Kanal24, Malang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai pecahan baru meningkat signifikan. Menyambut momentum tersebut, Bank Indonesia (BI) kembali membuka layanan penukaran uang baru melalui platform digital Pintar.bi.go.id dalam rangkaian program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Layanan ini disiapkan untuk memastikan ketersediaan uang layak edar sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Peluncuran program SERAMBI 2026 menjadi bagian dari komitmen BI dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran selama Ramadan hingga Lebaran. Tradisi berbagi tunjangan hari raya (THR) kepada keluarga dan kerabat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya permintaan uang pecahan kecil. Karena itu, BI menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut.
Baca juga:
THR ASN Cair Mulai dari Pekan Pertama Ramadan 2026
Secara nasional, BI menyiapkan ratusan triliun rupiah uang layak edar untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebagian dialokasikan khusus untuk layanan penukaran uang baru kepada masyarakat melalui kas keliling dan jaringan perbankan. Layanan penukaran dilakukan secara bertahap dengan sistem pemesanan daring guna menghindari antrean panjang seperti yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Melalui situs Pintar.bi.go.id, masyarakat dapat memilih lokasi dan jadwal penukaran sesuai ketersediaan kuota. Sistem ini dirancang agar distribusi uang lebih merata serta mencegah praktik percaloan yang sering muncul menjelang Lebaran. Dengan metode pemesanan lebih awal, masyarakat tidak perlu datang sejak dini hari hanya untuk mengantre di lokasi penukaran.
Adapun tahapan penukaran dimulai dengan mengakses laman resmi, kemudian memilih menu penukaran uang rupiah melalui kas keliling. Selanjutnya, pemohon diminta memilih provinsi, lokasi, serta tanggal yang tersedia. Data diri seperti nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap, nomor telepon, dan alamat surat elektronik wajib diisi dengan benar. Setelah menentukan nominal dan pecahan uang yang diinginkan, sistem akan menerbitkan bukti pemesanan yang harus dibawa saat penukaran.
BI menetapkan batas maksimal penukaran uang baru sebesar Rp5,3 juta per orang pada tahun ini. Nominal tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Paket penukaran terdiri dari berbagai pecahan, mulai dari pecahan kecil hingga menengah, yang umumnya digunakan untuk pembagian THR atau angpao Lebaran.
Selain melalui kas keliling BI, layanan penukaran juga tersedia di sejumlah bank umum yang bekerja sama. Kantor-kantor cabang perbankan tertentu ditunjuk untuk melayani masyarakat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan jangkauan layanan semakin luas dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
BI juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jadwal pemesanan yang dibuka secara bertahap berdasarkan wilayah. Kuota penukaran biasanya cepat terpenuhi, terutama di kota-kota besar dengan tingkat kepadatan tinggi. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan mengakses situs segera setelah jadwal pendaftaran dibuka dan memastikan koneksi internet dalam kondisi stabil.
Program SERAMBI bukan sekadar layanan penukaran uang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memperlakukan uang rupiah secara layak. BI secara rutin mengingatkan masyarakat agar tidak melipat, mencoret, atau merusak uang, sehingga kualitas uang yang beredar tetap terjaga.
Momentum Ramadan dan Idul Fitri memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi nasional. Peningkatan konsumsi rumah tangga, distribusi THR, serta aktivitas mudik mendorong kebutuhan uang tunai meningkat tajam. Dengan persiapan yang matang, BI berharap ketersediaan uang layak edar dapat mendukung kelancaran transaksi serta menjaga stabilitas sistem pembayaran selama periode tersebut.
Melalui pemanfaatan teknologi digital dan koordinasi dengan perbankan, BI berupaya menghadirkan layanan yang lebih tertib, transparan, dan efisien. Masyarakat pun diharapkan memanfaatkan fasilitas resmi yang telah disediakan agar proses penukaran uang baru untuk Lebaran 2026 berjalan lancar tanpa kendala. (nid)













