Kanal24, Malang – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menyoroti pentingnya penguatan etika digital dan perlindungan data pribadi di tengah meningkatnya keterbukaan akses dalam era transformasi digital.
Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menyampaikan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan dua sisi sekaligus: kemudahan akses dan tantangan dalam menjaga privasi.
“Transformasi digital itu bukan tanpa batas. Fleksibilitas harus tetap terarah dan terukur, terutama dalam menjaga aspek privasi,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada teknologi, tetapi pada kesiapan sumber daya manusia dalam memahami etika penggunaan data.
Baca juga : FILKOM UB Perkuat Konsolidasi Organisasi, Siapkan Diri Hadapi Disrupsi Digital
Ia menekankan bahwa kesadaran digital menjadi faktor kunci, karena tidak semua individu yang mengetahui konsep privasi benar-benar memahami cara menjaganya.
“Orang tahu bahwa data itu privat, tapi belum tentu paham bagaimana mengelolanya,” jelasnya.
Selain aspek literasi, penguatan regulasi juga dinilai penting untuk memastikan perlindungan data berjalan optimal. FILKOM UB, kata dia, turut mendorong penguatan kesadaran etis melalui pendidikan dan riset, termasuk penerapan ethical clearance dalam penelitian berbasis data.
“Riset di bidang komputer tetap harus memperhatikan aspek etika, terutama jika berkaitan dengan data, seperti data medis,” ungkapnya.
Saat ini, FILKOM juga tengah menyusun rencana induk pengembangan riset yang selaras dengan arah pendidikan dan tantangan global, termasuk isu perlindungan data.
Ia menambahkan, kampus memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman etika digital. Dengan penguatan tersebut, FILKOM UB diharapkan mampu merespons perkembangan teknologi sekaligus menjaga prinsip-prinsip perlindungan data di era digital.(Din)













