Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

Einid Shandy by Einid Shandy
January 3, 2026
in Perspektif
0
Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang –  Istilah “job hugging” tengah menjadi sorotan global setelah tren ini dirasakan oleh jutaan pekerja di berbagai negara. Fenomena ini merujuk pada kondisi ketika seseorang memilih bertahan di pekerjaan yang sama dalam jangka panjang, bukan karena merasa cocok, tetapi karena berbagai faktor eksternal yang menimbulkan kecemasan menghadapi pasar kerja. Secara harfiah berarti “memeluk pekerjaan”, job hugging menggambarkan kecenderungan pekerja mempertahankan posisinya meski peluang berkembang terbatas. Mengutip Entrepreneur, kondisi ekonomi yang tidak stabil menjadi salah satu pemicu utama. Banyak pekerja memilih zona aman dan menghindari risiko, sekalipun merasa pekerjaan saat ini tidak lagi membawa kepuasan.

Kecemasan Pasar Kerja dan Dorongan Bertahan

Peningkatan kecemasan di pasar kerja mendorong banyak pegawai memilih bertahan di pekerjaan lama. Laporan dari Forbes menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu oleh perlambatan proses perekrutan, kebijakan perusahaan yang semakin sering mengurangi tenaga kerja, serta pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memicu kekhawatiran terkait stabilitas profesi. “Semua ini menciptakan keraguan dalam menentukan langkah karier,” ujar Dr Diane Hamilton, seorang pakar curiosity. Hamilton menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, praktik job hugging atau bertahan di pekerjaan saat ini justru dapat menjadi langkah strategis, terutama jika seseorang berada di industri yang relatif stabil, mendapatkan tunjangan yang melindungi keluarga, serta memperoleh kesempatan untuk terus mengembangkan keterampilan. Dalam situasi seperti ini, keputusan bertahan bisa menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang. Namun, apabila seseorang bertahan semata-mata karena rasa takut kehilangan pekerjaan, dampak negatif sulit dihindari, mulai dari menurunnya motivasi, terhentinya proses pengembangan diri, hingga penurunan kinerja secara keseluruhan.

Risiko Job Hugging bagi Perkembangan Karier

Direktur Riset Ekonomi Amerika Utara di Indeed Hiring Lab, Laura Ullrich, menyoroti empat risiko utama dari fenomena job hugging yang berpotensi menghambat perkembangan karier. Pertama, pertumbuhan pendapatan cenderung terhambat karena pekerja yang tidak berpindah pekerjaan umumnya mengalami kenaikan upah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang lebih aktif berpindah peran. Kedua, pengembangan diri berisiko stagnan akibat minimnya perolehan keterampilan baru, sehingga daya saing pekerja bisa menurun ketika pasar tenaga kerja kembali pulih. Ketiga, risiko pemutusan hubungan kerja juga meningkat, karena perusahaan dapat menilai karyawan yang tidak menunjukkan perkembangan sebagai aset yang kurang strategis dan pada akhirnya mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan kerja. Terakhir, minimnya pergerakan tenaga kerja di dalam pasar membuat jumlah lowongan baru semakin terbatas, sehingga lulusan baru mengalami kesulitan lebih besar untuk memasuki dunia kerja.

Fenomena Global: AS dan Inggris Ikut Mengalami Dampaknya

Fenomena job hugging tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga dirasakan di negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris. Data Survei Pembukaan Lapangan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan tingkat berhenti kerja turun hingga sekitar 2% sejak awal 2025 — angka terendah sejak 2016. Rendahnya angka ini menandakan pekerja merasa tidak yakin untuk mencari pekerjaan baru di tengah pasar kerja yang melemah.Tingkat perekrutan baru di AS juga anjlok ke titik terendah dalam satu tahun terakhir, menandakan peluang pekerjaan semakin sempit. Situasi serupa terjadi di Inggris, di mana pekerja memilih mempertahankan posisi karena alasan keamanan. Kevin Fitzgerald, Direktur Pelaksana Employment Hero Inggris, menegaskan bahwa fenomena job hugging meningkat seiring memburuknya kondisi ekonomi. Rencana kenaikan pajak bisnis yang diumumkan Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves pada April 2025 disebut menambah kegelisahan dunia usaha dan pekerja. Sementara itu, Nina Skero, Kepala Eksekutif Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis Inggris, menyebut job hugging sebagai refleksi dari kondisi pasar tenaga kerja yang melemah. “Pekerja menghadapi tantangan berat: pertumbuhan gaji tetap kuat, namun inflasi menggerus upah riil dan peluang kerja semakin menipis,” ujarnya.

Fenomena yang Akan Berlanjut?

Dengan gejolak ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, dan otomatisasi yang semakin cepat, fenomena job hugging diperkirakan belum akan mereda. Banyak pakar memprediksi tren ini akan terus mewarnai pasar kerja internasional, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan, sampai dunia usaha kembali stabil. Fenomena ini menjadi cerminan bahwa ketahanan ekonomi dan rasa aman kini menjadi prioritas utama bagi banyak pekerja di era ketidakpastian. (dpa)

Post Views: 20
Tags: Job HuggingKANAL24kanal24.co.iduniversitas brawijaya
Previous Post

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

January 3, 2026
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026
Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

January 2, 2026
Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025