Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dilema Gaji Anak Sultan di Bisnis Keluarga

Einid Shandy by Einid Shandy
January 26, 2026
in Ekonomi
0
Dilema Gaji Anak Sultan di Bisnis Keluarga

Dilema Gaji Anak Sultan di Bisnis Keluarga (Freepik)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang — Bekerja di bisnis keluarga kerap dianggap sebagai privilese, terutama bagi anak dari keluarga superkaya atau yang kerap dijuluki “anak sultan”. Namun di balik kemewahan dan akses terhadap kekayaan, tersimpan dilema yang jarang dibicarakan secara terbuka, yakni soal kompensasi dan pengupahan. Tidak sedikit anak pemilik bisnis justru menerima gaji di bawah standar pasar, meski memegang tanggung jawab besar dalam operasional perusahaan.

Fenomena ini muncul dari anggapan bahwa anggota keluarga tidak membutuhkan gaji tinggi karena telah menikmati manfaat lain, seperti dividen, fasilitas, atau jaminan ekonomi jangka panjang. Dalam banyak kasus, loyalitas terhadap keluarga dijadikan alasan utama untuk menerima kondisi tersebut, meskipun secara profesional nilai kerja mereka setara atau bahkan lebih tinggi dibanding karyawan non-keluarga.

Baca juga:
Ujian Independensi Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI

Loyalitas Keluarga yang Berujung Dilema Profesional

Bagi sebagian ahli waris, bekerja di bisnis keluarga bukan hanya soal meneruskan warisan, tetapi juga pembuktian kapasitas diri. Namun, ketika upah yang diterima tidak mencerminkan beban kerja dan kompetensi, muncul konflik batin antara loyalitas terhadap keluarga dan tuntutan profesionalisme.

Banyak anak pemilik usaha merasa tidak leluasa menegosiasikan gaji karena khawatir dianggap tidak tahu diri atau terlalu materialistis. Situasi ini kerap membuat mereka bertahan dalam kondisi kerja yang secara ekonomi kurang adil, demi menjaga keharmonisan keluarga dan stabilitas bisnis.

Perbedaan Pandangan Antar Generasi

Salah satu akar persoalan dalam pengupahan bisnis keluarga terletak pada perbedaan cara pandang antar generasi. Generasi pendiri umumnya memulai usaha dari nol, terbiasa hidup sederhana, dan menganggap loyalitas sebagai nilai utama yang tidak selalu perlu dikompensasi secara finansial. Sebaliknya, generasi penerus hidup di era dengan tuntutan profesionalisme, transparansi, dan standar pasar yang lebih jelas.

Perbedaan perspektif ini kerap memicu kesenjangan ekspektasi. Orang tua menganggap gaji bukan prioritas karena kepemilikan saham sudah menjadi bentuk kompensasi utama, sementara anak memandang gaji sebagai bentuk penghargaan profesional atas peran dan tanggung jawab yang diemban.

Minimnya Sistem Pengupahan yang Transparan

Berbeda dengan perusahaan publik, banyak bisnis keluarga belum memiliki sistem penggajian yang terstruktur dan objektif. Penentuan gaji sering kali didasarkan pada kesepakatan informal atau pertimbangan emosional, bukan pada analisis jabatan, kinerja, dan nilai pasar.

Ketiadaan struktur ini berisiko menimbulkan ketidakpuasan, baik bagi anggota keluarga maupun karyawan non-keluarga. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu konflik internal, menurunkan motivasi kerja, bahkan mengancam keberlanjutan bisnis itu sendiri.

Persepsi Publik dan Tekanan Sosial

Selain persoalan internal, anak sultan juga menghadapi tekanan dari persepsi publik. Mereka kerap diasumsikan hidup nyaman tanpa perlu memikirkan gaji, sehingga keluhan soal upah dianggap tidak relevan. Stigma ini membuat banyak ahli waris memilih diam meski merasa tidak mendapatkan kompensasi yang layak.

Padahal, bekerja di bawah ekspektasi tinggi keluarga dan publik bukanlah hal mudah. Tekanan untuk menjaga reputasi bisnis, mempertahankan kinerja, serta membuktikan kapasitas diri sering kali tidak sebanding dengan imbalan finansial yang diterima.

Mencari Titik Tengah antara Keluarga dan Profesionalisme

Para pengamat menilai, bisnis keluarga perlu mulai menerapkan prinsip profesionalisme dalam pengelolaan sumber daya manusia, termasuk dalam hal pengupahan anggota keluarga. Penetapan gaji yang adil dan transparan dinilai penting untuk menjaga motivasi, keadilan internal, serta keberlanjutan usaha lintas generasi.

Membangun struktur kompensasi yang jelas, memisahkan urusan keluarga dan profesional, serta melibatkan pihak independen dalam evaluasi kinerja menjadi langkah strategis untuk menghindari konflik di masa depan. Dengan demikian, loyalitas keluarga dan keadilan profesional dapat berjalan beriringan.

Isu gaji anak sultan dalam bisnis keluarga pada akhirnya bukan sekadar soal angka, melainkan refleksi tantangan transisi dari bisnis berbasis hubungan keluarga menuju tata kelola yang lebih modern dan berkelanjutan. (nid)

Post Views: 63
Tags: Bisnis KeluargaDilema ProfesionalGajiKANAL24kanal24.co.idKerjaLoyalitasSistem Pengupahanuniversitas brawijayaUpah
Previous Post

Ini Dia Deretan K-Drama Pembawa Suasana Bahagia

Next Post

Funwalk Dies Natalis ke-28 FTP UB, Satukan Civitas dan Alumni

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Funwalk Dies Natalis ke-28 FTP UB, Satukan Civitas dan Alumni

Funwalk Dies Natalis ke-28 FTP UB, Satukan Civitas dan Alumni

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

January 28, 2026
Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

January 28, 2026
Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

January 28, 2026
Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

January 27, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025