Kanal24, Malang – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencatat sinyal positif dari investor asing setelah melakukan serangkaian pertemuan untuk membahas arah reformasi pasar modal Indonesia. Pertemuan tersebut menegaskan meningkatnya kepercayaan pelaku global terhadap komitmen pemerintah dan otoritas pasar dalam memperkuat transparansi, likuiditas, serta tata kelola pasar saham nasional.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa dialog langsung dengan investor internasional menjadi ruang penting untuk menjelaskan berbagai kebijakan reformasi yang tengah dan akan dijalankan. Menurutnya, investor asing menunjukkan pemahaman yang semakin baik terhadap arah kebijakan pasar modal Indonesia, sekaligus memberikan respons konstruktif terhadap langkah-langkah perbaikan yang disiapkan.
Rosan menilai, kejelasan arah reformasi menjadi faktor kunci dalam membangun kembali kepercayaan investor global. Ia menegaskan bahwa pasar modal Indonesia sedang bergerak menuju struktur yang lebih sehat, kompetitif, dan sejalan dengan praktik internasional.
Baca juga:
Dilema Gaji Anak Sultan di Bisnis Keluarga

Transparansi dan Likuiditas Jadi Sorotan
Salah satu isu utama yang mendapat perhatian investor asing adalah penguatan transparansi kepemilikan saham dan peningkatan likuiditas pasar. Kebijakan penyesuaian porsi saham beredar di publik dinilai mampu memperbaiki kualitas perdagangan saham serta mengurangi potensi distorsi harga.
Investor asing juga memberikan masukan terkait ambang batas pelaporan kepemilikan saham. Mereka menilai, keterbukaan yang lebih rinci akan membantu pasar membaca pergerakan investor besar secara lebih akurat, sekaligus meminimalkan praktik yang berpotensi merugikan investor ritel.
Masukan tersebut disebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan lanjutan bersama otoritas terkait, dengan tetap memperhatikan kondisi dan karakteristik pasar modal domestik.
Peran Danantara dalam Penguatan Pasar
Selain mendorong reformasi kebijakan, Danantara juga menegaskan komitmennya untuk berperan aktif di pasar modal. Lembaga ini diposisikan tidak hanya sebagai pengelola investasi strategis negara, tetapi juga sebagai katalis dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
Langkah penempatan dana investasi di pasar saham dinilai dapat memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar, terutama di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Kehadiran investor institusional jangka panjang diharapkan mampu meredam volatilitas sekaligus memperkuat fondasi pasar.
Menjaga Tata Kelola dan Kepercayaan
Di tengah dorongan reformasi, aspek tata kelola tetap menjadi perhatian utama. Danantara menegaskan bahwa setiap perubahan struktur dan kebijakan pasar harus dijalankan secara akuntabel, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan. Prinsip tersebut dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.
Kepercayaan pasar, menurut Danantara, tidak dibangun dalam waktu singkat. Diperlukan konsistensi kebijakan, komunikasi yang terbuka, serta implementasi yang tegas agar reformasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh pelaku pasar.
Optimisme terhadap Masa Depan Pasar Modal
Respons positif dari investor asing menjadi sinyal awal bahwa reformasi pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat. Danantara optimistis, jika langkah-langkah perbaikan terus dijalankan secara konsisten, pasar modal nasional akan semakin kompetitif dan menarik bagi investasi jangka panjang.
Dengan meningkatnya kepercayaan global dan penguatan struktur pasar, pasar modal Indonesia diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (nid)














