Kanal24, Malang – Di tengah derasnya arus teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, kebutuhan untuk menanamkan budaya literasi sejak dini menjadi semakin mendesak. Literasi tidak lagi dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran lingkungan, kreativitas, daya pikir kritis, serta karakter anak. Berangkat dari kegelisahan tersebut, sebuah ruang edukatif dan kompetitif dihadirkan khusus bagi anak-anak agar literasi tetap relevan, menyenangkan, dan membumi dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan bertajuk Festival Literasi Anak Kota Malang 2025 dengan tema āLiterasi untuk Ibu Bumiā ini diselenggarakan pada Selasa (24/12/2025), bertempat di Malang City Point, Kota Malang. Acara ini digelar oleh LESGO Project, sebuah wadah event organizer yang berfokus pada pengembangan kreativitas dan literasi anak, yang didirikan oleh Intan Dita Wira bersama Nisa selaku founder.

Menumbuhkan Minat Literasi Sejak Dini
Co-Founder LESGO Project, Intan Dita Wira, menjelaskan bahwa festival ini digelar sebagai upaya untuk menumbuhkan minat literasi anak-anak di tengah dominasi teknologi digital. Menurutnya, anak-anak saat ini hidup di era serba cepat dan visual, sehingga literasi perlu dikemas secara kreatif agar tetap dekat dengan dunia mereka.
āTahun ini kami mengusung tema Literasi untuk Ibu Bumi, agar anak-anak juga dikenalkan dengan literasi lingkungan sejak dini. Jadi literasi tidak hanya soal membaca, tapi juga memahami dan peduli terhadap lingkungan sekitar,ā ujarnya. Ia menambahkan bahwa Festival Literasi Anak merupakan agenda tahunan LESGO Project yang telah digelar untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan pada 2024.
Ragam Lomba Edukatif dan Kreatif
Festival Literasi Anak 2025 diisi dengan berbagai perlombaan yang menyasar anak usia TK hingga Sekolah Dasar. Sejumlah lomba yang digelar antara lain lomba mewarnai untuk kategori TK dan SD, lomba membuat poster bertema lingkungan, lomba fashion show, lomba mendongeng, serta lomba MC cilik. Seluruh rangkaian lomba dirancang untuk mengasah kreativitas, kepercayaan diri, serta jiwa kompetisi anak sejak usia dini.
Selain lomba, acara ini juga menghadirkan talk show literasi yang terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis. Festival ini bertepatan dengan penyelenggaraan pasar literasi di Malang City Point, sehingga masyarakat umum juga dapat menikmati berbagai stan edukatif, kreatif, dan interaktif yang tersedia.
Antusiasme Peserta Lintas Daerah
Antusiasme peserta terhadap Festival Literasi Anak 2025 terbilang tinggi dan bahkan melampaui ekspektasi panitia. Intan Dita Wira mengungkapkan bahwa jumlah peserta mencapai hampir 150 anak, dengan pendaftaran yang terus bertambah hingga hari pelaksanaan. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Kota Malang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Blitar, Jombang, dan Kediri.
āIni menunjukkan semangat literasi dan kompetisi anak-anak sangat tinggi. Bahkan ada peserta dari luar kota yang rela datang untuk ikut kegiatan ini,ā katanya. LESGO Project berharap ke depan festival ini dapat menjangkau lebih luas lagi dan menjadi agenda literasi tahunan yang dinanti masyarakat.
Apresiasi dari Pendamping dan Mitra
Dukungan terhadap festival ini juga datang dari para pendamping peserta dan mitra kegiatan. Andri Rudi Yanto, Official ASA Art Modeling Class, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak masa kini. Menurutnya, literasi perlu dikombinasikan dengan aktivitas kreatif seperti modeling, mendongeng, dan seni pertunjukan agar anak tidak mudah jenuh.

Sementara itu, Suci, pendamping peserta lomba mewarnai tingkat TK, mengaku kegiatan ini sangat membantu dalam mewadahi minat dan bakat anaknya. āAnak saya hobi mewarnai, dan acara ini sangat bagus untuk melatih keberanian serta kreativitasnya,ā ujarnya.
Partisipasi juga datang dari pelaku industri kreatif, salah satunya Farah Az-Zahra dari Teka-Teki World Malang, yang menghadirkan wahana permainan edukatif dan VR games. Ia berharap festival seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin meriah di tahun-tahun mendatang dengan lebih banyak variasi lomba dan pengalaman edukatif.
Melalui Festival Literasi Anak Kota Malang 2025, LESGO Project menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, kompetitif, dan bermakna. Tidak hanya menumbuhkan minat literasi, kegiatan ini juga menjadi langkah awal membentuk generasi muda yang kreatif, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (nid/bel)














