Kanal24, Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB) menggelar Pengucapan Sumpah Dietisien bagi lulusan Program Profesi Dietisien tahun akademik 2025–2026, Rabu (17/12/2025). Momentum ini menandai pengukuhan para lulusan sebagai tenaga kesehatan profesional yang siap terjun langsung memberikan pelayanan gizi kepada masyarakat.
Prosesi pengucapan sumpah berlangsung khidmat dan menjadi tonggak penting bagi para dietisien baru yang secara resmi menyandang kewenangan profesional, termasuk dalam praktik mandiri dan intervensi gizi berbasis kebutuhan individu maupun komunitas.
Dekan FIKES UB, Prof. Dian Handayani, S.KM., M.Kes., Ph.D, menegaskan bahwa dietisien merupakan profesi strategis yang perannya semakin krusial di tengah tantangan kesehatan nasional. Ia menjelaskan bahwa dietisien adalah tenaga gizi yang telah menempuh pendidikan profesi dan memiliki kompetensi memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif.

“Hari ini bukan lagi mencetak calon dietisien, tetapi dietisien yang sesungguhnya. Mereka memiliki kompetensi untuk memberikan pelayanan kesehatan, termasuk praktik mandiri dalam intervensi gizi,” ujar Prof. Dian.
Ia menambahkan, kebutuhan dietisien di Indonesia masih sangat besar. Saat ini, jumlah institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesi dietisien masih terbatas, sementara kebutuhan tenaga gizi terus meningkat di berbagai sektor.
“Baru ada sekitar 16 institusi pendidikan tinggi yang mencetak dietisien, sementara institusi yang memiliki program ilmu gizi sudah lebih dari 150. Artinya, peluang kerja profesi ini masih sangat terbuka lebar,” jelasnya.
Menurut Prof. Dian, dietisien tidak hanya dibutuhkan di fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, tetapi juga berperan sebagai tenaga pendidik, peneliti, hingga praktisi mandiri. Keberadaan dietisien juga dinilai sangat penting dalam mendukung program strategis pemerintah, salah satunya program Makan Bergizi Gratis.
“Tenaga gizi memiliki peran sentral untuk mengawal keberhasilan program makanan bergizi gratis agar tepat sasaran, aman, dan berdampak nyata pada perbaikan status gizi masyarakat,” tegasnya.

Pada periode ini, sebanyak 80 dietisien mengucapkan sumpah profesi. Prof. Dian menjelaskan bahwa para peserta berasal dari beragam latar belakang, tidak hanya lulusan baru, tetapi juga tenaga kesehatan yang telah bekerja di rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, hingga dosen yang mengikuti program profesi untuk meningkatkan kompetensi dan jabatan fungsional.
Sementara itu, Sekretaris DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Jawa Timur, Arif Kresna Setiadi, S.Gz., M.PSDM, menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada para dietisien baru FIKES UB. Ia menilai kehadiran dietisien-dietisien muda yang kompeten menjadi harapan baru dalam upaya meningkatkan pemenuhan gizi nasional.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh dietisien baru periode 2025–2026. Semoga tunas-tunas baru dietisien yang kompeten ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan status gizi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Arif juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi secara berkelanjutan, baik dari sisi hard skill maupun soft skill, agar para dietisien mampu bersaing dan menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
“Kami berharap para dietisien baru terus mengembangkan keterampilan profesional, menjaga etika profesi, dan menjadi tenaga kesehatan yang membanggakan bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
Pengucapan sumpah dietisien FIKES UB ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan, tetapi juga simbol tanggung jawab moral dan profesional untuk berkontribusi dalam memperbaiki derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalui pendekatan gizi yang ilmiah, berkelanjutan, dan berkeadilan.(Din/Tia)














