Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Feminis dan Anti Feminis Beradu Pandangan Dalam Diskusi UB

Einid Shandy by Einid Shandy
September 1, 2024
in Gaya Hidup
0
Feminis dan Anti Feminis Beradu Pandangan Dalam Diskusi UB

Feminis dan Anti Feminis Beradu Pandangan dalam Gema Dialektika BEM FPIK UB (Neo/Kanal24)

231
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Sebuah diskusi di Universitas Brawijaya (UB) pada (30/08/2024) digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dengan tajuk “Apakah Feminisme Merupakan Ancaman atau Solusi terhadap Kesetaraan Gender?” yang dikemas dalam Gema Dialektika.

Diskusi yang dihadiri oleh mahasiswa dan aktivis pergerakan ini menghadirkan Aquarina Kharisma Sari, presiden Malang Women Writers’ Society sekaligus pegiat Lesbumi NU Kota Malang, dan Ruci Primaharani, Paralegal Pendamping Korban Kekerasan Women Crisis Centre Dian Mutiara Parahita, seorang akademisi feminis. Keduanya memberikan pandangan yang kontras dalam memahami konsep patriarki dan feminisme, mengundang perdebatan sengit di antara peserta diskusi.

Ruci Primaharani, Paralegal Pendamping Korban Kekerasan Women Crisis Centre Dian Mutiara Parahita dan Aquarina Kharisma Sari, presiden Malang Women Writers’ Society sekaligus pegiat Lesbumi NU Kota Malang (Neo/Kanal24)

Aquarina Kharisma Sari memulai argumennya dengan mengkritik keras paradigma feminis yang menurutnya telah membelokkan definisi “patriarki” jauh dari makna aslinya dalam antropologi. “Patriarki,” jelas Aquarina, berasal dari dua kata Yunani yang berarti “kepemimpinan ayah,” tetapi di tangan feminis, istilah ini mengalami perubahan makna menjadi sistem di mana laki-laki menindas perempuan.

Menurut Aquarina, perubahan definisi ini berpotensi menghalangi laki-laki untuk mendewasa dan menjadi sosok yang bertanggung jawab.

“Ketika laki-laki terus-menerus dipandang sebagai penindas, mereka bisa menjadi infantil, dan pada akhirnya malah terlibat dalam kekerasan dan perilaku negatif lainnya,” ujar Aquarina.

Di sisi lain, Ruci, yang tetap teguh pada paradigma feminis, menekankan bahwa patriarki memang telah menghambat perempuan untuk menjadi pemimpin dan menempatkan mereka dalam posisi yang lemah.

“Patriarki adalah sistem yang menjadikan perempuan sebagai warga kelas dua. Tanpa feminisme, perempuan tidak akan pernah meraih kesetaraan yang layak mereka dapatkan,” tegas Ruci, menantang pandangan Aquarina.

Moderator Acara yang merupakan mahasiswa sekaligus Duta Lingkungan Hidup FPIK UB, Lintang Gurat Jingga, memantik persoalan yang sangat sensitif, yakni aborsi. Aquarina mempertanyakan mengapa hak aborsi hanya diberikan kepada perempuan.

“Dalam kasus kehamilan pranikah, perempuan dikatakan memiliki hak untuk memutuskan aborsi. Namun, jika laki-laki yang menyarankan aborsi, mereka bisa dituntut dan dikriminalkan. Di mana letak keadilannya?” tanya Aquarina, mengundang kontroversi di antara peserta.

Pandangan audiens pun terbagi tajam. Seorang peserta yang mendukung feminisme menyatakan bahwa hak aborsi memang harus ada pada perempuan karena mereka yang mengandung dan melahirkan, meskipun laki-laki adalah ayah dari janin tersebut.

Namun, Bintang Pangaribuan, salah satu audiens yang menentang pandangan ini, menyatakan bahwa menyerahkan hak aborsi hanya kepada perempuan adalah tidak adil.

“Laki-laki juga memiliki nurani sebagai ayah dari keturunannya. Kenapa hak perempuan terus yang dibela, padahal janin juga memiliki hak asasi untuk hidup?” ungkap Bintang, memicu diskusi yang semakin intens.

“Apakah Feminisme Merupakan Ancaman atau Solusi terhadap Kesetaraan Gender?” yang dikemas dalam Gema Dialektika (Neo/Kanal24)

Acara ini berlangsung sangat hidup dan penuh dengan argumen kritis dari kedua belah pihak. Jingga, sang moderator, menyampaikan apresiasinya terhadap diskusi ini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memantik kritisisme di kalangan mahasiswa. Diskusi yang menghadirkan narasumber dengan pandangan berseberangan perlu terus dihidupkan agar dapat memunculkan pemikiran-pemikiran baru yang segar,” ujar Jingga menutup acara.

Diskusi yang diadakan oleh BEM FPIK UB ini membuktikan bahwa dialektika tentang feminisme dan patriarki masih menjadi topik yang relevan dan memerlukan ruang untuk dibahas secara terbuka. Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan mahasiswa semakin kritis dalam menyikapi berbagai isu sosial, dan mampu merumuskan pandangan yang matang berdasarkan diskusi yang sehat dan berimbang. (nid/aqu)

Post Views: 1,495
Tags: Anti FeminismeAquarina Kharisma SariBEM FPIK UBDian Mutiara ParahitaFeminismeGema DialektikaKANAL24kanal24.co.idRuci PrimaharaniWomen Crisis Centre
Previous Post

Tiga Drakor Persahabatan Sekolah yang Wajib Ditonton

Next Post

Empat Lagu Legendaris The Beatles yang Mengubah Dunia Musik

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Empat Lagu Legendaris The Beatles yang Mengubah Dunia Musik

Empat Lagu Legendaris The Beatles yang Mengubah Dunia Musik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Dai Harus Memahami Algoritma 

Dai Harus Memahami Algoritma 

March 9, 2026
Mobil Listrik Geely Tempuh 1.000 Kilometer Tanpa Isi Ulang

Mobil Listrik Geely Tempuh 1.000 Kilometer Tanpa Isi Ulang

March 9, 2026
Bupati Malang Paparkan Rencana Incinerator Waste to Energy

Bupati Malang Paparkan Rencana Incinerator Waste to Energy

March 9, 2026
Pelatihan Drone Inklusif Digelar di Universitas Brawijaya

Pelatihan Drone Inklusif Digelar di Universitas Brawijaya

March 9, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025