Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dua Musim Haji 2027, Biaya Bisa Bengkak Hingga 42 Triliun

Einid Shandy by Einid Shandy
June 23, 2025
in Ekonomi
1
Dua Musim Haji 2027, Biaya Bisa Bengkak Hingga 42 Triliun

Ilustrasi naik haji (*)

158
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Indonesia diprediksi menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan dana haji pada tahun 2027. Pasalnya, pada tahun tersebut akan terjadi dua kali musim haji dalam satu tahun kalender Masehi. Hal ini berpotensi menyebabkan lonjakan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga mencapai Rp 42 triliun.

Peneliti Center of Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Handi Risza, menjelaskan bahwa lonjakan ini tidak hanya berdampak pada keuangan negara, tetapi juga pada keberlanjutan pengelolaan dana haji ke depan. Bila tidak diantisipasi sejak dini, dana kelolaan yang saat ini mencapai Rp 170 triliun bisa menyusut drastis menjadi Rp 128 triliun.

Baca juga:
Ekonomi Lesu, Prof. Andy Fefta: Pemerintah Perlu Optimalisasi Kebijakan

“Jumlah calon jemaah yang masih menunggu saat ini mencapai 5,4 juta orang. Di sisi lain, future liabilities atau kewajiban di masa depan diperkirakan menembus angka Rp 504 triliun. Ini merupakan tantangan besar bagi pengelolaan keuangan haji kita,” tegas Handi dalam keterangan tertulis pada Sabtu (21/6/2025).

Urgensi Reformasi Pengelolaan Dana Haji

Kepala CSED INDEF, Nur Hidayah, menyebut pengelolaan dana haji di Indonesia memiliki urgensi yang sangat tinggi, terutama karena sistem pembiayaan saat ini menutup kesenjangan antara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah dan total biaya BPIH.

“Sebagian besar pembiayaan disubsidi dari hasil investasi dana kelolaan. Maka dari itu, jika dana menipis, beban fiskal akan meningkat signifikan,” ujar Nur Hidayah. Ia menekankan pentingnya penguatan kerangka regulasi dan strategi investasi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2023 terjadi peningkatan aset dari hasil investasi pada surat berharga dan pembiayaan bagi hasil. Namun, ironisnya, proporsi investasi justru menurun sebesar 20,09 persen. Meski begitu, muncul tren positif baru dari diversifikasi investasi ke instrumen emas, yang mampu memberikan keuntungan sebesar 12 persen atau setara Rp 48 juta.

Belajar dari Malaysia

Indonesia juga disarankan meniru strategi pengelolaan dana haji dari Malaysia, yang dinilai sudah jauh lebih matang. Malaysia menggunakan kerangka alokasi aset strategis, dengan komposisi pendapatan lembaga hajinya didominasi efek berpendapatan tetap.

“Malaysia sudah menerapkan sistem subsidi berdasarkan klasifikasi ekonomi sejak 2022. B40 (kelas bawah) tetap disubsidi, tapi M40 (menengah) dan T20 (kelas atas) mendapat perlakuan berbeda. T20 bahkan tidak disubsidi sama sekali. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi Indonesia,” ujar Nur Hidayah.

Rekomendasi Strategis INDEF

Untuk memperkuat ketahanan dana haji di tengah ancaman pembengkakan biaya, INDEF merekomendasikan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah diversifikasi instrumen investasi, khususnya memperluas portofolio emas melalui bullion bank atau investasi langsung di sektor luar negeri.

Selain itu, perlu dilakukan revisi terhadap Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji. Tujuannya adalah untuk memperkuat kewenangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), memperbaiki koordinasi lintas lembaga, serta memungkinkan penggunaan multi-currency (mata uang ganda) dalam proses pengelolaan.

Baca juga:
Percepatan Belanja APBN: Optimisme di Tengah Tantangan

Tak kalah penting, opsi penambahan emas sebagai bentuk setoran awal biaya haji juga mulai dilirik. Hal ini dinilai sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah, yang menekankan perlindungan atas harta, jiwa, serta keberlanjutan sosial-fiskal.

“Prinsip Maqashid Syariah harus menjadi dasar utama pengelolaan keuangan haji di Indonesia. Transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan menjadi pilar penting dalam menjaga amanah ini,” tutup Nur Hidayah.

Dengan adanya tantangan besar di depan, khususnya dua musim haji dalam satu tahun pada 2027, pemerintah bersama BPKH diharapkan bisa segera melakukan reformasi kebijakan pengelolaan dana haji. Langkah ini penting agar ibadah haji tetap bisa berjalan dengan baik, tanpa membebani keuangan negara maupun jemaah di masa depan. (nid)

Post Views: 1,517
Tags: Dua Musim Haji 2027ekonomiEkonomi globalHaji 2027KANAL24kanal24.co.idMusim hajiNaik Hajiuniversitas brawijaya
Previous Post

Studio Musik Malang: Rekaman Berkualitas, Harga Bersahabat

Next Post

AS-Israel Serang Iran, Minyak Melonjak Tajam

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
AS-Israel Serang Iran, Minyak Melonjak Tajam

AS-Israel Serang Iran, Minyak Melonjak Tajam

Comments 1

  1. Pingback: Batangan atau Perhiasan, Investasi Emas Terbaik? - Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Esensialisme di Era Sibuk: Pentingkan yang Penting Saja

Esensialisme di Era Sibuk: Pentingkan yang Penting Saja

February 17, 2026
Tren Busana Imlek 2026 Elegan Modern

Tren Busana Imlek 2026 Elegan Modern

February 17, 2026
Proteksi Dompet Digital Jadi Kunci Keamanan Transaksi

Proteksi Dompet Digital Jadi Kunci Keamanan Transaksi

February 16, 2026
Khatib Asal AS Bahas Sains, Ramadhan di MRP UB

Khatib Asal AS Bahas Sains, Ramadhan di MRP UB

February 16, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025