Kanal24, Malang – Program Launchpad FILKOM 2026 resmi diluncurkan sebagai upaya mencetak wirausaha muda berbasis teknologi yang mandiri, inovatif, dan siap bersaing di ekosistem startup nasional. Ketua Pelaksana Launchpad FILKOM, Rizal Setya Perdana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendampingi mahasiswa sejak tahap awal pengembangan ide hingga produk digital siap masuk ke pasar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Launchpad FILKOM yang digelar pada Senin (2/2/2026), bertempat di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), dan diselenggarakan oleh FILKOM UB.
Menurut Rizal, Launchpad FILKOM menjadi program baru yang secara khusus menjawab kebutuhan mahasiswa dalam mengembangkan produk digital berbasis ide bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup pembentukan pola pikir kewirausahaan dan pemahaman ekosistem startup secara menyeluruh.
Baca juga:
Booth Agroindustri Perkenalkan Pembelajaran Terapan FTAB UB
Mencetak Wirausaha Muda Berbasis Teknologi
Launchpad FILKOM 2026 hadir dengan tujuan utama mencetak wirausaha muda berbasis teknologi yang mampu berdiri secara mandiri dan berdaya saing tinggi. Rizal menjelaskan bahwa latar belakang program ini adalah kebutuhan akan talenta digital yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata melalui produk teknologi.
āProgram ini meliputi berbagai tahapan inkubasi mulai dari prainkubasi hingga pemasaran yang nantinya akan dipandu oleh mentor dan juga fasilitas-fasilitas tertentu yang sangat membantu mahasiswa dalam mengembangkan produk digital,ā kata Rizal. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses membangun bisnis teknologi secara komprehensif.
Empat Fase Pengembangan Terstruktur
Secara teknis, Launchpad FILKOM dibagi ke dalam empat fase utama. Fase pertama adalah seleksi dan prainkubasi, di mana mahasiswa FILKOM dapat mendaftarkan diri sekaligus memaparkan ide produk digital yang akan dikembangkan. Pada tahap ini, peserta akan mendapatkan penguatan ide bisnis agar memiliki fondasi yang jelas dan terukur.
āFase awal dimulai dari seleksi dan prainkubasi, lalu dilanjutkan inkubasi, final pitching, dan terakhir go to market,ā jelas Rizal.
Ia menambahkan bahwa pada tahap inkubasi peserta akan fokus pada pengembangan sistem hingga evaluasi produk agar sesuai dengan standar kelayakan yang ditetapkan.
Fokus pada Validasi dan MVP Fungsional
Salah satu poin penting dalam Launchpad FILKOM adalah penekanan pada validasi ide bisnis. Fakultas Ilmu Komputer UB menargetkan agar setiap ide yang dikembangkan benar-benar dibutuhkan oleh pasar, khususnya di sektor bisnis digital. Melalui pendampingan intensif, peserta diharapkan mampu menguji asumsi pasar dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pengguna.
āKami ingin memastikan ide bisnis digital yang dikembangkan memang dibutuhkan pasar dan menghasilkan MVP yang benar-benar fungsional, bukan sekadar prototipe,ā tegas Rizal. Dengan demikian, produk yang lahir dari Launchpad FILKOM diharapkan siap digunakan oleh pengguna secara nyata.

Membangun Budaya Inovasi di FILKOM
Dalam jangka panjang, Launchpad FILKOM diharapkan mampu menumbuhkan entrepreneur mindset dan budaya inovasi di lingkungan FILKOM UB. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk unggul di ruang kelas, tetapi juga dibekali pemahaman bahwa dunia industri dan pasar membutuhkan solusi inovatif yang dapat dihadirkan oleh mahasiswa ilmu komputer.
Melalui program ini, FILKOM UB menegaskan komitmennya dalam mendukung lahirnya inovator dan wirausaha digital muda yang mampu berkontribusi bagi perkembangan ekosistem teknologi, baik di Malang maupun di tingkat nasional. (nid/ger)














