Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dinginnya Malang Dimaknai Sebagai Fenomena Alam Biasa

admin by admin
August 5, 2023
in Pendidikan
0
Dinginnya Malang Dimaknai Sebagai Fenomena Alam Biasa
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Dinginnya suhu daerah Malang semakin terasa ketika malam menjelang pagi. Guru besar geofisika dari FMIPA UB, Prof. Drs. Adi Susilo, M.Si., Ph.D. memaparkan bahwa fenomena ini adalah hal yang biasa, bukan krisis iklim ataupun perkara mistis. 

Dinginnya hawa Malang dan sekitarnya disebabkan oleh sebuah fenomena yang disebut monsun dingin Australia. Australia berada di belahan bumi bagian selatan, yang mana di bulan Juli ini sedang mengalami puncak musim dingin. Akibatnya, massa udara dingin di atmosfer Australia yang padat kemudian mengalir ke daerah Indonesia bagian selatan. Inilah yang menjadi penyebab cuaca dingin di pagi hari terjadi di beberapa daerah selatan Pulau Jawa, pulau Bali, hingga Nusa Tenggara. 

“Bulan Juli ini memang puncak-puncaknya musim dingin di Australia. Tapi menjelang Agustus-September diperkirakan dinginnya sudah mulai berkurang karena di daerah belahan bumi selatan, khususnya Australia itu sudah mulai menghangat. Nah gantian di bulan Agustus nanti puncak-puncaknya panas di Indonesia karena matahari ada di 23 derajat di arah selatan. Sekarang matahari masih ada di utara dan dalam pergerakan ke selatan, makanya beberapa wilayah Indonesia terasa sejuk,” terang Prof. Adi. 

Di samping itu, Indonesia sedang mengalami musim kemarau di mana uap air di atmosfer rendah sehingga pantulan panas dari matahari langsung dilepaskan di atmosfer. Pada siang hari, panas matahari diserap oleh bumi. Kemudian, panas yang telah diserap bumi akan dikeluarkan kembali pada malam hari untuk menstabilkan suhu bumi. Namun, ketiadaan uap air yang menghalangi panas ini akan menyebabkan panas langsung dilepas ke atmosfer sehingga panas yang beredar di bumi hanya sedikit, menyebabkan suhu dingin. 

“Sebetulnya yang membuat bumi panas adalah sinar matahari yang dipantulkan oleh bumi terperangkap di atmosfer yang diakibatkan menumpuknya uap air (awan) atau emisi gas yang dikenal sebagai global warming. Nah inilah yang membuat kita merasa gerah, sumpek, dan sebagainya,” terang Prof. Adi. 

Prof. Adi menyatakan cuaca dingin menunjukkan bahwa iklim bumi akhir akhir ini sedang dalam keadaan baik. Panas matahari yang langsung dilepaskan ke atmosfer menandakan bahwa tidak ada tumpukan emisi di atmosfer yang menyebabkan panas terperangkap di bumi. Dinginnya kota Malang dan sekitarnya sepatutnya menjadi hal yang patut disyukuri di tengah-tengah krisis heatwave yang saat ini sedang melanda Eropa. 

“Cuaca ekstrim itu terjadi kalau ada polusi ekstrim, asap (emisi gas rumah kaca) menumpuk di atas (atmosfer) sehingga panas dari bumi yang naik ke atmosfer dipantulkan kembali ke bumi. Kalau yang terjadi di Malang dan sekitarnya kan tidak begitu, panas naik dan langsung lepas tidak ada yang menghalangi dan tidak kembali ke bumi. Nah ini adalah fenomena di mana belahan bumi sini relatif bersih dari polusi,” imbuhnya. 

Terkait tanggapannya tentang fenomena dinginnya Malang di malam hari, Prof. Adi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengaitkan peristiwa ini dengan hal-hal mistis. Perubahan suhu yang terjadi akhir-akhir ini merupakan murni proses dari alam. Sehingga masyarakat tidak perlu terhasut dengan polemik yang tidak didasarkan pada fakta dan ilmu pengetahuan. Selain itu, Prof. Adi juga menyarankan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi. (riz)

 

Baca juga: Prof Rudianto : Manusia Biang Kerok Antropogenik

 

Post Views: 277
Previous Post

Ahir Pekan Laju IHSG Lanjutkan Proses Penguatan

Next Post

APG 2022 Jadi Ajang Para Atlet Berjuang untuk Kesetaraan

admin

admin

Jernih, Akurat, Mencerdaskan – Bersama Kanal24, temukan kebenaran dalam informasi.

Next Post
APG 2022 Jadi Ajang Para Atlet Berjuang untuk Kesetaraan

APG 2022 Jadi Ajang Para Atlet Berjuang untuk Kesetaraan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023

AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Dosen UB Kenalkan Teknologi Pembuatan Pakan Ternak dan Pupuk Organik ke Desa Plandirejo

Dosen UB Kenalkan Teknologi Pembuatan Pakan Ternak dan Pupuk Organik ke Desa Plandirejo

5
Layanan RSUB Kini Terintegrasi dengan Mobile JKN BPJS

Layanan RSUB Kini Terintegrasi dengan Mobile JKN BPJS

4

Review Film : Glass Onion: A Knives Out Story

3
Mahasiswa Vokasi UB Didorong Jadi Global Citizen

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Jadi Global Citizen

August 29, 2025
431 Siswa MAN 1 Kota Semarang Ikuti Penerimaan Tamu Ambalan

431 Siswa MAN 1 Kota Semarang Ikuti Penerimaan Tamu Ambalan

August 29, 2025
Wamen PU Tekankan Pengembangan Energi Ramah Lingkungan pada ICENIS Sekolah Pascasarjana Undip

Wamen PU Tekankan Pengembangan Energi Ramah Lingkungan pada ICENIS Sekolah Pascasarjana Undip

August 29, 2025
Mahasiswa UB Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

Mahasiswa UB Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

August 28, 2025

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Sistem Swiss Manager Dalam Catur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Galeri
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2023

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2023