Kanal24, Malang – Upaya peningkatan kualitas reproduksi ternak sapi terus dikembangkan melalui riset akademik. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya menggelar ujian disertasi bertajuk “Suplementasi L-Arginine pada Pengencer Tris-Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa dan Angka Fertilisasi Sapi Simmental”, Kamis (15/1/2026), di Auditorium Fakultas Peternakan UB.
Disertasi tersebut dipresentasikan oleh Dr. Aulia Firmawati, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ternak Fapet UB, dengan Prof. Dr. Ir. Trinil Susilawati, MS., IPU., ASEAN Eng. sebagai promotor. Penelitian ini menyoroti tantangan besar dalam teknologi pembekuan semen, khususnya penurunan kualitas spermatozoa pascaproses kriopreservasi.
Dr. Aulia menjelaskan, latar belakang penelitiannya berangkat dari fakta bahwa proses pembekuan semen masih menghadapi penurunan motilitas spermatozoa yang signifikan. Dalam praktiknya, kematian spermatozoa dapat mencapai 80 persen, disertai penurunan motilitas hingga 60 persen serta penurunan integritas membran mencapai 50 persen.
“Ini menjadi tantangan utama dalam pembekuan semen. Dari situ saya terdorong mencari solusi untuk mempertahankan kualitas spermatozoa agar penurunannya tidak terlalu drastis,” ujar Aulia.

Ia kemudian memilih suplementasi L-Arginine dalam pengencer tris-kuning telur. Menurutnya, L-Arginine tidak hanya berperan sebagai scavenger reaktif oksidan spesies (ROS), tetapi juga mampu memodulasi sistem redoks di dalam sel.
“L-Arginine mampu mempertahankan sistem antioksidan di dalam spermatozoa sehingga kualitasnya tetap terjaga hingga pasca thawing,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aulia menilai disertasinya memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara aplikatif di sektor peternakan. Hasil penelitian ini, kata dia, dapat diterapkan di UPT maupun Balai Inseminasi Buatan, karena terbukti mampu mempertahankan kualitas spermatozoa dalam jangka waktu lebih lama.
Ia pun berharap riset ini dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Dengan kualitas spermatozoa yang lebih stabil dan membran sel yang terjaga, suplementasi L-Arginine pada semen beku diharapkan mampu meningkatkan populasi serta produktivitas sapi potong di Indonesia.
Sementara itu, Prof. Trinil Susilawati menilai disertasi yang dipresentasikan Dr. Aulia sebagai penelitian yang komprehensif. Ia menyebut riset tersebut telah memenuhi kriteria kesiapterapan teknologi tingkat sembilan (TKT 9), mulai dari hulu hingga hilir.
“Penelitian ini lengkap dan sangat aplikatif. Hasilnya bisa langsung diimplementasikan di masyarakat untuk perbaikan mutu genetik sapi,” ujarnya.
Menurut Prof. Trinil, keunggulan disertasi ini terletak pada pembuktiannya yang tidak berhenti di laboratorium. Penelitian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari uji in vitro hingga pengujian di lapangan.
“Selama ini pembekuan semen sudah ada, tetapi hasilnya belum optimal. Dengan penambahan L-Arginine ini, kualitasnya meningkat dan dibuktikan sampai di lapang, jadi tidak setengah-setengah,” tegasnya.
Ia berharap hasil penelitian ini dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin, khususnya antara Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan. Selain itu, Prof. Trinil juga mendorong promovenda untuk terus mengembangkan keilmuan sekaligus menjaga keseimbangan peran sebagai akademisi dan ibu dalam keluarga.
Ujian disertasi ini menjadi salah satu kontribusi akademik Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dalam mendukung pengembangan teknologi reproduksi ternak yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi sektor peternakan nasional.(Din/Qrn)














