Kanal24, Malang — Prestasi mahasiswa bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga cermin kualitas pendidikan sebuah perguruan tinggi. Kesadaran itu yang mendorong Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang meraih berbagai juara kompetisi sepanjang 2025.
Apresiasi tersebut diberikan dalam kegiatan Apresiasi Mahasiswa Berprestasi Juara Kompetisi Periode 2025 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang digelar di Hall Rudi Margono dan Didik Farkhan, Lantai 10 Gedung C FH UB, Senin (2/3/2026).
Dekan FH UB Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.Hum. menegaskan penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih kepada mahasiswa yang telah mengharumkan nama fakultas melalui berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, pengakuan terhadap capaian mahasiswa menjadi faktor penting untuk memupuk motivasi serta menjaga keberlanjutan prestasi di masa depan.
“Momentum ini menjadi bentuk apresiasi bagi mahasiswa yang telah menorehkan prestasi. Ketika mereka merasa dihargai atas capaian yang diraih, kami berharap mereka akan terus meningkatkan prestasinya,” ujarnya.
Aan menambahkan, capaian mahasiswa juga berkontribusi langsung terhadap reputasi fakultas. Prestasi di berbagai kompetisi menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas pendidikan di perguruan tinggi.
“Prestasi mahasiswa sangat mempengaruhi reputasi fakultas. Ketika mahasiswa berhasil di tingkat nasional maupun internasional, otomatis nama baik fakultas ikut terangkat,” jelasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan prestasi tersebut, FH UB menyiapkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembinaan akademik, dukungan pendanaan, hingga fasilitas yang memadai bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi.
Fakultas juga menyiapkan stimulus penghargaan, termasuk kemungkinan keringanan hingga pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa berprestasi agar mereka tetap termotivasi mengembangkan potensi akademik.
Aan menegaskan, prestasi yang diraih mahasiswa hari ini harus menjadi pijakan untuk mencapai capaian yang lebih tinggi di masa depan.
“Prestasi hari ini bukan akhir, tetapi tahapan untuk menapaki tangga prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FH UB Dr. Muktiono, S.H., M.Phil. menjelaskan pemberian apresiasi juga bertujuan memotivasi mahasiswa lain agar berani mengikuti berbagai kompetisi akademik.
Menurutnya, fakultas telah menyiapkan sistem pembinaan melalui dosen pembimbing yang kompeten, program pengembangan kapasitas mahasiswa, serta kolaborasi dengan alumni.
“Mahasiswa yang memiliki potensi kami dampingi dengan dosen pembimbing yang relevan. Kami juga menghadirkan alumni yang berpengalaman untuk memberikan coaching kepada mahasiswa,” ujarnya.
FH UB juga menyediakan berbagai program pengembangan seperti workshop, seminar, hingga latihan internal di organisasi kemahasiswaan.
Meski demikian, Muktiono mengakui tantangan yang dihadapi saat ini adalah semakin terbatasnya jumlah kompetisi yang tersedia bagi mahasiswa.
Karena itu, strategi yang diterapkan adalah memfokuskan partisipasi pada kompetisi yang memiliki peluang besar untuk dimenangkan.
“Lomba bukan semata-mata untuk menang, tetapi juga bagian dari pengembangan akademik dan soft skill mahasiswa,” katanya.
Salah satu mahasiswa berprestasi, Syarifah Riza, berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai Semarlit UNS Surakarta serta Juara 1 Legal Opinion di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ia mengungkapkan tantangan terbesar dalam mengikuti kompetisi adalah membagi waktu antara perkuliahan dan persiapan lomba.
“Tantangan terbesarnya adalah manajemen waktu karena harus membagi antara kuliah dan persiapan lomba,” ujarnya.
Riza juga menilai dukungan fakultas sangat besar dalam mendorong mahasiswa berprestasi.
“Kalau dirating, dukungan Fakultas Hukum itu 10 dari 10. Fakultas membantu mulai dari biaya pendaftaran hingga kebutuhan lomba,” katanya.
Ia pun mengajak mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba mengikuti kompetisi.
“Coba saja dulu, keluar dari comfort zone. Siapa tahu justru bisa mendapatkan juara,” pesannya.
Melalui apresiasi ini, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya berharap budaya kompetisi akademik semakin tumbuh di kalangan mahasiswa. Sebab prestasi mahasiswa bukan hanya kebanggaan individu, tetapi juga investasi reputasi akademik serta bekal penting memasuki dunia profesional.














