Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Diet Sehat Ubah Bumi Menjadi Lebih Bernapas Lega

Einid Shandy by Einid Shandy
November 23, 2025
in Gaya Hidup
0
Diet Sehat Ubah Bumi Menjadi Lebih Bernapas Lega

Diet Sehat Ubah Bumi Menjadi Lebih Bernapas Lega (Freepik)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Tiap makanan yang tersaji di meja makan melewati proses panjang sebelum akhirnya tersaji di hadapan kita. Setiap tahapnya membawa dampak bagi iklim, bahkan hingga sisa makanan yang tertinggal di ujung piring. Seiring meningkatnya prevalensi obesitas di Indonesia, tren diet kini kian populer. Beragam metode diet dicoba masyarakat demi menurunkan berat badan dan mengurangi risiko penyakit akibat obesitas. Bagi penderita obesitas, salah satu pendekatan yang sering dianjurkan adalah diet defisit kalori — yakni dengan mengurangi konsumsi agar kalori yang masuk lebih rendah daripada kebutuhan tubuh.

Situasi itu ā€œmemaksaā€ tubuh membakar kalori dari cadangan lemak, bukan dari makanan baru yang dikonsumsi. Dalam jangka waktu tertentu, lemak dalam tubuh berkurang, berat badan menurun, dan risiko penyakit turut menurun. Motivasi utama menjalankan diet tentu demi kesehatan, tetapi sejatinya, manfaat diet tidak berhenti pada tubuh manusia. Pola makan yang lebih bijak ternyata juga memberi dampak positif bagi bumi. Meski terdengar tak berkaitan, membatasi jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi sebenarnya membantu menekan laju pemanasan global yang mengancam umat manusia.

Bagaimana Makanan Turut Mengubah Iklim

Setiap makanan yang kita beli memiliki ā€œharga tersembunyiā€ di luar nilai rupiah pada daftar menu. Di baliknya, terdapat biaya lingkungan berupa emisi gas rumah kaca (GRK) yang timbul selama proses produksi, mulai dari penanaman bahan baku hingga distribusi. Menurut Basis Data Emisi untuk Penelitian Atmosfer Global Uni Eropa (EDGAR), sekitar sepertiga dari total emisi GRK dunia berasal dari sistem produksi makanan.
Makanan di meja makan kita tidak hadir begitu saja, melainkan melewati rantai panjang produksi: mulai dari pembukaan lahan, penggunaan pupuk kimia, proses pengolahan, hingga transportasi yang semuanya menghasilkan emisi.

Ambil contoh sederhana: untuk menghasilkan sebungkus mi instan, dibutuhkan ladang gandum, pupuk kimiawi, energi listrik, serta bahan bakar untuk pengiriman. Setelah panen, gandum diolah menjadi tepung terigu, lalu menjadi mi yang dikukus, digoreng, dan dikemas — seluruhnya membutuhkan energi dalam jumlah besar. Bayangkan proses itu dilakukan secara massal untuk memberi makan 8,2 miliar manusia di bumi. Berapa banyak lahan subur yang terpakai? Berapa liter BBM yang dibutuhkan untuk menggerakkan sistem pangan global ini?

Lebih jauh, penelitian Joseph Poore dan Thomas Nemecek (2018) di Jurnal Science menunjukkan bahwa bahan makanan hewani menghasilkan emisi jauh lebih tinggi dibanding bahan nabati. Untuk menghasilkan satu kilogram daging sapi saja, proses produksinya menimbulkan emisi setara 60 kilogram COā‚‚e. Karena itu, dengan secara sadar mengatur pola konsumsi seperti dalam program diet, seseorang bukan hanya menjaga kesehatan diri, tetapi juga berkontribusi mengurangi tekanan terhadap bumi.

Sisa Makanan: Masalah yang Tak Kalah Serius

Dampak lingkungan dari makanan tak berhenti di proses produksinya. Masalah lain muncul ketika makanan menjadi sampah, terutama sisa santapan yang tidak habis dimakan. Sampah makanan memang tergolong organik dan bisa terurai, tetapi proses pembusukannya di tempat pembuangan menghasilkan gas metana (CHā‚„) — gas rumah kaca yang 28 kali lebih kuat dari karbon dioksida dalam menjebak panas di atmosfer.

Menurut Food Waste Index Report 2024 dari PBB, Indonesia merupakan penghasil sampah makanan terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah mencapai 14,73 juta ton per tahun. Jika ditumpuk di atas lapangan bola, timbunan sisa makanan itu bisa lebih tinggi dari Gunung Kilimanjaro. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) juga menunjukkan bahwa sisa makanan menjadi jenis sampah paling dominan di Indonesia. Dengan jumlah yang begitu besar, sisa makanan berpotensi menjadi sumber utama metana yang memperparah pemanasan global — semua berawal dari perilaku konsumsi berlebihan yang sering dianggap sepele.

Pola Makan Sehat untuk Kita dan Bumi

Membatasi konsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh—bukan keinginan sesaat—adalah inti dari diet sehat yang banyak dianut saat ini. Tubuh mendapat manfaat berupa berat badan ideal dan kesehatan yang lebih baik, sementara bumi memperoleh keuntungan dalam bentuk berkurangnya beban lingkungan dari produksi dan sampah makanan. Kebiasaan memilih makanan, terutama antara produk nabati dan hewani, menumbuhkan kesadaran untuk memahami asal usul serta dampak dari setiap bahan pangan yang kita konsumsi.

Selain itu, pola makan yang proporsional dapat mencegah terjadinya sisa makanan, mengurangi emisi metana, dan secara tidak langsung membantu memperlambat perubahan iklim. Manusia memang punya andil besar terhadap kerusakan bumi — dari polusi industri hingga konsumsi berlebihan. Namun, langkah sederhana bisa dimulai dari hal paling dekat: meja makan. Dengan memilih makanan rendah emisi dan mengonsumsi sesuai kebutuhan, kita bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memberi ruang bagi bumi untuk kembali bernapas lega.(dht)

Post Views: 128
Tags: BumiDiet SehatKANAL24kanal24.co.id
Previous Post

Kreativitas Muda Majukan Ekonomi Malang

Next Post

Bertarung di PIMNAS 2025, Tiga Tim Unggulan UB Berangkat ke Makassar

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Bertarung di PIMNAS 2025, Tiga Tim Unggulan UB Berangkat ke Makassar

Bertarung di PIMNAS 2025, Tiga Tim Unggulan UB Berangkat ke Makassar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Mengapa Ketenangan Batin Lebih Penting dari Pencapaian?

Mengapa Ketenangan Batin Lebih Penting dari Pencapaian?

January 24, 2026
Dosen HI UB: Momentum Global Desak Keadilan Palestina

Membaca Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

January 23, 2026
Vokasi UB Tawarkan Pendidikan Praktik Berbasis Industri

Vokasi UB Tawarkan Pendidikan Praktik Berbasis Industri

January 23, 2026
Menakar Peluang Lolos SNBP dari Nilai Rapor dan Daya Tampung

Menakar Peluang Lolos SNBP dari Nilai Rapor dan Daya Tampung

January 23, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025