sekitar 4000 kata, sedangkan laporan data yang dipresentasikan hanya 3-5 tabel data saja.

Faktor keempat adalah kejelasan (Clarity). Di Indonesia, subjek-predikat-objek-keterangan (SPOK) menjadi rujukan dalam penulisan naskahnya. Hagus menekankan bahwa tulisan pada naskah akan lebih baik jika menggunakan tulisan sederhana agar lebih mudah dipahami dan lebih mudah untuk mendapatkan keputusan dari reviewer jurnal. Tidak jauh berbeda dengan penulisan naskah berbahasa inggris, penulis diharapkan memperhatikan masalah kosakata, parafrase, dan gaya penulisannya.

Wadek III FP UB ini juga menjelaskan terkait struktur penulisan jurnal karya ilmiah. Hagus mengatakan bagian pertama yang perlu dipikirkan dalam membuat laporan adalah mengenai metode dan hasil. Katanya, kedua bagian tersebut menjadi centraling report section atau bagian paling penting dan pusat dari penulisan.

Menutup materinya Dr.Agr.Sc. Hagus Tarno, SP., MP. mengatakan jika ingin menulis dengan cepat dan baik maka kita dapat menguasai beberapa software untuk membantu penulisan ilmiah seperti word program, numeric program, statistical program, reference manager, grammer checking & plagiarism software. (agt)

Bagikan