Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Einid Shandy by Einid Shandy
January 17, 2026
in Edukatif
0
Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital (Freepik)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Di era digital yang kian terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap berbagai risiko di ruang siber. Akses luas terhadap internet, media sosial, dan gim daring memang membuka peluang belajar dan berekspresi, namun di sisi lain juga menghadirkan ancaman tersembunyi yang serius. Salah satu ancaman tersebut adalah praktik child grooming, yakni upaya sistematis untuk memanipulasi anak demi tujuan eksploitasi. Fenomena ini semakin mengkhawatirkan karena sering kali berlangsung tanpa disadari oleh korban maupun lingkungan terdekatnya.

Child grooming tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses yang bertahap dan terencana. Pelaku umumnya memanfaatkan keluguan serta kebutuhan emosional anak untuk membangun kedekatan. Dalam banyak kasus, interaksi bermula dari percakapan ringan yang terlihat wajar, lalu berkembang menjadi hubungan yang lebih personal dan intens. Ketika kepercayaan telah terbentuk, anak berada dalam posisi yang rentan terhadap tekanan dan kontrol dari pelaku.

Baca juga:
Motuba Murah Masih Jadi Andalan Gen Z untuk Mobilitas

Pola Manipulasi yang Bertahap

Proses grooming biasanya dimulai dengan pendekatan yang tampak ramah dan penuh perhatian. Pelaku kerap memberikan pujian, empati, atau hadiah kecil untuk membuat anak merasa istimewa. Perlahan, komunikasi diarahkan ke topik yang lebih pribadi, termasuk perasaan, masalah keluarga, atau pengalaman sehari-hari. Dari sinilah pelaku mulai membangun ikatan emosional yang membuat anak merasa dipahami dan diterima.

Dalam tahap lanjutan, pelaku sering kali mendorong anak untuk merahasiakan hubungan tersebut. Dalih yang digunakan beragam, mulai dari alasan kepercayaan hingga ancaman halus agar korban tidak bercerita kepada siapa pun. Situasi ini menciptakan ketergantungan emosional yang membuat anak sulit keluar dari relasi manipulatif tersebut. Anak bahkan dapat merasa bersalah atau takut kehilangan perhatian jika mencoba menolak permintaan pelaku.

Pola manipulasi inilah yang membuat child grooming sulit dikenali sejak awal. Banyak orang tua dan pendidik baru menyadari adanya masalah ketika dampaknya sudah cukup dalam, baik secara emosional maupun perilaku anak.

Dampak Psikologis dan Sosial

Dampak child grooming terhadap anak tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berpotensi berlangsung lama. Secara psikologis, korban dapat mengalami kecemasan, ketakutan berlebihan, hingga trauma mendalam. Perasaan malu dan bersalah sering kali muncul, terutama ketika anak merasa telah melakukan sesuatu yang “salah”, padahal sebenarnya mereka adalah korban manipulasi.

Selain itu, perubahan perilaku sosial juga kerap terlihat. Anak bisa menjadi lebih tertutup, menarik diri dari lingkungan pertemanan, dan kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai. Penurunan konsentrasi dan prestasi akademik pun sering terjadi karena tekanan emosional yang tidak tersalurkan dengan baik.

Dalam jangka panjang, pengalaman grooming dapat memengaruhi cara anak memandang relasi sosial dan kepercayaan terhadap orang lain. Trauma yang tidak ditangani dengan tepat berisiko terbawa hingga dewasa dan berdampak pada kualitas hubungan interpersonal, rasa percaya diri, serta kesehatan mental secara umum.

Peran Keluarga dan Pencegahan

Pencegahan child grooming memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga dan lingkungan sekitar. Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak saat beraktivitas di dunia digital, bukan hanya melalui pengawasan teknis, tetapi juga dengan membangun komunikasi yang terbuka. Anak perlu merasa aman untuk bercerita tentang pengalaman daringnya tanpa takut disalahkan atau dimarahi.

Edukasi mengenai batasan privasi dan keamanan digital juga menjadi langkah krusial. Anak perlu dibekali pemahaman tentang risiko berinteraksi dengan orang asing, pentingnya menjaga data pribadi, serta keberanian untuk menolak atau melaporkan perilaku yang membuat mereka tidak nyaman. Pendekatan ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan usia serta tingkat pemahaman anak.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat tentang child grooming perlu terus ditingkatkan. Lingkungan sekolah, komunitas, dan institusi terkait memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang aman bagi anak. Dengan kolaborasi antara keluarga, pendidik, dan masyarakat, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Child grooming adalah ancaman nyata di balik kemajuan teknologi digital. Tanpa kewaspadaan dan kepedulian bersama, anak-anak berisiko menjadi korban manipulasi yang berdampak panjang. Oleh karena itu, perlindungan anak di ruang digital harus menjadi prioritas bersama demi memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat. (nid)

Post Views: 19
Tags: Anak DigitalChild GroomingdigitalEra DigitalKANAL24kanal24.co.idManipulasiManipulatifPola ManipulasiPsikologisSosialuniversitas brawijaya
Previous Post

Konsistensi Iran Melawan AS

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

January 17, 2026
Guru Besar HI UB: Menimbang Arah Baru Palestina Merdeka

Konsistensi Iran Melawan AS

January 17, 2026
The Handmaid’s Tale: Dystopia yang Menyentak Realitas

The Handmaid’s Tale: Dystopia yang Menyentak Realitas

January 17, 2026
Gaya Kasual Nyaman Dominasi Fashion Gen Z 2026

Gaya Kasual Nyaman Dominasi Fashion Gen Z 2026

January 17, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025