Kanal24, Malang – Tantangan efisiensi masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam pengembangan energi surya di Indonesia. Meski potensinya melimpah, fluktuasi daya pada sistem pemanen energi membuat hasil listrik yang dihasilkan panel surya belum optimal. Persoalan inilah yang menjadi fokus utama disertasi doktoral di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB).
Disertasi bertajuk Inovasi Peningkatan Efisiensi Pemanen Energi Sel Surya Menggunakan Metode Pengisian Kapasitor Bertahap dan Pemindahan Muatan dipresentasikan dalam sidang terbuka di Gedung Dekanat FT UB lantai dua, Selasa (21/1/2026). Penelitian ini menawarkan pendekatan baru untuk meningkatkan kinerja sistem Maximum Power Point Tracking (MPPT) pada panel surya.
Promovendus Sidik Nurcahyo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa sistem pemanen energi surya yang ada saat ini masih menghadapi masalah ketidakstabilan. Fluktuasi tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi daya yang dihasilkan.
“Urgensinya adalah bahwa MPPT yang saat ini pemanen energi surya itu masih fluktuatif sehingga responsnya belum optimal. Dengan metode yang saya usulkan ini, hasil panenan energinya menjadi lebih baik yang ditandai dengan efisiensi yang lebih tinggi,” ujar Sidik.
Melalui metode pengisian kapasitor secara bertahap dan pemindahan muatan, sistem yang dikembangkan mampu menjaga kestabilan aliran energi. Meski masih berada pada tahap simulasi, Sidik menegaskan bahwa model yang digunakan telah dirancang secara detail dan representatif terhadap kondisi nyata.
“Walaupun masih simulasi, programnya dijalankan secara detail sehingga sudah cukup menggambarkan kondisi sebenarnya,” katanya.
Ke depan, hasil penelitian ini direncanakan akan dikembangkan melalui riset lanjutan agar dapat diimplementasikan secara langsung pada perangkat keras. Sidik berharap inovasi ini tidak berhenti pada tataran akademik.
“Saya akan mengalokasikan waktu agar metode ini bisa benar-benar digunakan di masyarakat dan dikembangkan lebih lanjut melalui riset lanjutan serta implementasi nyata,” tambahnya.

Promotor disertasi, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menilai penelitian ini sebagai inovasi penting di bidang energi terbarukan. Ia menekankan bahwa disertasi tersebut tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga telah diakui secara akademik dan hukum.
“Promovendus membuat inovasi yang luar biasa untuk meningkatkan efisiensi pemanen energi matahari dan ini dikerjakan dengan sangat baik. Hasil penelitiannya sudah dipatenkan dan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi,” ungkapnya.
Menurut Hadi, temuan ini berkontribusi nyata dalam upaya diversifikasi energi dan peningkatan efisiensi konversi energi surya menjadi listrik. Hal ini menjadikannya relevan tidak hanya untuk kebutuhan akademik, tetapi juga untuk pengembangan teknologi nasional.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menyoroti relevansi penelitian ini dalam menjawab tantangan energi dan lingkungan.

“Kita menghadapi tantangan energi dan lingkungan. Temuan ini sangat positif karena memanfaatkan energi terbarukan, khususnya panel surya, agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Ia menilai inovasi tersebut berpotensi mendorong pemanfaatan energi terbarukan secara lebih luas di masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Disertasi ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya solusi atas persoalan strategis bangsa. Di tengah dorongan transisi energi, riset semacam ini menjadi pijakan penting menuju sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.(Din)














