Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dosen Sastra Angkat Bahasa Walikan sebagai Warisan Kreatif Arek Malang

Dinia by Dinia
October 29, 2025
in Pendidikan
0
Dosen Sastra Angkat Bahasa Walikan sebagai Warisan Kreatif Arek Malang
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang — Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi bahasa, eksistensi bahasa lokal sering kali menghadapi tantangan untuk tetap hidup. Namun, bagi masyarakat Malang, kreativitas dalam berbahasa justru melahirkan identitas unik yang dikenal sebagai Boso Walikan atau Bahasa Walikan — bahasa khas Arek Malang yang membalik susunan kata untuk menciptakan makna baru.

Fenomena linguistik ini menjadi sorotan menarik dalam perayaan Bulan Bahasa “School Phoria Goes to SMAN 4” (28/10/2025), melalui sesi inspiratif yang menghadirkan Nurenza Vannuar, Ph.D., dosen sastra sekaligus anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Dalam pemaparannya, Nurenza menjelaskan bahwa Bahasa Walikan bukan sekadar permainan kata, tetapi cermin kreativitas dan identitas budaya masyarakat Malang.

“Bahasa Walikan itu khas Malang. Ia lahir dari kreativitas anak muda yang membolak-balik kata, misalnya ‘Malang’ menjadi ‘Ngalam’, dan ‘arek’ yang berarti anak muda, dibalik menjadi ‘kera’. Jadi kalau seseorang ingin menyebut dirinya Arek Malang, ia bisa bilang: Saya Kera Ngalam,” tutur Nurenza dengan penuh semangat.

Bahasa Walikan, dari Sandi Perang Jadi Identitas Budaya

Lebih jauh, Nurenza memaparkan bahwa sejarah Bahasa Walikan memiliki akar panjang yang menarik. Berdasarkan berbagai kesaksian lisan dan legenda lokal, bahasa ini sudah muncul sejak era 1940-an, pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Banyak cerita dari para tetua di Malang yang mengatakan bahwa Bahasa Walikan dulu digunakan sebagai bahasa sandi saat perang kemerdekaan. Karena pada waktu itu mata-mata Belanda sudah memahami bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, maka para pejuang menggunakan bahasa terbalik untuk mengelabui mereka,” jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa istilah yang diyakini muncul dari konteks sejarah tersebut, seperti kata mata-mata yang dibalik menjadi khatam, dan londo (Belanda) yang dibalik menjadi ondol. Dari situlah, kata-kata khas Bahasa Walikan terus berkembang, meluas, dan akhirnya menjadi bahasa gaul yang melekat kuat dalam keseharian warga Malang.

Kreativitas yang Menjadi Identitas Arek Ngalam

Menurut Nurenza, Bahasa Walikan adalah bentuk ekspresi linguistik yang merepresentasikan karakter egaliter, spontan, dan jenaka dari masyarakat Malang. Ia menggambarkan bagaimana bahasa ini menjadi penanda keakraban dan solidaritas sosial antarwarga, terutama generasi muda.

“Bahasa ini menunjukkan jiwa Arek Malang yang khas: santai tapi cerdas, sederhana tapi kreatif. Walikan membuat mereka merasa punya identitas yang berbeda dari daerah lain,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa seiring berkembangnya teknologi dan komunikasi digital, penggunaan Bahasa Walikan di kalangan muda mulai berkurang. Karena itu, ia menilai penting untuk melestarikan Bahasa Walikan melalui kegiatan edukatif, media sosial, hingga pembelajaran di sekolah.

“Walikan ini harus dipertahankan dan dilestarikan supaya generasi muda tetap tahu akar budayanya sendiri,” tegas Nurenza.

Bahasa Lokal di Tengah Arus Globalisasi

Kehadiran Nurenza Vannuar dalam kegiatan Bulan Bahasa di SMAN 4 Malang tidak hanya memberi wawasan linguistik, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan nasional.

Melalui penjelasan historis dan budaya tentang Bahasa Walikan, siswa diajak memahami bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga penanda identitas dan memori kolektif masyarakat.

Dengan semangat “Kera Ngalam”, Nurenza mengajak generasi muda untuk tidak malu menggunakan Bahasa Walikan dalam ruang-ruang ekspresi mereka. Bagi dosen yang juga peneliti bahasa ini, melestarikan Bahasa Walikan berarti menjaga denyut kreativitas dan keunikan budaya Arek Malang di tengah dunia yang semakin seragam.(Din/Yor)

Post Views: 208
Tags: akademi ilmuwan muda indonesiaarek malangbahasa walikanboso walikanBudaya MalangBulan Bahasadosen sastraidentitas lokalKANAL24kera ngalamkreativitas remajalinguistik budayaliterasi bahasamalang rayanurenza vannuarpelestarian bahasasejarah malangsman 4 malang
Previous Post

School Phoria Kalimaya Bhaskara FM Hidupkan Semangat Literasi SMAN 4 Malang

Next Post

FH UB Bahas Reformasi Keuangan Pusat-Daerah Dorong Kemandirian Fiskal

Dinia

Dinia

Next Post
FH UB Bahas Reformasi Keuangan Pusat-Daerah Dorong Kemandirian Fiskal

FH UB Bahas Reformasi Keuangan Pusat-Daerah Dorong Kemandirian Fiskal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Susun Resolusi Keuangan Baru untuk Tahun 2026

Susun Resolusi Keuangan Baru untuk Tahun 2026

January 3, 2026
Wisata Jawa Timur Alternatif Anti Macet

Wisata Jawa Timur Alternatif Anti Macet

January 3, 2026
Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

January 3, 2026
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025