Kanal24, Malang – Di tengah tantangan dunia kerja yang menuntut kompetensi, sekolah vokasi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang benar-benar siap kerja dan siap berwirausaha. Urgensi inilah yang menjadi landasan pelaksanaan Gelar Karya Pembelajaran (GKP) #8 Tahun 2025 SMKN 4 Malang, yang digelar pada Kamis (18/12/2025).
Kegiatan ini menjadi panggung pembuktian hasil pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) yang dijalani siswa selama proses kurikuler dan kokurikuler. Beragam produk dan jasa karya siswa dipamerkan, sekaligus menjadi refleksi keterhubungan antara sekolah dan dunia industri.
Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST., M.Pd, menegaskan bahwa Gelar Karya Pembelajaran merupakan “Hari Raya Belajar” bagi siswa. Menurutnya, seluruh proses pembelajaran di SMKN 4 Malang dirancang agar siswa mampu menghasilkan produk dan jasa yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Produk dan jasa yang dipamerkan ini tidak lahir secara instan. Prosesnya panjang, mulai dari sinkronisasi kurikulum dengan industri, penugasan proyek langsung dari industri, hingga pendampingan teknis selama pengerjaan,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan, setiap semester sekolah melakukan sinkronisasi dengan mitra industri, tidak hanya terkait materi pembelajaran, tetapi juga proyek nyata yang harus dikerjakan siswa. Guru mata pelajaran umum dan kejuruan berkolaborasi untuk memastikan capaian pembelajaran mendukung pengerjaan proyek tersebut.
Menariknya, proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Ketika siswa mengalami kendala teknis, industri turut berperan sebagai mentor. Bahkan dalam ujian tengah dan akhir semester, siswa diwajibkan mempresentasikan karya mereka di hadapan guru dan teman-teman sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.
“Industri juga memberikan pengakuan berupa surat keterangan kompetensi okupasi. Ini penting sebagai bekal siswa menghadapi dunia kerja,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa waktu belajar siswa vokasi yang relatif singkat—hanya tiga semester efektif—menuntut pembelajaran yang benar-benar efisien dan relevan. Kerja sama dengan industri menjadi kunci agar kompetensi siswa selalu terbarui sesuai kebutuhan pasar.
Tak berhenti pada pameran, seluruh karya siswa didokumentasikan dalam bentuk laporan proyek, foto, hingga katalog produk. Setiap kelas bahkan memiliki katalog berisi karya siswa yang dilengkapi barcode, sehingga pengunjung dapat mengakses informasi produk secara lebih mendalam.
“Harapannya, siswa termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas karyanya, bahkan berani mencari pelanggan sendiri. Mereka kami dorong agar setelah lulus tidak hanya melamar kerja, tapi sudah siap bekerja atau berwirausaha,” tegas Gunawan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana GKP #8, Satrya Budi N., S.SN, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini dikemas berbeda dari edisi sebelumnya. Perubahan dilakukan pada tata letak dan alur kunjungan agar lebih interaktif dan representatif.
“GKP kali ini kami desain sebagai ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan skill yang kelak bisa diterapkan langsung di masyarakat,” jelasnya.
Sebanyak 25 stan kelas, 8 stan jurusan, dan 3 stan tambahan—termasuk stan guru, Gerakan Literasi Sekolah, serta inkubator bisnis—meramaikan kegiatan ini. Selain pameran karya, acara juga diisi penampilan bakat siswa dari kelas X hingga XII.
Satrya menilai antusiasme siswa sangat tinggi karena GKP merupakan agenda rutin setiap semester. Justru karena konsistensi itulah, setiap gelaran selalu menghadirkan inovasi baru yang dinanti siswa.
“Keberhasilan GKP bukan hanya soal karya yang dipamerkan, tetapi keberanian siswa tampil di ruang publik, percaya diri menghadapi tamu, dan siap berinteraksi dengan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Gelar Karya Pembelajaran #8, SMKN 4 Malang menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya mendidik, tetapi menyiapkan generasi muda dengan kompetensi nyata, karakter kompetitif, dan jiwa wirausaha sejak di bangku sekolah.(Din/Dht)














