Kanal24, Malang – Sebanyak 86 dokter hewan resmi diambil sumpahnya dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Hewan Baru Periode 22 yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya di Gedung Samantha Krida, Kamis (12/2/2026). Momentum ini menjadi titik awal pengabdian para lulusan untuk menjawab tantangan dunia kesehatan hewan, ketahanan pangan, hingga ancaman penyakit zoonosis di tengah perubahan zaman.
Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet., menegaskan bahwa pengambilan sumpah bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan komitmen moral dan profesional. Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada acara yang berlangsung khidmat di Gedung Samantha Krida.
āPada hari ini alhamdulillah kami telah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah dokter hewan baru periode ke-22. Tema yang diambil memiliki filosofi bahwa para lulusan ini akan menjadi bintang yang memberikan sinar dan manfaat bagi masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan,ā ujarnya.
Baca juga:
Disertasi FH UB Soroti Perdagangan Pengaruh Parpol

Ia menambahkan, dari 86 dokter hewan yang dilantik, sepuluh di antaranya telah mendapatkan pekerjaan, sementara dua lulusan akan melanjutkan studi magister di luar negeri.
Tantangan Global dan Perubahan Iklim
Menurut Dyah, para dokter hewan muda dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Perubahan iklim (climate change), pasar global, serta mobilitas perdagangan bebas berpotensi meningkatkan risiko munculnya penyakit hewan baru.
āFree trade memungkinkan kompetisi yang tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Karena itu para dokter hewan harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi dan kasus-kasus terbaru di bidang kedokteran hewan,ā jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pembaruan keilmuan secara berkelanjutan, termasuk adaptasi terhadap teknologi medis veteriner yang berkembang pesat. Dengan demikian, lulusan mampu bersaing dan tetap relevan dalam dinamika dunia kerja.
Strategi Serap Lulusan ke Dunia Kerja
Fakultas Kedokteran Hewan UB juga memiliki strategi konkret untuk memastikan lulusan terserap di dunia kerja. Dyah menyampaikan bahwa fakultas menargetkan para lulusan dapat bekerja maksimal dalam waktu 12 bulan setelah kelulusan, sejalan dengan indikator kinerja kementerian.
āKami memiliki amanah untuk memediasi dan menjembatani lulusan ke dunia kerja. Dua minggu sebelum seremoni pelantikan, kami mengadakan pembekalan sekaligus open recruitment yang menghadirkan lebih dari 10 hingga 20 perusahaan di setiap sesi,ā terangnya.
Kegiatan rekrutmen in campus tersebut membuka peluang bagi lulusan terbaik untuk langsung direkrut oleh berbagai instansi dan perusahaan mitra. Upaya ini diharapkan menjadi jembatan efektif antara dunia akademik dan kebutuhan industri.
Sumpah sebagai Komitmen Seumur Hidup
Salah satu lulusan terbaik, drh. Hafiz Bintang Pamungkas, mengungkapkan bahwa sumpah profesi memiliki makna mendalam bagi dirinya.
āBagi saya, sumpah profesi ini bukan hanya seremonial. Ini adalah titik awal dari apa yang sudah kita pelajari dan akan dipertanggungjawabkan sampai akhir hayat. Ini momen yang sangat krusial,ā ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman paling membentuk selama pendidikan adalah saat menjalani koas atau praktik lapangan. Di fase tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar aspek medis, tetapi juga membangun empati dan kemampuan komunikasi dengan klien.

āKita belajar bahwa menjadi dokter hewan bukan hanya soal medis, tetapi juga bagaimana berkomunikasi dan berempati kepada pemilik hewan,ā katanya.
Hafiz juga menegaskan pentingnya peran dokter hewan dalam menjaga ketahanan pangan dan mencegah penyakit zoonosis. āHampir 60 persen penyakit pada manusia berasal dari hewan. Dokter hewan adalah garda terdepan dalam mencegah dan menanganinya,ā tegasnya.
Ia berharap ke depan profesi dokter hewan di Indonesia semakin berkembang, baik dari sisi teknologi maupun apresiasi masyarakat. āSaya berharap dokter hewan Indonesia bisa lebih inovatif dan semakin dihargai,ā tutupnya.
Pelantikan periode ke-22 ini menandai lahirnya generasi baru dokter hewan yang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat. Dengan bekal kompetensi dan komitmen profesional, para lulusan siap menapaki dunia pengabdian yang penuh tantangan sekaligus peluang. (nid/qrn)














