Kanal24, Malang — Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-28 Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menjadi momentum refleksi capaian sekaligus penanda transformasi strategis fakultas dalam menjawab tantangan nasional dan global. Apresiasi atas kinerja dan kontribusi FTP UB disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dalam acara yang digelar pada Selasa (27/1/2026) di Gedung Samantha Krida dan diselenggarakan oleh FTP UB.
Dalam sambutannya, Prof. Widodo menyampaikan penghargaan tinggi kepada seluruh sivitas akademika FTP UB atas kinerja luar biasa dalam mengembangkan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, hingga kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia juga menyoroti momentum peluncuran transformasi nama fakultas sebagai bagian dari semangat dan filosofi baru untuk menghasilkan karya yang lebih berdampak.
Baca juga:
FTP UB Resmikan Vertical Garden, Jadi Pionir Smart Green Campus UB

Apresiasi Kinerja dan SDM Unggul
Rektor UB menilai FTP UB sebagai salah satu fakultas dengan kualitas sumber daya manusia terbaik di Indonesia. Dosen, tenaga kependidikan, serta jajaran profesor dinilai mampu mengangkat berbagai persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi berbasis keilmuan dan teknologi.
Selain capaian akademik, FTP UB juga mendapat pengakuan dalam tata kelola kelembagaan hingga meraih apresiasi dari kementerian. Menurut Prof. Widodo, kekuatan SDM dan kepemimpinan di FTP UB menjadikan fakultas ini sebagai percontohan, sekaligus kontributor penting bagi Universitas Brawijaya melalui peran dosen yang dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat universitas.
Kontribusi Riset dan Kampus Berdampak
Capaian FTP UB tidak hanya terlihat dari publikasi internasional dan buku ilmiah, tetapi juga dari pengembangan teknologi tepat guna yang langsung dimanfaatkan masyarakat. Hal tersebut dinilai sebagai wujud nyata konsep kampus berdampak yang terus didorong Universitas Brawijaya.
Prof. Widodo menegaskan bahwa kontribusi FTP UB tidak hanya penting di level nasional, tetapi juga berpotensi memberikan solusi atas permasalahan global melalui riset dan inovasi yang relevan.
Filosofi Transformasi Nama Fakultas

Ketua Senat FTP, Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr., menjelaskan bahwa perubahan dan transformasi nama fakultas dilandasi oleh perkembangan cakupan keilmuan yang semakin luas. Sejak berdiri pada 1998, FTP UB terus berkembang dari struktur jurusan menjadi fakultas dengan spektrum keilmuan yang melampaui batas teknologi pertanian konvensional.
Menurutnya, nomenklatur lama tidak lagi sepenuhnya merepresentasikan bidang keilmuan yang dikembangkan, khususnya dengan hadirnya program studi baru di luar rumpun teknologi pertanian tradisional. Transformasi ini sekaligus menjadikan FTP UB sebagai pelopor di Indonesia dalam memperluas cakupan keilmuan berbasis agroindustri dan biosistem.
Menutup rangkaian acara, Rektor UB menegaskan bahwa perubahan nama membawa semangat, motivasi, dan filosofi baru bagi fakultas untuk terus berkarya dan memberi dampak lebih luas. Transformasi ini diharapkan memperkuat peran fakultas dalam menjawab persoalan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global, sekaligus memperkokoh posisi Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing internasional. (nid/ger)














