Kanal24, Malang – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) terus menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya melahirkan tenaga medis unggul, tetapi juga sumber daya manusia yang berdaya saing dan berdampak luas bagi masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Puncak Dies Natalis ke-52 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, yang digelar sebagai ruang refleksi perjalanan FK UB sekaligus momentum memperkuat kontribusi nyata untuk Indonesia.
Mengusung tema “Dari FKUB untuk Indonesia: Mendidik Generasi Tenaga Kesehatan Inovatif Menuju Indonesia Sehat”, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (11/01/2026), bertempat di Samantha Krida Universitas Brawijaya, dan diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Acara puncak Dies Natalis ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang mengintegrasikan nilai akademik, kesehatan masyarakat, inovasi, serta penguatan jejaring alumni. Beragam agenda digelar, mulai dari Jalan Sehat, talkshow inspiratif bersama tokoh alumni dan pimpinan fakultas, penampilan seni, hingga pengumuman berbagai lomba inovasi sebagai wujud komitmen FK UB dalam mendorong kreativitas sivitas akademika.
Baca juga:
Literasi Media Sejak Dini, Strategi Finlandia Lawan Hoaks

Refleksi 52 Tahun FK UB
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), menegaskan bahwa Dies Natalis ke-52 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali arah dan peran FK UB ke depan. Menurutnya, tema “FKUB untuk Indonesia” merepresentasikan harapan agar FK UB semakin berkontribusi dalam bidang pendidikan kedokteran dan kesehatan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa rangkaian Dies Natalis tahun ini banyak melibatkan alumni sebagai bagian dari strategi membangun jejaring kolaboratif. Alumni diharapkan menjadi mitra strategis fakultas dalam mendorong kemajuan Indonesia, baik melalui kontribusi di bidang kesehatan, pemerintahan, maupun sektor sosial lainnya.
Peran Alumni dalam Membangun Bangsa
Salah satu alumni yang hadir, dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed, yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi IX, membagikan pengalamannya tentang peran besar FK UB dalam membentuk perjalanan kariernya. Ia menuturkan bahwa sejak menjadi mahasiswa, FK UB telah memberikan dukungan nyata dalam pengembangan potensi akademik dan nonakademik, termasuk fasilitasi konferensi internasional, prestasi ilmiah, hingga beasiswa pendidikan.
Menurutnya, FK UB tidak hanya membangun kompetensi medis, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar memiliki daya saing global dan kepekaan sosial. Ia optimistis FK UB akan terus menjadi “rahim” lahirnya tenaga medis dan pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dari Kampus ke Kepemimpinan Daerah
Alumni lainnya, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, Wali Kota Jambi, mengenang masa studinya di FK UB sebagai fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Ia menilai pengalaman akademik dan praktik klinik di FK UB memberikan bekal keterampilan yang kuat, terutama dalam aspek praktis pelayanan kesehatan. Selain itu, keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan juga membentuk kapasitas kepemimpinan yang kelak membawanya terjun ke dunia pemerintahan.
Ia menambahkan bahwa latar belakang sebagai dokter memengaruhi kebijakan publik yang diambilnya, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga membuka peluang kerja sama antara daerah, termasuk rencana kolaborasi antarpemerintah daerah dalam pengembangan layanan kesehatan dan sektor pariwisata sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah.

FK UB dan Kiprah Lintas Sektor
Sementara itu, Dr. dr. Aries Budianto, Sp.B, Subsp., BD(K) menyoroti kiprah alumni FK UB yang tidak terbatas pada praktik medis semata. Banyak alumni FK UB yang berperan aktif di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, legislatif, hingga institusi pertahanan. Hal ini, menurutnya, tidak terlepas dari pendidikan kedokteran yang holistik serta pengalaman berorganisasi yang membentuk kemampuan berpikir kritis dan kepemimpinan.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan kedokteran dapat menjadi modal penting untuk berkontribusi di berbagai bidang, sekaligus memperkuat peran dokter sebagai agen perubahan di masyarakat.
Puncak Dies Natalis ke-52 FK UB pun menjadi penanda bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya terus bergerak maju, tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat lahirnya inovasi, kepemimpinan, dan kolaborasi. Dengan semangat “FKUB untuk Indonesia”, fakultas ini diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, berdaya, dan berkelanjutan. (nid/yor)














